Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks

Orisex.com cerita sex 2017, cerita tante, cerita ngentot threesome, cerita mesum, cerita dewasa dengan judul “Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks” dan foto sex bugil tante bispak terbaru 2017

Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks
Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks

Kisahku ini bermula ketika umurku masih 17 thn, dimana aq masih duduk dibangku sekolah SMA, perkenalkan aq Edo aq keturunan Indo dan teman-temanku bilang aq orangnya ganteng. Tinggi badan 180cm, tdk begitu tinggi di bandingkan dengan papaq yg 185cm. Aq dilahirkan di Canada, tapi sewaktu umur 11 thn, papaq di tugaskan ke Medan. Jadi aq juga ikut, dan sekolah di sana. Mulanya q tinggal di Medan terasa asing juga. Tapi lama-kelamaan aq juga dapat terbiasa. Jujur aja, pemikiranku lebih condong kepada pemkiran-pemikiran Timur, mungkin karena didikan dri mamaq yg terlalu keras. Biarpun di negara barat sudah biasa terjadi hubungan sex remaja, namun aq belum pernah sekalipun melaqkannya dengan pacarku, well… at least pada saat itu.

Hari ini dimulai liburan natal. Papa tdk pulang ke Canada seperti biasanya, kata Papa kerjaanya baru banyak. Mamaq bilang ke aq kalau merasa bosan di sini sebaiknya aq pergi ke Jakarta, sekalian menjenguk nenek. Katanya aq juga bisa mencari tante Rida kalau ada waktu.

Tante Rida ini teman baik Mamaq. Sama seperti Mamaq, Tante Rida dulu juga kuliah di Canada, dan pernah tinggal cukup lama di sana. Aq sudah lama tdk pernah bertemu dengan tante Rida, tapi seingatku tante Rida itu orangnya cantik sekali. Usianya Tante Rida sekarang mungkin sekitar 32 thn, tante Rida lebih muda dari Mama. Waktu di Canada tante Rida sering menginap di rumah kami, dan bermain-main denganku. Akhirnya aq iyakan tawaran Mama untuk pergi ke Jakarta.

Singkat cerita, Hari kedua di Jakarta, aq minta di antar sopir ke rumah tante Rida. Rumahnya di derah jakarta selatan. Sebelumnya Mama sudah menelpon dan memberitahu tante Rida kalau aq akan datang pada hari itu. Dan akhirnya aq sampai di rumah tante Rida,

“Heiii… wah sudah besar kamu sekarang ya Edo.. sudah nggak tanda lagi tante sama kamu sekarang.. hehehehe” seingatku kira-kira begitulah katanya sewaktu pertama kali melihatku setelah beberapa tahun tdk berjumpa. Wajah tante Rida masih sama seperti dulu, tetap cantik, seakan tante Rida tdk bertambah tua sedikitpun.

“Oh yah… tuh supirnya disuruh pulang saja Edo… ntar kamu bawa saja mobil Tante kalau mau pulang”, aq pun mengiyakan, dan menyuruh pulang supirnya.

“Wah… besar sekali rumahnya yah Tante”, kataku sewaktu kami memasuki ruang tamu.

Aq dengar dari Mama sih, katanya suaminya Tante Sinta ini anak salah seorang konglomerat Jakarta, jadi nggak heran kalau rumahnya semewah ini. Setelah itu kami ngobrol-ngobrol, dia menanyakan keadaan Mama, Papa dan kakek.

Tante Sinta juga sudah lama tdk bertemu dengan Mama. Lumayan lama kami ngobrol, setelah itu dia mengajakku untuk makan malam.

“Makan dulu yuk Edo… tuh sudah disiapin makanannya sama si Ning”, katanya menunjuk ke pembantunya yg sedang menghidangkan makanan di meja makan.

“Kita nggak nunggu Om Joe?” aq menanyakan suaminya.

“Oh… nggak usah, Om mu nggak pulang malam ini katanya”,

“Oh… ok deh”, kataku sambil beranjak ke ruang makan. Rumah sebesar ini cuma dihuni sendirian dengan pembantunya. Berani juga Tanteku ini.

“Kamu berani pulang entar Edo? sudah malem loh ini”, katanya sambil melirik ke jam dinding yg sudah menunjukkan jam 7 lewat 30 menit. “Ah berani kok Tante…”

“Hmm… mending kamu tidur di sini saja deh malem ini… tuh ada kamar kosong di atas.”

“Umm… iyah deh… ntar aq telepon ke Kakek kalau gitu”, dalam hati, aq mengira bahwa Tanteku ini menyuruhku menginap karena dia takut sendirian di rumah, sama sekali tdk ada pikiran negatif dalam otakku sewaktu aq mengiyakan tawarannya.

Sehabis makan, aq pun menelepon ke rumah kakek, dan memberitahu bahwa hari ini aq menginap di rumah Tante Sinta.

“Oh iyah… kalau kamu mau mandi air panas, pakai saja kamar mandi Tante. Ntar kamu pakai saja bajunya Om Joe. Yuk sini!”

“He… eh”, aq mengangguk sambil mengikutinya.

Kamar mandi yg dimaksud terletak di dalam kamarnya. Kamarnya benar-benar mewah dan besar. Dengan tempat tidur ukuran double di tengah-tengah ruangan, mini theatre set, dan sebuah kamar mandi di sudut ruangan.

“Nih… coba… bisa pakai nggak kamu?” dia memberikan T-shirt dan celana pendek kepadaku.

“Bisa kayaknya”, aq pun mengambil pakaian itu dan membawanya ke kamar mandi.

Sehabis dari kamar mandi, aq sempat sedikit kaget melihat Tante Sinta.

Dia mengenakan baju tidur tipis, tidur tengkurap di atas tempat tidur. Kelihatan dengan jelas celana dalamnya, tapi aq tdk melihat tali BH di punggungnya. Terangsang juga aq melihat pemandangan seperti itu. Kelihatannya ia tertidur saat menonton TV.

TV-nya masih menyala. Aq berjalan ke arah TV, bermaksud mematikannya. Melihat adegan panas yg sedang berlangsung di TV, mendadak aq terdiam pas di depan TV. Kulihat ke belakang, Tante Sinta masih tidur.

Aq berdiri menonton dulu, sekedar iseng. 5 menit lagi ah baru kumatikan, begitu pikiranku saat itu.

“Hey…” saat aq sedang asyik menonton, tiba-tiba terdengar teguran halus Tante Sinta, diikuti oleh tawa tertahannya.

Aq benar-benar malu sekali waktu itu. Aq berbalik ke belakang sambil tersenyum malu-malu. Waktu aq berbalik, kulihat Tante Sinta sudah duduk tegak di atas tempat tidur. Samar-samar terlihat puting susunya dari balik baju tidurnya yg tipis.

“Kirain Tante sudah tidur… hehe”, kataku asal-asalan sambil berjalan hendak keluar dari kamar.

“Edo… bisa tolong pijitin badan Tante? Pegel nih semua”, terdengar suara helaan nafas panjang, dan suara kain jatuh ke lantai.

Saat aq berbalik hendak menjawab, kulihat Tante Sinta sudah kembali tidur tengkurap di tempat tidur, tapi kali ini tanpa baju tidur, satu-satunya yg masih dikenakannya adalah celana dalamnya.

“Ya…” hanya itu saja yg bisa keluar dari mulutku. Aq pun berjalan ke arah Tante Sinta. Sedikit canggung, kuletakkan tanganku di atas bahunya.

“Engghh…” terdengar dia mengerang perlahan.

“Om Joe kapan pulangnya Tante?” kuatir juga aq ketahuan oleh suaminya.

“Emm… mungkin minggu depan… nggak tau deh… kalau Om mu sih… jarang di rumah. Mungkin seminggu pulang sekali”, dalam hatiku merasa kasihan juga kepada Tante Sinta. Pantas saja dia merasa kesepian.

“Fhhuuuhh…” kembali terdengar helaan nafas panjang.

“Kamu sudah punya pacar Edo?” tanyanya memecah keheningan.

“Yah… di Medan.”

“Hehehe… cantik nggak Edo?” Tante Sinta memang dari dulu senang bercanda.

Sangat berbeda dengan ibuku yg kadang bersikap agak tertutup, Tante Sinta adalah penganut kebebasan Barat.

Aq hanya tersenyum saja menjawab pertanyaannya.

“Turun dikit Edo!” aq pun menurunkan pijatanku dari bahu ke punggungnya.

“Kamu duduk saja di atas pantat Tante… supaya bisa lebih kuat pijitannya.”

Aq yg semula mengambil posisi duduk di sampingnya, sekarang duduk di atas pantatnya.

“Unghh… berat kamu”, mendengus tertahan dia waktu kududuk di atasnya.

“Hehehe… tapi katanya suruh duduk di sini”, cuek saja aq melanjutkan pijatanku.

K0ntolku sudah terasa menegang sekali, sesekali kutekan kuat-kuat k0ntolku ke pantat Tante Sinta. Walaupun aq masih memakai celana lengkap, namun sudah terasa nikmat dan hangat sewaktu k0ntolku kutekan ke pantatnya.

“Iiihh… nakal ya… bilangin Mama kamu lho”, katanya sewaktu merasakan k0ntolku menekan-nekan pantatnya.

“Sudah belom Tante? sudah cape nih”, kataku setelah beberapa menit memijat punggungnya.

“Iyah… kamu berdiri dulu deh… Tante mau balik”, aq berdiri, dan Tante Sinta sekarang berbalik posisi.

Sekarang aq bisa melihat wajahnya yg cantik dengan jelas, toketnya yg masih kencang itu berdiri tegak di hadapanku.

Puting susunya yg merah kecoklatan terlihat begitu menantang. Aq sampai terbengong beberapa detik dibuatnya.

“Hey… pijit bagian depan dong sekarang”, katanya.

Aq duduk di atas pahanya, kuremas dengan lembut kedua toketnya.

Lalu kupuntir-puntir puting susunya dengan jari-jariku.

“Ihh… geli… hihihihi…” dia cekikikan. Aq benar-benar sudah tdk bisa mengendalikan nafsuku lagi.

Sekarang ini yg ada dalam otakku hanyalah bagaimana memuaskan Tante Sinta, memberinya kepuasan yg selama ini jarang ia dapatkan dari suaminya.

