Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks

Orisex.com cerita sex 2017, cerita tante, cerita ngentot threesome, cerita mesum, cerita dewasa dengan judul “Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks” dan foto sex bugil tante bispak terbaru 2017

Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks
Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks

Kisahku ini bermula ketika umurku masih 17 thn, dimana aq masih duduk dibangku sekolah SMA, perkenalkan aq Edo aq keturunan Indo dan teman-temanku bilang aq orangnya ganteng. Tinggi badan 180cm, tdk begitu tinggi di bandingkan dengan papaq yg 185cm. Aq dilahirkan di Canada, tapi sewaktu umur 11 thn, papaq di tugaskan ke Medan. Jadi aq juga ikut, dan sekolah di sana. Mulanya q tinggal di Medan terasa asing juga. Tapi lama-kelamaan aq juga dapat terbiasa. Jujur aja, pemikiranku lebih condong kepada pemkiran-pemikiran Timur, mungkin karena didikan dri mamaq yg terlalu keras. Biarpun di negara barat sudah biasa terjadi hubungan sex remaja, namun aq belum pernah sekalipun melaqkannya dengan pacarku, well… at least pada saat itu.

Hari ini dimulai liburan natal. Papa tdk pulang ke Canada seperti biasanya, kata Papa kerjaanya baru banyak. Mamaq bilang ke aq kalau merasa bosan di sini sebaiknya aq pergi ke Jakarta, sekalian menjenguk nenek. Katanya aq juga bisa mencari tante Rida kalau ada waktu.

Tante Rida ini teman baik Mamaq. Sama seperti Mamaq, Tante Rida dulu juga kuliah di Canada, dan pernah tinggal cukup lama di sana. Aq sudah lama tdk pernah bertemu dengan tante Rida, tapi seingatku tante Rida itu orangnya cantik sekali. Usianya Tante Rida sekarang mungkin sekitar 32 thn, tante Rida lebih muda dari Mama. Waktu di Canada tante Rida sering menginap di rumah kami, dan bermain-main denganku. Akhirnya aq iyakan tawaran Mama untuk pergi ke Jakarta.

Singkat cerita, Hari kedua di Jakarta, aq minta di antar sopir ke rumah tante Rida. Rumahnya di derah jakarta selatan. Sebelumnya Mama sudah menelpon dan memberitahu tante Rida kalau aq akan datang pada hari itu. Dan akhirnya aq sampai di rumah tante Rida,

“Heiii… wah sudah besar kamu sekarang ya Edo.. sudah nggak tanda lagi tante sama kamu sekarang.. hehehehe” seingatku kira-kira begitulah katanya sewaktu pertama kali melihatku setelah beberapa tahun tdk berjumpa. Wajah tante Rida masih sama seperti dulu, tetap cantik, seakan tante Rida tdk bertambah tua sedikitpun.

“Oh yah… tuh supirnya disuruh pulang saja Edo… ntar kamu bawa saja mobil Tante kalau mau pulang”, aq pun mengiyakan, dan menyuruh pulang supirnya.

“Wah… besar sekali rumahnya yah Tante”, kataku sewaktu kami memasuki ruang tamu.

Aq dengar dari Mama sih, katanya suaminya Tante Sinta ini anak salah seorang konglomerat Jakarta, jadi nggak heran kalau rumahnya semewah ini. Setelah itu kami ngobrol-ngobrol, dia menanyakan keadaan Mama, Papa dan kakek.

Tante Sinta juga sudah lama tdk bertemu dengan Mama. Lumayan lama kami ngobrol, setelah itu dia mengajakku untuk makan malam.

“Makan dulu yuk Edo… tuh sudah disiapin makanannya sama si Ning”, katanya menunjuk ke pembantunya yg sedang menghidangkan makanan di meja makan.

“Kita nggak nunggu Om Joe?” aq menanyakan suaminya.