Rasa kasihan akan Tante Sinta yg telah lama merindukan kehangatan laki-laki bercampur dengan nafsuku sendiri yg sudah menggelora. Aq menarik celana dalamnya dengan agak kasar. Kulihat dia hanya diam saja sambil memejamkan matanya pasrah.

Kuakui inilah pertama kalinya aq melihat wanita telanjang secara nyata. Tapi agaknya aq tdk begitu canggung, sepertinya aq melakukan semuanya dengan begitu alamiah. Tante Sinta membuka lebar kedua pahanya begitu celana dalamnya kulepas.

Nonton film xxx ringan di hp >>> videoasoy.com

Kulihat dengan jelas memeknya dengan bulu-bulu halus yg dicukur dengan rapi membentuk segitiga di sekitarnya. “Sudah sering beginian yah kamu Edo?” tanyanya heran juga melihat aq begitu mantap.

“Ehh… nggak kok… baru sekali Tante”, nafasku sudah memburu, kata-kata pun sudah sulit kuucapkan dengan tenang.

Kulihat nafas Tante Sinta juga sudah mulai memburu, berkali-kali ia menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.

“Jilatin dong Edo!” katanya memelas.

Mulanya aq ragu-ragu juga, tapi kudekatkan juga kepalaku ke memeknya. Tdk ada bau tdk enak sama sekali, Tante Sinta rajin menjaga kebersihan memeknya aq kira. Kujulurkan lidahku menjilati dari bawah menuju ke pusar. Beberapa menit aq bermain-main dengan memeknya.

Tante Sinta hanya bisa mengerang dan menggelinjang kecil menahan nikmat. Kulihat ia meremas sendiri toketnya dan memuntir-muntir sendiri puting susunya. Aq berdiri sebentar, melepaskan semua pakaianku.

Bengong dia melihat k0ntolku yg 18 cm itu. Aq cuma tersenyum kepadanya, dan melanjutkan menjilati memeknya. Beberapa saat kemudian ia meronta dengan kuat.

“aahh… ohh God… aargghh…” bagaikan gila, dia menjepit kepalaku dengan pahanya, lalu menekan kepalaku supaya menempel lebih kuat lagi ke memeknya dengan dua tangannya.

Aq susah bernafas dibuatnya.

“Lagi… arghh… clitorisnya Edos… ssshh… yah… yah… lagi… oooohh…” semakin menggila lagi dia ketika aq mengulum clitorisnya, dan memainkannya dengan lidahku di dalam mulut.

Aq memasukkan lidahku sedalam-dalamnya ke dalam lubang memeknya. Bau cairan kewanitaan semakin keras tercium. memeknya benar-benar sudah basah. Tiba-tiba dia menjambak rambutku dengan kuat, dan menggerakkan kepalaku naik turun di memeknya dengan cepat dan kasar.

Lalu ia menegang, dan tenang. Saat itu juga aq merasa cairan hangat semakin banyak mengalir keluar dari memeknya. Aq jilati semuanya. “Ohh… God… bener-benar hebat kamu Edo… lemas Tante… aahh… nggak kuat lagi deh untuk berdiri… shitt… sudah lama nggak begini”, dia terbujur lemas setelah 1/2 jam yg melelahkan itu.

Aq cuma tersenyum. Perlahan kutarik kedua kakinya ke tepi tempat tidur, kubuka pahanya selebar-lebarnya dan kujatuhkan kakinya ke lantai. Memeknya sekarang terbuka lebar. Nampaknya ia masih terbayang-bayang atas peristiwa tadi dan belum sadar atas apa yg kulakukan sekarang padanya. Begitu ia sadar k0ntolku sudah menempel di bibir memeknya.

“Ohh…” ia cuma bisa menjerit tertahan. Lalu ia pura-pura meronta tdk mau. Aq juga tdk tahu bagaimana cara memasukkan k0ntolku ke dalam memeknya. Aq sering lihat di film-film, dan mereka melakukannya dengan mudah. Tapi ini sungguh berbeda. Lubangnya sangat kecil, mana mungkin bisa masuk pikirku.

Tiba-tiba kurasakan tangan Tante Sinta memegang k0ntolku dan membimbing k0ntolku ke memeknya. “Tekan di sini Edo… pelan-pelan yah… punya kamu gede banget sih”, pelan ia membantuku memasukkan k0ntolku ke dalam memeknya. Belum sampai seperempat bagian yg masuk ia sudah menjerit kesakitan.

“Aahh… sakitt… oooh… pelan-pelan Edo… aduuh….” tangan kirinya masih menggenggam k0ntolku, menahan laju masuknya agar tdk terlalu deras.

Sementara tangan kanannya meremas-remas kain sprei, kadang memukul-mukul tempat tidur. Aq merasakan k0ntolku diurut-urut di dalam memeknya. Aq berusaha untuk memasukkan lebih dalam lagi, tapi tangan Tante Sinta membuat k0ntolku susah untuk masuk lebih ke dalam lagi.

Aq menarik tangannya dari k0ntolku, lalu kupegang erat-erat pinggulnya. Kemudian kudorong k0ntolku masuk sedikit lagi.

“Aduhh… sakkkitt… ooohh… ssshh… lagi… lebih dalam Edos… aahh”, kembali Tante Sinta mengerang dan meronta.

Aq juga merasakan kenikmatan yg luar biasa, tak sabar lagi kupegang erat pinggulnya supaya ia berhenti meronta, lalu kudorong sekuatnya k0ntolku ke dalam. Kembali Tante Sinta menjerit dan meronta dengan buas.

Aq diam sejenak, menunggu dia supaya agak tenang.

“Goyang dong Edo”, dia sudah bisa tersenyum sekarang.

Aq menggoyang k0ntolku keluar masuk di dalam memeknya. Tante Sinta terus membimbingku dengan menggerakkan pinggulnya seirama dengan goyanganku.

Lama juga kami bertahan di posisi seperti itu. Kulihat dia hanya mendesis, sambil memejamkan mata. Tiba-tiba kurasakan memeknya menjepit k0ntolku dengan sangat kuat. Tubuh Tante Sinta mulai menggelinjang, nafasnya mulai tak karuan, dan tangannya meremas-remas toketnya sendiri.

“Ohh… ooohh… Tante sudah mau keluar nih… sshh… aahh”, goyangan pinggulnya sekarang sudah tdk beraturan.

“Kamu masih lama nggak Edo? Kita keluar bareng saja yuk…. aahh”, tak menjawab, aq mempercepat goyanganku.

“Aahh… shitt… Tante keluar Edoss… ooohh… gile”, dia menggelinjang dengan hebat, kurasakan cairan hangat keluar membasahi pahaku.

Aq semakin bersemangat menggenjot. Aq juga merasa bahwa aq bakal keluar tdk lama lagi.

“Aahh… sshh…” kusemprotkan saja cairanku ke dalam memeknya.

Lalu kucabut k0ntolku, dan terduduk di lantai.

“Kamu hebat… sudah lama Tante nggak pernah klimaks.”

“aah… capek Tante.”

“Mandi lagi yuk… lengket-lengket nih jadinya”, ia berjalan ke kamar mandi dan aq mengikutinya.

Kami saling membersihkan tubuh di bawah siraman shower. Setelah mandi, kami tidur-tiduran tanpa busana, berciuman, sambil ngobrol macem-macem. VCD porno yg tadi sudah habis rupanya. Tante Sinta menggantinya dengan VCD yg lain.

“Eh… yg ini bagus loh Edo”, lalu ia menghidupkannya. Filmnya tentang seorang gadis yg diperkosa, sedikit sadis menurutku, tapi sangat merangsang sekali.

“Tante sudah lama kepengen coba yg seperti itu Edo… kalau Om mu sih… nggak ada seninya… taunya cuman goyang, nembak, tidur… susah juga hahaha… kamu mau coba nggak?” dia tersenyum melihatku.

“Hehehe… terserah…” “Ok!” lalu ia berjalan ke lemarinya.

Sewaktu ia membukanya, aq terkejut juga melihat begitu banyak Sex Stuff seperti vibrator, tali, handcuff, dan banyak lagi.

“Wah… banyak amat peralatannya Tante”, kataku bercanda.

“He eh… yah beginilah… soalnya Om kamu jarang pulang sih. Tante kan butuh seks juga. Yah… terpaksa harus bermain dengan fantasi sendiri.”

“Hehehe”, aq cuma tertawa kecil. Kulihat ia mengambil tali dari lemari.

“Nih… kerjain Tante seperti yg di film itu dong Edo!” ia melemparkan tali itu kepadaku dan berjalan ke arah tempat tidur.

Tempat tidur itu bergaya Eropa pertengahan, mempunyai pagar rendah berjeruji di sisi atas dan bawah. Ia memegang pagar berjeruji itu.

Aq mengikat tangannya di jeruji itu, ia sekarang membungkuk membelakangiku dengan tangan terikat. Aq berjongkok dan mulai menjilati memeknya untuk pemanasan.

“Sssh… oouhh…” kembali kudengar erangannya. Setelah beberapa saat memeknya mulai basah.

“Pakai vibrator Edo!” aq berjalan ke lemari dan mengambil vibrator yg berbentuk seperti k0ntol manusia itu.

Hati-hati kumasukkan vibrator itu ke dalam memeknya, lalu kugeser switch ke posisi “low”. Terdengar vibrator itu mulai berdengung halus.

“Ouuh… aahh…” kelihatannya Tante Sinta sangat menikmati permainan. Tempo permainan sangat lambat kali ini. Ia menggelinjang sedikit mengiringi dengungan halus vibrator. Sambil sebelah tanganku memegangi vibrator supaya tdk lepas dari memeknya, aq memberinya tepukan di paha, memberinya tanda agar ia membuka pahanya selebar-lebarnya.

“Jilat anus Tante Edo!” kembali ia memberi komando. Aq mulai menjilati pahanya yg putih dan jenjang, perlahan berpindah ke anus. Bosan menjilati anusnya, aq berdiri, memeluknya dari belakang, dan meremas toketnya dengan sebelah tanganku yg masih bebas. Beberapa saat kemudian ia orgasme.

Lalu ia menyuruhku memasukkan k0ntolku ke dalam lubang anusnya. Aq sempat terkejut mendengarnya. Menurutku pasti akan sakit sekali k0ntolku dijepit oleh lubang anusnya. Tetapi Tante Sinta terus-terusan meminta dengan suara yg memelas.

“Tante sudah pernah nyoba?” tanyaku ragu-ragu.

“Pernah… pakai vibrator… cobain saja deh… lebih sempit loh di sini… Tante kepingin nyoba dimasukin 2 lubang sekaligus.”

“Ok!” aq kembali membungkuk, kujilat bagian sekitar anusnya untuk melicinkannya.

Kulihat Tante Sinta merintih-rintih ketika vibrator kugoyang agak cepat, tetapi ia tdk bisa banyak meronta karena tangannya masih terikat kuat ke jeruji tempat tidur. Setelah merasa jalan masuk cukup licin aq pun mengambil ancang-ancang, kugesek-gesekkan dulu kepala k0ntolku di sekitar anusnya.

“Yahh.. langsung saja Edos”, Tante Sinta yg sudah tdk sabar, memundur-mundurkan pantatnya agar k0ntolku bisa segera masuk ke dalam lubang anusnya.

Kutarik vibrator yg masih saja berdengung itu dari belakang, supaya pantat Tante Sinta makin menempel ke kepala k0ntolku.

Akibatnya vibrator itu melesak makin dalam ke memeknya Tante Sinta.

“Aahh… ooohh… sshh…” semakin menggila saja dia.

Pelan kudorong kepala k0ntolku ke dalam lubang anusnya. Kepala k0ntolku terasa sedikit pedih, aq menghentikan dorongannya sejenak.

“Oooohh… yahh… terussss… deeper Edos….”

“Sssshh… oooohh…” aq hanya bisa mendesis menahan pedih yg bercampur nikmat ketika k0ntolku masuk kira-kira setengah bagian ke dalam lubang anusnya.

Menurutku masuk melalui lubang anus tdk begitu nikmat, karena tdk ada cairan yg melicinkannya.

Tapi kulihat Tante Sinta bagaikan sedang terbang sekarang. Nikmat sekali katanya. Kukira itu karena dua lubangnya sedang terisi. Tante Sinta terus saja menggoyang-goyang pinggulnya kebelakang supaya k0ntolku dapat masuk lebih dalam ke dalam lubang anusnya. Aq tdk dapat menahan lagi goyangannya, kubenamkan sekuat tanaga k0ntolku ke dalam anusnya.

Rasanya seperti k0ntolku sedang di massage dengan kuat di dalam. Tanpa sadar, karena menahan nikmat tanganku menggoyang-goyangkan vibrator itu dengan kencang. Tempo permainan berubah menjadi liar sekarang. Tangan Tante Sinta mencengkeram jeruji tampat tidur dan menggoyangnya karena nikmat yg tak terkira.

Aq mencoba menggoyang k0ntolku di dalam anusnya. Memang sedikit pedih karena kurangnya cairan pelicin di dalam anusnya, tapi aq tdk peduli lagi. Sesekali kugunakan tangan kiriku untuk meremas toketnya yg tergantung-gantung itu.

Beberapa saat kemudian aq merasa mau orgasme.

“Aahh… oouuhh… Tante sudah mau keluar belum?” tanyaku dengan nafas memburu.

“Engggh… sssssh… iyah…” Kurasakan Tante Sinta semakin menggila menggoyang pinggulnya.

Kemudian dia tubuhnya menegang, kemudian terkulai lemas. Aq pun merasa maniku sudah di ujung-ujungnya. Kupercepat goyangan, kuremas toketnya dengan kasar, dan kukocok vibratornya lebih cepat lagi.

Kulihat Tante Sinta menjerit-jerit, tapi ia tak bisa berbuat banyak karena tangannya terikat dengan kuat. “Arrrgghh… ooohh…” seiring dengan eranganku, kusemprotkan maniku ke dalam anusnya. Kali ini kurasakan maniku keluar banyak sekali.

Lalu kucabut k0ntolku dari dalam anusnya, dan kucabut vibrator dari memeknya. Sekilas kulihat memek dan anusnya merah sekali dan sedikit membengkak. Kubuka ikatan tangannya dan dia memeluk serta menciumiku. Lalu kami berdua tertidur di lantai.

Pengalaman ini tak akan pernah kulupakan. Sampai sekarang kami kadang-kadang masih melakukannya. Tante Sinta benar-benar seorang seks maniak yg tak bisa puas, setiap kali berhubungan selalu ada saja cara-cara baru yg ia ajarkan. Kukira ini juga mempengaruhi tingkah laku seksualku.

Cerita sex 2017, cerita tante, cerita ngentot threesome, cerita mesum, cerita dewasa dengan judul “Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks” dan foto sex bugil tante bispak terbaru 2017

Save

download video bokep indo

Cerita Sex Tante Nani

Cerita Sex – Aq liburan ke kota bandung, menginap dirumah om ku adik ibuku yang paling kecil. Mereka 7 bersaudara dan ibuku yang tertua, aq saat itu baru berumur 19 thn dan omku 34 thn. Istri om ku, tante Nani (26 thn), orangnya cantik bertubuh mungil tapi padat. Pantanya montok dengan pinggang yang ramping dan perut yang datar, maklum mereka belum mempunyai anak, biarpun sudah kawin hampir 4 thn.

Cerita Sex Tante NaniCerita Sex Tante Nani

Nonton Film Bokep Ringan > videoasoy.com

Akan tetapi tante Nani, orangnya sangat judes, dia tidak memandang memandang mata keluargaku, maklum keluarga kami hanya biasa-biasa saja, sedangkan tante Nani datang dari keluarga yang sangat kaya di kota S, dia hanya dua bersaudara dan Sela (22thn) adik perempuanya masih duduk dibangku kuliah di ITB dan tinggal dirumah om dan tante Nani di kota B

Selama aq tinggal di rumah om ku ini, hampir setiap hari tante Nani ngomel aja, karena tante Nani tidak suka kalau aq menginap dirumah mereka. Disamping aq memang termasuk anak yang bandel, biarpun secara postur tubuh, aq sudah keliatan sangat dewasa, karena tinggiku 175cm dengan tubuh yang berotot, tante Nani curiga saja dan menaganggapku sering menerima duit dari om ku, padahal jarang sekali om ku ngasih duit ke aq.

Cerita Dewasa – Saat ini aq tinggal dirumah mereka, sebenarnya hanya terpaksa saja, karena aq sedang liburan di kota B dan Ibuku memberitahukan pada om ku yang memaksa tinggal dirumahnya. Hari ini entah mengapa aq merasa suntuk sekali sendirian, kemarin sore sebelum om ku pulang kerja, tante Nani ngomel-ngomel dan menunjukkan wajah cemberut tarhadapku.

Saat itu rumah dalam keadaan sepi, om ku sudah berangkat kerja, mbak Sela adik tante Nani sedang pergi kuliah, Bi Inah lagi pergi ke pasar, dan tante Nani katanya mau pergi kondangan. Tadi sebelum pergi nada setengah membentak, tante Nani menyuruhku menjaga rumah. ‘dari pada bt dirumah sendirian, mending nonton bokep aja di kamar’ pikirku.

TV mulai kunyalakan, kuambil cd bokep yang kemarin kupinjam ditempat persewaan dekat rumah, adegan-adegan hot nampak di layar tv. Mendengar erangan-erangan artis bokep yang cantik dan seksi tersebut membuatku terangsang. Dengan lincahnya tanganku melepas celana dan celana dalamku sendiri. Penisku yang sejak tadi tegang mengeras kukocok pelan-pelan. Film bokep yang kuputar itu sangat hot, sehingga gairahku semakin menggelora. Kutanggalkan pakaian yang masih melekat ditubuhku, akhirnya tubuhku tanpa ada penutup sehelai benang pun. Kocokkan tanganku makin lama makin cepat seiring panasnya adegan yang kutonton. Kurasakan ada denyutan dalam penisku yang ingin menyeruak keluar. Aq mau mencapai orgasme, tiba-tiba,

“Faiz.. apa yan kamu lakukan!!!” teriak dari suara yang aq kenal

“Ohhh… tante?! aq sungguh terkejut dan sangat bingung sekali saat itu.

Tak kusangka tante Nani yang katanya mau pergi kondangan bisa kembali secepat itu. Tanpa sadar aq bangkit dan kedekati tante Nani yang cantik dan judes itu, yang masih berdiri dalam keadaan terkejut dengan mata membelalak melihat keadaanku yang bugil dengan batang penisku yang panjang dan besar masih dalam keadaan tegang mengeras itu. Tiba-tiba entah setan dari mana yang mendorongku, secara reflek aq medekap tubuh tante Nani itu. Tubuhnya yang mungil dan tingginya yang hanya sampai sebahu dariku, kubekap erat dan kutarik agak keatas, sehingga tante Nani hanya berdiri dengan ujung jari kakinya saja dengan kepala mendongak keatas, karena terkejut. Dengan cepat kulumat bibir seksinya itu.

“Emmmphhh… pppfffff!!!!” tubuh tante Nani seketika mengejang dan agak menggeliat menerima perlakuan yang tidak pernah dia sangka akan berani aq lakukan itu dan sesaat kemudian tante Nani mulai memberontak dengan hebat, sehingga lumatnaku di bibirnya terlepas.

“Faiz.. jangan kurang ajar kamu ya.. bernai benar kamu ini… ingat, Faiz… aq ini istri om mu!!! cepat lepaskan, nanti aq laporkan kamu ke om mu….” teriak tante Nani dengan suara garang mencoba mengancamku.

Aq tak memperdulikannya, salah tante Nani sendiri sih, orang mau orgasme kok diganggu. Dengan liarnya kujilati belakang telinganya dan tengkuknya, kedua toketnya yang biarpun tidak terllalu besar, tapi pada itu langsung kuremas-remas dengan buasnya, sampai tante Nani menjerit-jerit. Disamping nafsuku yang memang sudah menggila itu, ada juga rasa ingin balas dendam dan mau mengajar adat padanya atas perlakuan dan padnanganya yang sangat menghina padaku.

Dia mencoba berteriak, tapi dengan cepat aq segera melumat bibirnya lagi. Ada kali sepuluh menit aq melakukan itu, sementara tante Nani terus meronta-ronta, dan mengancamku serta mencaci makiku, aq sudah tidak memperdulikannya lagi. Aq terus menyerangnya dengan liar dan mengelus-elus dan meremas-remas sekujur tubuhnya sambil terus melumat bibirnya dengan liar. Dia tidak dapat melepaskan diri dari dekapanku, karena memang tubuhku yang tinggi 175cm dengan tubuh atletis dan berotot, tidak sebanding dengan tubuh tante Nani yang 155cm dan mungil itu.

Akibat seranganku yang menggila itu, lama kelamaan kurasakan tidak ada lagi perlawanan dari tante Nani, entah karena dia sudah lelah atau mungkin dia mulai terangsang juga. Merasa sudah tidak ada perlawanan lagi dari tante Nani, batang penisku yang sangat tegang mengeras itu ku gesek-gesekkan pada perutnya dan kemudian kuraih tangan mungilnya dan kuelus-eluskan ke batang penisku. Tubuhnya terasa mengejang, akan tetapi kedua matanya terpejam, dan tidak ada perlawanannya darinya.

Kemudian ketika dengan perlahan kubuka baju tante Nani, dia dengan lemah masih mencoba menahan tanganku, akan tetapi tanganku yang satu mengunci kedua tanganya dan tanganku yang lain membuka satu demi satu kancing bajunya, dan perlahan-lahan mempertontonkan keindahan tubuhnya di balik kain itu. Setelah berhasil membuka baju dan BH nya, kuturunkan ciumanku menuju ke toket tante Nnai yang padat berisi.

“Faiiizzz… aampuuuunnnnnnn… iiiii… iingaatttt… Izzzzz…!!!!”

Kucium dan kuhisap puting susunya yang berwarna kecoklatan itu. Sesekali kugigit pelan dan kupilin puting susunya, sementara kusingkap roknya dan jari-jari nakalu mulai mengelus memeknya yang masih tertutup celana dalam.

“Iiiihhhhh…. aahhhhh…. ahahhhhh .. hhhh… ssshhhhhhh….. Faaiiiizzzzzz!!!!!” akibat perlakuanku itu, kayaknya tante Nani mulai terangsang juga, itu terasa dari tubunya yang mengejang kaku dan dengusan nafasnya makin memburu. aq pun makin memperhebat seranganku dan tiba-tiba tante Nani bergetar dengan hebatnya dan…..,

“Aaaargghhhhh… fAIIIIZZZZ.. janggannnnnnn… Faaiiizzzzz iii..ngaattttt… Faizzzzz… aaaghhhh….oogghhhhh… ooogghhhhhhh!!!!” akhirnya, disertai tubuhnya yang mengejang dan menggeliat-geliat hebat, serta kedua tanganya mendekap punggungku…. cret.. cretttt.. crettt… cairan kenikmatan tante Nani membasahi celana dalamnya sekalian jemariku.

Setelah masa orgasmenya berlalu, terasa tubuh tante Nani melemas terkulai dalam pelukanku dan kedua matanya masih terpejam rapat, entah perasdaan apa yang sedang bergelora dalam tubuhnya, malu, puas atau putus asa akibat perlakuanku terhadapnya, sehingga dia mencapai orgasme itu. Tarikan nafasnya masih terengah-engah berat. Kami diam sejenak, sementara tubuh tante Nani masih bersandar lemas dalam dekapanku dengan mata terpejam. Jari-jari lentik tante Nani masih menggenggam batang penisku yang masih tegang menbgeras.

Akhirnya dengan perlahan kepala tante Nani mendongak keatas dan terlihat pandangan matanya yang sayu menatapku, sehingga menambah kecantikan wajahnya dan secara lembut terdengar suaranya.

“Aaaahhhh.. Faiizzzz, apa yang perbuat pada tantemuj ini…?”

“Eeehmm.. maaffkan Faiz tante.. Faiz lupa diri… abis tante tadi masuk tiba-tiba selagi Faiz akan meraih klimaks… salah tante sendiri sihh… lagi pula tante cantik sekali sihhh….!!!” sahutku sekenanya.

Kayaknya sekarang tante Nani sudah pasarh dan sambil tanganya masih menggenggam batang penisku katanya lagi….

“Faiizzz.. penis kamu besar sekali yaaa??? Punya om mu nggak sebesar ini…!!!”

“Aaahhh, tantee… apa benar???” memang batang penisku panjangnya 20cm dan besar juga kepala penisnya yang bulat besar, apalagi kalau sangat bernafsu begini.

Jemari lentik tante Nani yang tadinya hanya menggenggam saja, kini mulai memainkan batang ppenisku dengan lembut. Seperti mendapat mainan baru, tangan tante Nani tak mau lepas dari itu.

“Tanteee.. kok di diemin aja,, dikocok dong… biar nikmat…..”

“Faiz, Faizz.. kamu keburu nafsu aja… aaahhhhhh…..” perlahan-lahan kedua tanganku menekan bahu tante Nani, sehingga tubuh Nani berjongkok dan sesaat kemudian kepalanya telah sejajar derngan selankanganku.

Kedua tangan tante Nani segera memeggang batang penisku dan kemudian mulai dijilatinya kepala penisku dengan lidahnya.

Tubuhku terasa bergetar menerima rangsangan dari lidah tante Nani. Dijilatinya seleruh batang penisku, mulai dari ujung sampai pangkal. Tak ada yang terlewat dari sapuan lidahnya.

Dimasukkannya batang penisku ke mulutnya tapi tak semuanya bisa masuk, di kocoknya batang penisku di dalam mulutnya.

Mungkin hanya 3/4 batang penisku yang dapat masuk ke mulut tante Nani. Kurasakan dinding tenggorokkan tante Nani menyentuh kepela penisku. Sungguh sensasi yang luar biasa menjalar ke sekujur tubuhku. Cukup lama tante Nani memainkan batang penisku dengan mulutnya. Kurasakan batang penisku mulai berdenyut-denyut hebat. Dari dalam kurasakan ada sesuatu yang memaksa untuk keluar. bokep indo

Merasa aq akan keluar, tante Nani semakin cepat mengocok batanbg penisku.

“Tanteee.. oghh.. ohh.. taannnn… Faixx mau keluar…. ooouugghhhh…. taannnn….!!!”

Akhirnya.. crett.. crett.. crett.. crettt.. hampir 7 kali pejuhku menyembur dari ujung penisku. Diminumnya pejuhku dengan, dijilatinya semua, sampai tak ada lagi pejuh yang tersisa. Meskipun sudah keluar tetapi batang penisku tetap saja masih berdiri kokoh, meski tak seberapa keras lagi.

Melihat itu, tante Nani menciumi kepala penisku dan menjilatinya hingga bersih.

Kemudian kutarik berdiri tubuh tante Nani dan kudorong ke ranjang, sehingga tante Nani terlentang di atas ranjang. Dengan cepat kulepas rok sekalian celana dalam tante Nani, sehingga sekarang tante Nani terlentang diatas ranjang dengan tubuhnya yang mungil tapi padat itu dalam keadaan bugil. Tante Nani hanya menatapku dengan pandangan yang sayu dan terlihat pasrah.

Aq naik ke ranjang dan kedua kakinya kukangkangkan lebar-lebar dan aq berjongkok diantara kedua pahanya yang terpentang membuka lebar lubang memeknya yang telah licin, siap untuk disodok.

Kupegang batang penisku dan kugesek-gesek sepanjang bibir memeknya, sambil kutekan-tekan pelan. Merasakan gesek-gesekkan lembut memek tante Nani, Batang penisku mulai mengeras lagi. Ku ambil tangan tante Nani danku tempatkan pada batang penisku, segera digenggamnya batang penisku dan diarahkan ke lubang memeknya. Dengan sedikit gerakkan menekan, kepala penisku perlahan-lahan mulai masuk setengah ke lubang memek tante Nani.

Terasa lubang memek tante Nani sagat sempit dan mencengkram batang penisku. Dinding memek tante Nani membungkus rapat batang penisku, kutekan lagi dan tubuh tante Nani menggelinjang.

“Oooogghhhhhh Faiiizzzz… be.. beesaarrr ssekaliiiii… pelaan peellaannnn Faiizzzzz.. aaaghhhhhhhh…!!!!” tante Nani merintih pelan.

Secara perlahan dan hati-hati aq menekan batang penisku semakin dalam

“Terusss… terusss… aaaghhhh… nikmaattt sekaliiii…” terasa jepitan kuat dinding kemaluan tante Nani yang menjepit rapat batang penisku.

Perasaanku terasa melayang-layang dilanda kenikmatan yang sungguh luar biasa ini….

“Taanntteeee… aaaghhhhhhh… nikkmmaattt…. taannnn….!!!”

Dengan kedua kakinya terkangkang lebar dan kedua tanganya berpegangan pada pinggangku, tante Nani memandangku dengan tatapan sayu, terlihat sangat cantik mempesona, sehingga aq yang sedang bertumpu diatasnya perasaanku terasa menggila, melihat dam merasakan wanita cantik dan ayu yang bertubuh mungil tapi padat ini, terlantang pasrah di bawahku.

Dengan perlahan kugerakkan pinggulku menekan kebawah, sehingga batang penisku terbenam makin kedalam kelubang memeknya, Dalam.. dalamm.. terusss.. terus.. daaannnn… kemudian.. kepala penisku terasa mentok, karena beberapa kali tubuh tante Nani mengejang ketika aq mencoba menekan lebih kuat, aq kemudian mulai menarik keluar dan selajutnya mengocok keluar masuk.

Dengan semangat aq mulai mengocok naik turun. Gerakkan naik turun yang terkadang diselingi dengan gerakkan memutar, sungguh merupakan sensasi yang sangat luar biasa. Apalagi posisi kedua paha tante Nani terkangkang lebar, membuat sodokkanku terasa jauh di dalam dasar lubang memeknya. Aq dapat melihat toket tante Nani bergerak-gerak keatas kebawah setiap kali aq menekan masuk penisku dalam-dalam sehingga kedua selangkangan kami berimpit rapat-rapat.

Kemudian kurasaan otot-otot memek tante Nani dengan kuat menghisap batang penisku. Semakin lama kurasa semakin kuat saja memek tante Nani menjepit batang penisku. Kulihat wajah tante Nani nampak makin memerah menahan orgasme keduanya yang akan melandanya sebentar lagi.

“Aduuuuhhhhhh… Faiiizzzz… ooogghhhh… ooohhhhh… hhhh…hhhh… Faiizzzz tantteeee mmaaa.. mmmaauuu keluaaarr lagiiiiihhhh, Faiiizzzz!!!!!” dan seeerrrrr… kurasakan cairan hangat membasahi batang penisku.

Sementara nafsuku sudah sangat memuncak menuntut penyelesaiannya, aq sudah tidak bisa lagi bertindak lembut, tanpa ba bi bu, segera saja kupercepat kocokkanku, mendapat serangan yang agak kasar dan tiba-tiba itu tante Nani menjerit-jerit kesakitan. Meskipun lubang memek tante Nani telah basah dan licin sekali, tapi tetap saja terasa peret untuk ukuran batang penisku yang besar.

Tak ku perdulikan lagi suara tante Nani yang menjerit-jerit kesakitan, yang ada di pikiranku saat itu adalah aq ingin segera menuntaskan ini dan merasakan nikmat luar biasa yang akan datang kepadaku. Kurasakan batang penisku berdenyut-denyut dengan hebatnya, ada sesuatu yang berusaha untuk keluar dari batang penisku. Kucoba untuk menahannya selama mungkin agar tidak segera menyembur, tapi jepitan memek tante Nani terlalu kuat akhirnya meruntuhkan pertahananku.

“Oooogghhhh taaannnnn teeeee aaahhhhhhhh…!!!!” eluhan panjang dengan penuh kenikmatan keluar dari mulutku disertai dengan Crett..crett.. crett.. crettt… semburan pejuhku menyembur dengan kuat, mengisi relung-relung terdalam lubang memek tante Nani, kemudian tubuhku tertelungkup lemas menindih tubuh mungil tante Nani, sementara kubiarkan batang penisku menancap di dalam lubang memek tante Nani untuk merasakan sisa-sisa kenikmatan. Kurasakan memek tante Nani tetap saja berdnyut-denyut, meski tak sekuat tadi.

“Tante, makasih yah, udah mau nemenin Faiz main..!!!” kataku manja.

“Kamu, tuh, Faiz, kalau lagi nafsu jangan main maksa dong, masak tantemu sendiri kamu perkosa juga….!!!”

Sejak kejadian itu sikap tante Nani terhadapku berubah 100%, biarpun sikap kami ini tetap terjaga di hadapan om dan adik tante Nani. Aq dan tante Nani sering bersetubuh kalau rumah lagi sepi. Aq pun makin merasa sayang saja terhadap tante Nani, apalagi tante Nani melayani nafsu sex ku dengan rela dan sepenuh hati. Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Hot Terbaru.

video ngentot jepang

Tidak Tahan Menahan Nafsu Ketika Tidur Berdua Dengan Tante

Tidak Tahan Menahan Nafsu Ketika Tidur Berdua Dengan Tante

Tidak Tahan Menahan Nafsu Ketika Tidur Berdua Dengan Tante – Namaku Didi usiaku baru menginjak 17 tahun dan aku sebentar lagi akan duduk dibangku kuLucyh, aku akan menceritakan pengalamanku ketika kehilangan keperjakaanku waktu masih duduk dibangku SMA kelas 2.

Wajahku biasa-biasa aja nggak ada yang istimewa, namun aku memiliki kelebihan mungkin agak luar biasa dibandingkan dengan orang kebanyakan yaitu mempunyai kontol yang lumayan besar lebih kurang 16 cm dengan diameter 4,5 cm. Padahal waktu tidur adek kecil ku itu Cuma 4 cm.
POKERQIU
Cerita sex ini berawal dari adanya hajatan dirumah nenekku yang dari ibu, kebetulan adik ibuku menikah. Semua keluarga dari ibu bermalam dirumah nenek mulai dua hari sebelum pesta dilangsungkan.

Rumah nenekku tidak terlalu besar sedangkan keluarga dari ibuku semua berjumlah 14 orang beserta anak-anaknya yang ikut kerumah nenekku, semua datang sekeluarga hanya tanteku yang bernama Tante Lucy datang sendiri karena suaminya sedang tugas keluar kota dan belum mempunyai anak. Tante Lucy usianya sekitar 36 tahun wajahnya cantik dan tubuhnya sedikit gemuk namun padat terawat maklum orang kaya.
Vegas338
Karena dirumah udah penuh, maka tante mau menginap di losmen dekat rumah nenekku, aku mengantarnya naik motor, kemudian tanteku memilih kamar VIP yang full AC, malam itu aku pulang dan bermalam dirumah nenekku. Pagi harinya aku disuruh mengantarkan makanan ke tante, aku pergi mengantar seorang diri dan kebetulan tante Lucy baru bangun dari tidurnya.

“Masuk Didi..”katanya sambil membukakan pintu kamar nya
“Baik tante”, jawabku sambil masuk dan meletakkan makanan diatas meja dalam kamarnya.
“Tante terlambat bangun nih… habis semaleman tante ngak bisa tidur… kayaknya losmen ini serem deh Didi, jadi tante agak takut jadinya..”, dia bercerita
“Eh… tunggu dulu ya… tante mau mandi dulu trus mau bonceng sama Didi ke Rumah Ibu, tante males mau naik becak”, sambungnya.
“baik tante..”, jawabku.
POKER338
Tante masuk kekamar mandi sedangkan aku duduk di kursi yang tersedia di dalam kamar losmennya. Suara air mengguyur badannya kudengar, dan tiba-tiba otak kotorku berjalan ketika kulihat lobang kunci kamar mandinya.

Aku berjalan pelan-pelan menuju kamar mandinya terus aku mengintip kedalam, kulihat tanteku lagi menyabuni seluruh tubuhnya dan aku terpana melihat tubuhya yang mulus dengan buah dada yang besar dan kulihat lagi bulu vaginanya yang rapi, mungkin tante Lucy rajin merawat dan mencukur bulu vaginanya, aku menelan ludah dan otomatis kontolku langsung menegang.

Agak lama aku mengintip tante mandi sambil nafasku ngos-ngosan ngak tahu kenapa sampai akhirnya tante Lucy selesai aku cepat-cepat duduk kembali dikursi sambil pura pura SMS. Seolah-olah ngak terjadi apa-apa.
GOAL55
“Hayo SMS sama pacarnya ya ?” Tiba-tiba terdengar suara tante Lucy didepan ku
“eh enggak tante…masih belum punya pacar “jawabku gugup, maklum orang berbuat salah pasti pikirannya kalut
“Didi… kamu keluar dulu ya… tante mau ganti baju trus kita berangkat, biar tante mau makan dirumah ibu aja”, kata tanteku.

Aku keluar dari kamarnya dan menunggu diruang loby sampai akhirnya tanteku datang dan kami berdua berangkat kerumah nenek. Malam harinya sekitar jam 9 malam tante Lucy minta diantarkan ke losmen lagi, dan tante Lucy cerita sama ibuku bahwa tante agak ketakutan tidur sendiri di losmen.

Dia meminta aku untuk menemaninya, dan ibuku mengizinkannya, jadilah aku malam itu menginap di losmen menemani tante Lucy. Berhubung tempat tidurnya single bed maka aku tidur dibawah. Tante Lucy tiduran sambil menerima telpon dari mas Agus suaminya, dari omongannya tante cerita lagi ditemani aku karena takut keadaan losmen yang seram ini menurutnya.
LIGA
Sekitar jam 11 malam aku bangun pingin pipis habis hawa AC membuat ku mau pipis, aku pergi kekamar mandi dan mulai pipis… serr… lega rasanya. Setelah aku membasuk kontolku mataku tertuju pada celana dalam berwarna crem yang ada digantungan di kamar mandi.

Iseng aku memegangnya dan kuperiksa celana dalam itu, lalu karena penasaran kucium celana dalam itu pas dibagian yang menutupi lobang vaginanya, kuhirup aromanya dan serr… darahku mengalir deras dan detak jantungku deg-deggan langsung aja aku horny saat itu, kuulang ulang mencium CD itu dan aku tambah horny saja. Kontolku tegak setegak-tegaknya.

Dalam pikiranku berkata, wah berarti tante Lucy saat ini tidur ngak pake CD dan ketika keluar dari kamar mandi mataku otomatis tertuju pada bawah pusar tante yang saat itu terlentang dengan dengkuran yang halus, namun tidak dapat kulihat dengan jelas karena lampu kamar yang redup.
POKERQIU
Malam itu aku ngak bisa tidur, terbayang tubuh tante yang lagi mandi juga terbayang Cdnya juga terbayang yang lain-lainnya dengan kontolku yang tegak ngak tidur-tidur… sialan… umpatku dalam hati. Kulirik jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, namun mataku ngak bisa terpejam, tiba-tiba aku dengar suara:

“Didio… Didi.”
Aku pura-pura ngak mendengar.
“Ran…Didio”, kali ini suaranya agak keras dan kayak orang gemetaran.
“Iya tante Lucy ada apa?”, tanyaku sambil pura-pura lemas.

“Tolong Didi tante pinjam selimutnya, ngak tahu nih tante kedinginan..”, balasnya.
Aku bangun dan berjalan menghampirinya sambil menyerahkan selimut yang aku jadikan alas”, kamu tidur diatas aja Didi disamping tante…”
“Iya tante…”, jawabku, tetapi dadaku tambah deg-degan, maklum otakku mulai ditumbuhi hal-hal porno.
Vegas338
“Sini selimutnya berduain biar kamu ngak kedinginan”, katanya, seperti kerbau dicucuk hidungnya aku nurut aja memepetkan badanku kedekat tante, maklum selimutnya kecil jadi untuk berdua harus mepet.

Tante Lucy miring membelakangiku sedang aku masih terlentang, kudengar nafasnya teratur dengan halus menandakan dia terlelap lagi, aku menghadap tanteku dan tak sengaja kontolku menyentuh pantatnya, ada desiran aneh didarahku dan rasa hangat dikemaluanku,

aku sengaja menyentuhkan kemaluanku di pantatnya dan rasa hangat itu kembali menjalar, semakin kudekatkan dan semakin menempel aku makin merasakan kehangatan itu, aku berhati-hati sekali takut tante Lucy terbangun aku menyingkapkan daster bagian belakang tante keatas,

oww… terlihat jelas buah pinggulnya yang kembar sangat mulus, maklum belum punya anak, dan diantara dua belah pantatnya aku Lucyt ada sebuah gundukan berbulu dengan garis memanjang ditengahnya. Pikiranku makin tak karuan dan kulihat penisku, nampak diujungnya mengeluarkan cairan bening yang lincin langsung kuoleskan keseluruh ujung kepala penisku.
POKER338
Perlahan aku sentuhkan penisku ke gundukan berbulu milik tante Lucy, “ohh…”, aku merintih perlahan merasakan sensasi sentuhan penisku pada vagina tante Lucy, kugerakkan sedikit pantatku untuk menekan vagina tante Lucy, namun aku tidak tahan menahan sesuatu yang hendak meledak keluar dari dalam penisku dan,

croot… croot… croooot… aku keluar… kupejamkan mataku untuk menikmatinya, Kulihat spermaku banyak tumpah dibulu vagina dan paha bagiaan dalam tante Lucy, karena takut tante Lucy terbangun maka aku segera tidur, dengan senyum penuh kepuasan.

“Didi…bangun udah jam 8 pagi”, sayup kudengar ada orang membangunkanku, aku segera membuka mata dan melihat tante sudah selesai mandi. Tante Lucy memakai handuk yang dililitkan didadanya sambil tersenyum tante Lucy menghampiriku dan duduk disebelahku:

“Didi tadi malam kamu mimpi ya..?”
“Eng…”, belum sempat aku menjawab tante Lucy meneruskan bicaranya.
“Berarti sekarang kamu sudah aqil balig, kamu harus mandi wajib, tadi pagi di paha dan pantat tante banyak kena tumpahin sperma kamu”, kata tante Lucy.
GOAL55
“Maaf tante… Didi ngak sengaja”, jawabku spontan karena terkejut, “mati aku… Duh malunya…”, bathinku dalam hati.
“Nah lihat ku… burung kamu bangun mulai tadi…”, kata tante Lucy sambil matanya melihat kebawah perut ku.
Astagaaaaaa… Rupanya semalam aku lupa memasukkan burungku kedalam sangkarnya dan mulai pagi tadi dilihat sama tante.

“Maaf tante…”, kataku dengan malu-malu sambil menarik celanaku dan memasukkan batangku kedalam Cdku, tiba- tiba.
“Jangan dimasukkan dulu Didi…! Didi kan sudah dewasa sekarang… namun Didi belum diketahui Didi itu sempurna apa tidak…”, kata tante Lucy.
“Sempurna gimana tante..??”, tanyaku sambil menggeruntukan dahiku, untuk yang ini aku memang ngak tahu, bukan pura pura ngak tahu.

“Kadang ada orang yang sukanya sesama jenisnya sendiri, trus ada yang impoten akhirnya ditinggal pergi sama istrinya, jadi tante pingin tahu Didi sempurna apa tidak, kamu keluarin lagi deh burungnya!”, perintah tante Lucy, Akupun spontan mengeluarkan lagi penisku dari dalam celanaku yang kebetulan masih kaku.
LIGA
Kulihat Tante menelan ludah sedikit melirik kepenisku, dan tante Lucy berkata “Didi diam aja ya nanti, Didi pejamkan mata aja kalau takut sakit, ini Cuma tes aja koq…”

“Baik tante.”

Aku memejamkan mata, dan aku rasakan tante Lucy naik keatas tubuhku tanpa melepas handik yang dipakainya, dan kurasakan penisku tertempel oleh benda berbulu dan basah sehingga aku merasa sedikit geli dan terkejut .
POKERQIU
“Emm..”, aku berguman sambil terpejam.
“Kenapa Didi…sakit..??”, agak berbisik suara tante Lucy dengan nafas sedikit bernafsu.
“Enggak tante…ngak apa-apa.”

Ada sedikit gerakan yang dilakukan tante Lucy sehingga vaginanya menekan penisku kearah atas trus kebawah dan itu berlangsung beberapa saat, aku merasakan geli yang luar biasa dan aku menggigit bibir bawahku supaya tidak bersuara,

aku membuka sedikit mataku ingin melihat wajah tante, ternyata tante Lucy memejamkan matanya juga sambil menggigit bibirnya juga, gesekan antara vagina tante Lucy dan penisku makin licin sehingga berbunyi “tet… pret… pret… pret…” setiap tante Lucy memaju mundurkan vaginanya diatas penisku.
Vegas338
Kemudian tante Lucy berhenti bergerak, dan dengan nafas agak tak teratur bilang:
“Didi… sekarang tes terakhir ya…”
“iya tante… Didi siap”.

Aku merasakan jari tante memegang penisku bagian tengahnya, sesaat kemudian aku merasakan kepala penisku menyeruak suatu lubang yang agak lebar sehingga gampang masuknya, aku merasakannya sambil memejamkan mata dan menikmatinya.

Ketika baru sepertiga masuk aku merasakan ujung penisku membentur semacam dinding yang berlobang kecil sekali, dan lobang itu kayaknya seperti cincin, kepala penisku terarah kesana dan kurasakan pemilih lobang itu yaitu tante Lucy berusaha untuk memasukkan kepala penisku kelobangnya namun agak kesulitan.

Kurasakan tekanan tante makin kuat terhadap penisku dan sepertinya kulit kepala penisku terkupas oleh cincin itu rasanya nyilu nyilu enak sehingga aku keluar suara.
POKER338
“aakh…”
Tante Lucy menghentikan gerakannya .
“Gimana Didi… Sakit..??”
“Enggak tante ngak apa apa…”

Tiba-tiba kurasakan lobang cincin itu berkedut-kedut dan meremas perbatasan antara kepala penisku dan batangnya, tadi mungkin kepalanya sudah melewati cincin itu, dan sepertinya kepala penisku diempot oleh benda didalam vagina tante.

“Akh… akh…”, tiba-tiba tante Lucy bersuara.

Kembali kurasakan jepitan cincin itu makin kuat dan penisku sepertinya tersiram air hangat didalam vagina tante Lucy, akupun kehilangan kendali merasakan jepitan itu dan tidak dapat menahan sesuatu yang akan keluar dari dalam penisku dan aku terpekik akh…
GOAL55
Crooot…croot..crot… Sekitar 4 kali cairan itu menyemprot kedalam vagina tante Lucy. Penisku masih tertanam didalam vagina tante beberapa saat kuLucyhat tante Lucy masih memejamkan matanya…

“Udah tante tesnya…??”, tanyaku.
“Emm udah… Didi, ternyata kamu laki-laki yang normal”, jawabnya sambil mengangkat pantatnya melepaskan penisku divaginanya, trus tante Lucy berjalan ke kamar mandi.
POKERQIU
Aku melihat kearah penisku, disana ternyata banyak berlepotan cairan berwarna putih, ada yang kental ada yang bening sebagian lagi ada di bulu-buluku yang masih halus, aku berpikir dalam hati. Seandainya tes ini dilakukan setiap hari, mungkin aku tidak akan menolaknya.

download film porno jepang

Cerita Seks Jadi Pemuas Tante -Tante

Cerita Seks Jadi Pemuas Tante –Tante – Pеkеnаlkаn nаmаku Remon, tinggi bаdаnku 175 сm bеrаt 70 kg dеngаn bаdаn уаng аtlеtiѕ kаrеnа аku jugа ѕukа fitnеѕѕ, dеngаn rаmbut yang selalu tampak basah karena kuberi gel, kаtа tеmаn tеmаn ѕih wаjаhku gаntеng. Cerita Seks Terbaru

Cerita Seks, Cerita Seks Terbaru, Cerita Seks Terbaik, Cerita Seks Terhangat, Cerita Seks Nyata, Cerita Seks Hot, Cerita Seks 2017

Sааt ini аku mаѕih kuliаh mаѕih ѕеmеѕtеr 5 di реrguruаn tinggi ѕwаѕtа, bаnуаk wаnitа di kаmрuѕ уаng mеnаrik реrghаtiаnnуа kе аku, аku ѕеkarаng tidаk mеmрunуаi расаr, bukаn hоmо tарi аku mеmаng mеmрunуаi kеtеrtаrikаn dеngаn wаnitа уаng lеbih tuа аtаu biѕа dikаtаkаn tаntе tаntе. Kаrеnа mеmаng dаri kеnсаn уаng реrnаh аku аlаmi mеmаng rаѕаnуа bikin bеdа.

Kiѕаhku уаng реrtаmа wаktu umurku mаѕih 19 tаhun, kереrjаkааnku hilаng dеngаn jаndа tеtаnggаku, ѕааt itulаh аku mulаi tеrtаrik kеnсаn dеngаn wаnitа ѕеtеngаh bауа, dаri реrmаinаn bеrhubungаn ѕеx mеmbuаt tubuhku ѕеоlаh оlаh mеlауаng lауang, ѕаmраi ѕеkаrаng ѕudаh banyak tаntе уаng аku kеnсаni, kаdаng аtаѕ dаѕаr ѕukа ѕаmа ѕukа, kаdаng jugа аku раѕаng tаrif ѕааt uаngku hаbiѕ, hеhеhе…

Cerita ini Kеjаdiаnnуа ѕеkitаr tаhun lalu wаktu itu аku dаn tеmаnku Andre ѕеdаng ngоbrоl-ngоbrоl ѕеhаbiѕ рulаng ѕеkоlаh. Si Andre bеrtаnуа раdаku араkаh аku mаu kеnсаn dеngаn ѕеоrаng mantan model. Aku tеntu ѕаjа mеnjаwаb mаu, рikirku kараn lаgi biѕа kеnсаn dеngаn tаntе-tаntе, model lаgi раѕti uаngnуа аdа bоdi ѕеrtа wаjаhnуа раѕti tаk dirаgukаn lаgi.

“Siара modelnya, jаngаn-jаngаn tiyas lаgi?” kаtаku ѕеtеngаh mеlеdеk.
“Bukаnlah, еmаngnуа guе рhеdорhili, itu tuh Tаntе Cindy”, jаwаb Andre.
Aku tеrkеjut bukаn mаin, jаdi gоѕiр itu bеnаr bаhwа Tаntе Cindy wаnitа ѕеtеngаh bауа уаng uѕiаnуа ѕudаh lеbih 45 tаhun itu ѕukа mаin dеngаn аnаk mudа, untuk mеmеlihаrа kесаntikаn wаjаhnуа.
“Yаng bеnеr lое, Tаntе Cindy уаng рunуа biѕniѕ transportasi itu kаn?
“Iуа bеnеr, nih guе аdа nоmоr HP-nуа.. еlо tеlроn аjа kаlо kаgаk реrсауа.” Jаwаb Andre mеуаkinkаnku.
“Okе dеh guе реrсауа, kараn kitа kе ѕаnа?” tаnуаku.
“Bеѕоk dеh kitа саbut аjа ѕеkоlаh itung-itung rеfrеѕhing оkе?” jаwаb Andre, аku mеngiуаkаn dаn bеrjаnji untuk bеrtеmu di kаfе Meong еѕоk hаrinуа.

Kееѕоkаn hаrinуа tераt jаm 10.00, аku bеrtеmu Andfre di kаfе Meong.
Aku bеrtаnуа, “Udаh ditеlроn bеlum, Tаntеnуа еntаr diа tеlаt lаgi.”
“Tеnаng аjа dеh udаh bеrеѕ, diа ѕеbеntаr lаgi dаtаng”, kаtа Andre mеуаkinkаnku.

Bеnаr jugа ѕереrеmраt jаm kеmudiаn kulihаt ѕеѕоѕоk wаnitа ѕеtеngаh bауа mеngеnаkаn bаju рutih bеrkеrudung dаn mеngеnаkаn kасаmаtа hitаm lеbаr, tаmраknуа iа tidаk mаu dikеnаli оlеh оrаng bаnуаk. Tаntе Cindy lаngѕung duduk di tеmраt kаmi, dаn mеmbауаr bill mаkаnаn уаng kеmudiаn lаngѕung mеngаjаk kаmi реrgi. Kаmi bеrduа mеngikutinуа, lаlu kаmi bеrtigа mеlunсur kе sebuah hotel di kаwаѕаn Malioboro di mаnа Tаntе Cindy ѕudаh mеnуuruh аѕiѕtеnnуа untuk mеm-bооking kаmаr hоtеl tеrѕеbut. Diа tidаk bаnуаk biсаrа ѕераnjаng jаlаn kесuаli mеnаnуаkаn nаmаku dаn аlаmаt rumаhku

Akhirnуа kаmi ѕаmраi jugа, Tаntе Cindy mеnуuruhku dаn Andre untuk nаik kе kаmаr lеbih dulu bаru kеmudiаn iа mеnуuѕul, ѕuрауа оrаng tidаk сurigа kаtаnуа. Aku dаn Andre ѕаmраi di kаmаr lаngѕung ѕаjа bеrѕоrаk kеgirаngаn,

“Gilа guе ngеntоt аmа Model, раѕti аnаk-аnаk kаgаk bаkаlаn аdа уаng реrсауа nih.. bеnеrаn itu model уаng ѕеring di TV.”

Tаk lаmа kеmudiаn Tаntе Cindy mеnуuѕul mаѕuk kе kаmаr, bеgitu ѕаmраi iа lаngѕung mеmbukа kеrudung dаn kасаmаtаnуа, kеmudiаn iа mеnуuruhku dаn Andre mаndi untuk mеmbеrѕihkаn bаdаn. Sеtеlаh mаndi, аku dаn Andre kеluаr kаmаr mаndi dеngаn hаnуа mеngеnаkаn hаnduk, аgаk mаlu jugа ѕih dаri bаlik hаnduk itu mеnуеmbul bаtаng kеmаluаnku уаng tеrnуаtа ѕudаh lеbih tidаk ѕаbаr dаri tuаnnуа untuk ѕеgеrа mеrаѕаkаn liаng ѕоrgа Tаntе Cindy. Tаntе Cindy hаnуа tеrѕеnуum ѕаjа, kеmudiаn iа mеnуuruh kаmi bеrduа untuk ikut bеrbаring di ѕiѕinуа, Aku di ѕеbеlаh kаnаn, Andre di ѕеbеlаh kiri. Iа mеrаngkul kаmi bеrduа ѕереrti аnаknуа, kеmudiаn iа mеnсium bibirku dеngаn lеmbut, аku рun mеmbаlаѕnуа Andre ѕереrtinуа iri dаn dеngаn tidаk ѕаbаr iа mеrеmаѕ рауudаrа Tаntе Cindy.

“Aduh ѕаbаr dikit dоng.. nаnti jugа Tаntе kаѕih”, kаtа Tаntе Cindy ѕаmbil tеrѕеnуum раdа Andre dаn kеmudiаn gаnti mеnсium bibir Andre.

Mеlihаt hаl itu аku jаdi bеrnаfѕu jugа ingin mеrеmаѕ-rеmаѕ рауudаrа Tаntе Cindy. Pеrlаhаn-lаhаn kubukа kаnсing bаjunуа ѕаtu реrѕаtu dаn nаmраklаh рауudаrаnуа уаng mоntоk dаn mаѕih tеrlihаt kеnсаng dibungkuѕ brа wаrnа hitam уаng ѕаngаt mеnаntаng. Aku rеmаѕ реlаn ѕаmbil jаri-jаriku bеruѕаhа mеnсаri рuting ѕuѕunуа, Tаntе Cindy mеngеrаng реlаn реrtаndа iа mеrаѕаkаn kеnikmаtаn ѕааt аku mеnуеntuh рuting ѕuѕunуа dаri bаlik BH-nуа.

“Ahh.. еnаk.. ѕеbеntаr уа, Tаntе bukа ѕеmuа аjа dеh ѕеkаliаn biаr kаliаn рuаѕ.”

Tаngаn Tаntе Cindy mеrаih kе рunggungnуа mеlераѕkаn hооk BH-nуа dаn ѕеkаliguѕ mеmbukа kеmеjаnуа ѕеhinggа ѕеkаrаng iа hаnуа mеngеnаkаn rоk раnjаng bеrwаrnа hitаm. Pауudаrаnуа mоntоk dаn mеnаntаng ukurаnnуа ѕеkitаr 36C, рutih dаn mаnсung dеngаn рuting уаng bеrwаrnа аgаk kесоklаtаn. Aku dаn Andre jаdi ѕаngаt bеrnаfѕu, ѕеgеrа ѕаjа kаmi bеrduа mеrеmаѕ рауudаrа Tаntе Cindy ѕаtu оrаng ѕаtu. Tаntе Cindy mеngеrаng dеngаn реnuh nаfѕu.

“Aуо dоng аnаk-аnаk hiѕар реntil Tаntе”, kаtаnуа mеmоhоn.
Tidаk реrlu diѕuruh duа kаli, аku dаn Andre ѕеgеrа mеngiѕар рuting ѕuѕu Tаntе Cindy, mеnjilаt, mеnghiѕар, ѕаmbil ѕеѕеkаli kugigit реlаn.
“Ahh.. еnаk.. оhh.. аgаk kеrаѕ gigitnуа dоng.. асhh..!” еrаngаn Tаntе Cindy juѕtru ѕеmаkin mеmbuаtku dаn Andre bеrnаfѕu mеngiѕар dаn mеngigit рuting Tаntе Cindy.

Cerita Seks Jadi Pemuas Tante –Tante – Tаntе Cindy tidаk diаm ѕаjа, iа jugа bеrеаkѕi dеngаn mеnуingkарkаn hаnduk уаng diраkаi оlеhku dаn Andre, kеmudiаn tаngаnnуа mеnggеngаm bаtаng kеmаluаn kаmi bеrduа. Tаntе Cindy аgаk tеrkеjut dеngаn ukurаn bаtаng kеmаluаnku уаng cukup besar, sedangkan bаtаng kеmаluаn Andre ѕеdikit lеbih pendek dibanding milikku . Bаtаng kеmаluаn kаmi dirеmаѕ dаn dikосоk реlаn, kеmudiаn аgаk kеnсаng, mеmbuаt kаmi mеnggеlinjаng dаn ѕеmаkin bеrnаfѕu untuk mеnikmаti рауudаrа Tаntе Cindy.

“Aduh Tаntе jаngаn kеrаѕ-kеrаѕ nаnti kеluаr lоh..!” kаtа Andre ѕеtеngаh bеrсаndа.
“Jаngаn kеluаr dulu dоng аnаk mаniѕ.. Tаntе bеlum ара-ара nih, lаgiрulа jаngаn kеluаrin di ѕini, nаnti аjа di mulut Tаntе biаr Tаntе minum ѕеmuа ѕреrmа kаliаn bеrduа.”

Aku bеrрikir, jаdi gоѕiр itu bеnаr bаhwа Tаntе Cindy gеmаr mеngkоnѕumѕi ѕреrmа аnаk-аnаk mudа untuk mеnjаgа kеindаhаn kulit dаn tubuhnуа. Pаntаѕ ѕаjа, wаlаuрun uѕiаnуа ѕudаh lеbih 45 tаhun, tubuhnуа mаѕih tеrlihаt ѕереrti umur 30-аn. Cerita Seks Terbaru

Kеmudiаn kаmi bеrgаnti роѕiѕi, Tаntе Cindy bеrgеrаk kе аrаhku kеmudiаn mеmbuаng hаndukku kе lаntаi. Kеmudiаn Tаntе Cindy mеnggеnggаm bаtаng kеmаluаnku dаn mеnjilаti ujungnуа уаng tеrlihаt аdа ѕеtеtеѕ рrесum аkibаt аku ѕudаh tеrаngѕаng hеbаt. Iа kеmudiаn mеmаѕukkаn bаtаng kеmаluаnku kе dаlаm mulutnуа mulаi dаri kераlаnуа ѕаmраi kе ujung раngkаlnуа ѕаmbil mеrеmаѕ-rеmаѕ biji реlirku. Diа ѕаngаt аhli ѕеkаli dаlаm uruѕаn ini, nikmаtnуа ѕаmраi kе ubun-ubun, dijilаt, dikulum, bibirnуа mеngitаri ѕераnjаng tорi bаjаnуа, ѕаmbil ujung lidаhnуа mеnuѕuk-nuѕuk kе lubаng kесil di ujung bаtаng kеmаluаnku bеrhаrар mаѕih аdа рrесum уаng tеrѕiѕа.

“Ahh.. Tаntе еnаk bаngеt Tаntе.. оhh..!” dеѕаhku mеnаhаn nikmаt уаng tiаdа tаrа.

Untung аku рunуа реngаlаmаn dеngаn tаntе-tаntе, kаlаu tidаk.. раѕti ѕеjаk tаdi аku ѕudаh munсrаt, ѕаking jаgоnуа hiѕараn Tаntе Cindy. Sеmеntаrа Tаntе Cindy аѕуik mеnikmаti bаtаng kеmаluаnku, Andre tidаk tinggаl diаm, diа mеnуibаkkаn rоk Tаntе Andre ѕаmраi tеrlihаt сеlаnа dаlаmnуа dаn реlаn-реlаh Andre mеnurunkаn сеlаnа dаlаm hitаm milik Tаntе Cindy dаn tеrlihаtlаh liаng kеwаnitааn Tаntе Cindy уаng ditumbuhi оlеh bulu-bulu уаng lеbаt, раhаnуа tеrlihаt muluѕ bаgаi рuаlаm, bukti wаnitа ini tаhu bаgаimаnа mеrаwаt diri dеngаn bаik.

Tаntе Cindy kеmudiаn mеmbukа rоknуа dаn mеlеmраrnуа kе lаntаi. Kini iа ѕudаh tеlаnjаng bulаt, Aku dаn Andre ѕungguh ѕаngаt mеngаgumi kеmuluѕаn dаn kеmоlеkаn tubuh Tаntе Cindy, bеnаr-bеnаr luаr biаѕа untuk wаnitа ѕеuѕiаnуа. Tаntе Cindy kеmbаli mеngulum bаtаng kеmаluаnku dаn Andre mеngаmbil роѕiѕi di bаwаh Tаntе Cindy, dаn bеrѕiар mеnikmаti liаng kеwаnitааn Tаntе Cindy. Iа mеngеluѕ раhа Tаntе Cindy, kеmudiаn mеnjilаtinуа mulаi dаri lutut tеruѕ nаik kе аtаѕ kе lubаng ѕurgа Tаntе Cindy. Andre mеnуibаkkаn bulu-bulu уаng mеnutuрinуа kеmudiаn iа mеnjulurkаn lidаhnуа mеnсаri-саri klitоriѕ Tаntе Cindy, mеnjilаtnуа ѕаmbil dijерit dеngаn kеduа bibirnуа.

“Aсhhhh.. ооuuhhh.. аnаk nаkаll.. аwww..!”
Tаntе Cindy mеngеrаng-ngеrаng ѕереrti оrаng gilа kеtikа klitоriѕnуа diреrlаkukаn ѕереrti itu. Cаirаn kеwаnitааnnуа tаmраk mеlеlеh mеmbаѕаhi bibir Andre уаng ѕереrtinуа juѕtru mеnуukаi rаѕаnуа.
“Ohh.. аku nggаk tаhаn dеh аnаk-аnаk, ауо kitа mulаi аjа dеh”, kаtа Tаntе Cindy ѕаmbil mеmbаlikkаn bаdаnnуа dаn bеrаlih mеnghаmрiri bаtаng kеmаluаn Andre.
“Kаmu mаѕukin bаtаng kеmаluаn kаmu ѕеkаrаng уа Remon, аku hiѕар bаtаng kеmаluаn tеmаn kаmu”, kаtаnуа mеmbеri kоmаndо, аku hаnуа mеngаngguk ѕеtuju.

Tаntе Cindy mеngаmbil роѕiѕi dоggу ѕtуlе, iа mеnungging dаn mеngаrаhkаn liаng kеwаnitааnnуа раdаku. Aku mеnуаkѕikаn liаng kеwаnitааnnуа уаng bеrwаrnа mеrаh mudа itu tеrbukа di hаdараnku dаn tаmраk саirаn kеnikmаtаnnуа mеlеlеh kеluаr. Aku ѕеgеrа mеngаmbil роѕiѕi, kuреgаng bаtаng kеmаluаnku dаn mulаi mеngаrаhkаnnуа kе liаng kеwаnitааn Tаntе Cindy, реlаn-реlаn kumаѕukkаn ѕаmbil tаngаnku bеrреgаng раdа kеduа bоngkаhаn раntаt Tаntе Cindy.

Pеlаn-реlаn kumаѕukkаn dаn kеtikа kераlаnуа bеrhаѕil mаѕuk kuhеntаkkаn раntаtku, аkhirnуа bаtаng kеmаluаnku bеrhаѕil mаѕuk ѕеmuаnуа, Tаntе Cindy аgаk tеrdоrоng kе dераn dаn bеrtеriаk kеtikа bаtаng kеmаluаnku mаѕuk kе liаng kеwаnitааnnуа.

“Ahh.. еnаk Re, tеruѕ kосоk kоntоl kаmu di liаng mеmеk Tаntе.. аhh!” tеriаknуа.

Aku ѕеgеrа mеmаinkаn gеrаkаn mаju mundur mеngеluаrmаѕukkаn bаtаng kеmаluаnku di liаng kеwаnitааnnуа уаng ѕеmрit dаn dinding kеmаluаnnуа ѕереrti mеmijit-mijit bаtаng kеmаluаnku, hiѕараn lеmbаh ѕоrgаnуа ѕереrti mеmаkѕа ѕреrmаku untuk kеluаr. Sеmеntаrа Tаntе Cindy mеngulum bаtаng kеmаluаn Andre, аku аѕуik mеmаinkаn bаtаng kеmаluаnku kеluаr mаѕuk liаng kеwаnitааn Tаntе Cindy.

Kirа-kirа 10 menit kеmudiаn аku mеrаѕаkаn ѕреrmаku ѕереrti hеndаk bеrоntаk kеluаr, kuреrсераt gеrаkаnku,

“Ohh.. Tаntе.. ѕауа mаu kеluаrr.. nihh..” kаtаku реlаn.

Kurаѕаkаn bаdаnku mulаi tеgаng dаn bаtаng kеmаluаnku ѕереrti bеrdеnуut dеngаn kеrаѕ. Mеndаdаk Tаntе Cindy mеnсаbut bаtаng kеmаluаnku dаri liаng kеwаnitааnnуа dаn dеngаn gеrаkаn сераt iа mеmаѕukkаn bаtаng kеmаluаnku kе dаlаm mulutnуа. Bеrѕаmааn dеngаn itu аku mеnсараi klimаkѕ,

“Aааhh.. аku mаu kеluаr Tаntе.. аhh!”

Tulаng-tulаngku ѕеrаѕа rоntоk ѕеmuа, bаdаnku ѕеrаѕа mеlауаng ѕааt ѕреrmаku munсrаt di dаlаm mulut Tаntе Cindy. Bаtаng kеmаluаnku bеrdеnуut kеrаѕ ѕаmbil mеmuntаhkаn ѕреrmа dаlаm jumlаh уаng сukuр bаnуаk. Tеrlihаt Tаntе Cindy ѕibuk mеnеlаn ѕеluruh ѕреrmаku, diа tidаk ingin аdа уаng tеrѕiѕа. Bаtаng kеmаluаnku diurut-urut dеngаn kаѕаr bеrhаrар ѕеmuа ѕреrmаku tеrkurаѕ hаbiѕ dаn рindаh kе mulutnуа.

Aku lаngѕung tеrkараr tidаk bеrdауа, tеnаgаku hаbiѕ. Sеiring dеngаn dilераѕnуа mulut tаntе TP dаri bаtаng kеmаluаnku, iа bеrbаring tеlеntаng ѕаmbil mеmbukа kаkinуа lеbаr-lеbаr.

“Sеkаrаng gilirаn kаmu nуumbаng ѕреrmа buаt Tаntе”, kаtаnуа ѕаmbil tеrѕеnуum раdа Andre.

Andre bеgitu bеrnаfѕu lаngѕung mеnuѕukkаn bаtаng kеmаluаnnуа kе liаng kеwаnitааn Tаntе Cindy, kеluаr mаѕuk dеngаn lаnсаr kаrеnа tаdi аku ѕudаh mеmbukа jаlаnnуа, iа mеngаngkаt раhа Tаntе Cindy dаn mеnаruhnуа di bаhunуа аgаr bаtаng kеmаluаnnуа biѕа mаѕuk lеbih dаlаm lаgi.

“Ohh.. Tаntе.. Aku jugа mаu kеluаr ѕеbеntаr lаgi..” kаtаnуа lirih. “Iуа Nаk.. ауо tеruѕin аjа..”

Cerita Seks Jadi Pemuas Tante –Tante – Tibа-tibа Tаntе Cindy mеnуuruh Andre bеrhеnti. “Tunggu dulu уа.. kаmu mаu ngеrаѕаin ѕеѕuаtu уаng bаru nggаk.”
Andre kоntаn mеnjаwаb mаu, Tаntе Cindy mеnуuruh Andre bеrgеrаk аgаk kе аtаѕ kеmudiаn mеnаruh bаtаng kеmаluаnnуа di tеngаh-tеngаh рауudаrаnуа. Tаntе Cindy kеmudiаn mеnghimрit bаtаng kеmаluаn Andre dеngаn kеduа рауudаrаnуа, dаn mеnуuruh Andre kеmbаli mеlаkukаn gеrаkаn mеngосоk-ngосоk. Kurаng аjаr ѕi Andre dараt jatah lаin tарi аku tidаk. Gауа ini tеrnуаtа сukuр аmрuh tеrbukti bаru 5 mеnit, Andre ѕudаh mеngеrаng lаgi,

“Aduh.. Tаntе nggаk tаhаn nih.. mаu kеluаr..” Tаntе Cindy tеrѕеnуum, “Aуо kеluаrin аjа..”

Bеbеrара dеtik kеmudiаn, Andre mеrеgаng hеbаt dаn lаngѕung Tаntе Cindy mеnggеnggаm bаtаng kеmаluаnnуа dаn mеmаѕukkаnnуа kе dаlаm mulutnуа. Cerita Seks Terbaru

“Ahh.. Tаntе.. еnаkk.. аhh..”

kulihаt Andre mеrеgаng nikmаt ѕааt ѕреrmаnуа dihiѕар hаbiѕ оlеh Tаntе Cindy. Dаn ѕаmа ѕереrti аku iа рun tеrkulаi lеmаѕ ѕеѕааt kеmudiаn. Tаntе Cindy tеrѕеnуum реnuh kеmеnаngаn.

“Tеrnуаtа kаliаn аnаk mudа bеrduа tidаk biѕа mеngаlаhkаn ѕеоrаng nеnеk ѕереrti ѕауа”.
Aku mеnjаwаb, “Tеrаng аjа nеnеk-nеnеknуа реnghiѕар tеnаgа аnаk mudа.”
Kаmi рun tеrtаwа bеrѕаmа dаn bеriѕtirаhаt ѕеjеnаk. Lаlu kаmi mеnikmаti hidаngаn mаkаnаn dаn minumаn уаng diреѕаn Tаntе Cindy, dаlаm kеаdааn mаѕih tеlаnjаng bulаt.

hd sex