“Oh… nggak usah, Om mu nggak pulang malam ini katanya”,

“Oh… ok deh”, kataku sambil beranjak ke ruang makan. Rumah sebesar ini cuma dihuni sendirian dengan pembantunya. Berani juga Tanteku ini.

“Kamu berani pulang entar Edo? sudah malem loh ini”, katanya sambil melirik ke jam dinding yg sudah menunjukkan jam 7 lewat 30 menit. “Ah berani kok Tante…”

“Hmm… mending kamu tidur di sini saja deh malem ini… tuh ada kamar kosong di atas.”

“Umm… iyah deh… ntar aq telepon ke Kakek kalau gitu”, dalam hati, aq mengira bahwa Tanteku ini menyuruhku menginap karena dia takut sendirian di rumah, sama sekali tdk ada pikiran negatif dalam otakku sewaktu aq mengiyakan tawarannya.

Sehabis makan, aq pun menelepon ke rumah kakek, dan memberitahu bahwa hari ini aq menginap di rumah Tante Sinta.

“Oh iyah… kalau kamu mau mandi air panas, pakai saja kamar mandi Tante. Ntar kamu pakai saja bajunya Om Joe. Yuk sini!”

“He… eh”, aq mengangguk sambil mengikutinya.

Kamar mandi yg dimaksud terletak di dalam kamarnya. Kamarnya benar-benar mewah dan besar. Dengan tempat tidur ukuran double di tengah-tengah ruangan, mini theatre set, dan sebuah kamar mandi di sudut ruangan.

“Nih… coba… bisa pakai nggak kamu?” dia memberikan T-shirt dan celana pendek kepadaku.

“Bisa kayaknya”, aq pun mengambil pakaian itu dan membawanya ke kamar mandi.

Sehabis dari kamar mandi, aq sempat sedikit kaget melihat Tante Sinta.

Dia mengenakan baju tidur tipis, tidur tengkurap di atas tempat tidur. Kelihatan dengan jelas celana dalamnya, tapi aq tdk melihat tali BH di punggungnya. Terangsang juga aq melihat pemandangan seperti itu. Kelihatannya ia tertidur saat menonton TV.

TV-nya masih menyala. Aq berjalan ke arah TV, bermaksud mematikannya. Melihat adegan panas yg sedang berlangsung di TV, mendadak aq terdiam pas di depan TV. Kulihat ke belakang, Tante Sinta masih tidur.

Aq berdiri menonton dulu, sekedar iseng. 5 menit lagi ah baru kumatikan, begitu pikiranku saat itu.

“Hey…” saat aq sedang asyik menonton, tiba-tiba terdengar teguran halus Tante Sinta, diikuti oleh tawa tertahannya.

Aq benar-benar malu sekali waktu itu. Aq berbalik ke belakang sambil tersenyum malu-malu. Waktu aq berbalik, kulihat Tante Sinta sudah duduk tegak di atas tempat tidur. Samar-samar terlihat puting susunya dari balik baju tidurnya yg tipis.

“Kirain Tante sudah tidur… hehe”, kataku asal-asalan sambil berjalan hendak keluar dari kamar.

“Edo… bisa tolong pijitin badan Tante? Pegel nih semua”, terdengar suara helaan nafas panjang, dan suara kain jatuh ke lantai.

Saat aq berbalik hendak menjawab, kulihat Tante Sinta sudah kembali tidur tengkurap di tempat tidur, tapi kali ini tanpa baju tidur, satu-satunya yg masih dikenakannya adalah celana dalamnya.

“Ya…” hanya itu saja yg bisa keluar dari mulutku. Aq pun berjalan ke arah Tante Sinta. Sedikit canggung, kuletakkan tanganku di atas bahunya.

“Engghh…” terdengar dia mengerang perlahan.

“Om Joe kapan pulangnya Tante?” kuatir juga aq ketahuan oleh suaminya.

“Emm… mungkin minggu depan… nggak tau deh… kalau Om mu sih… jarang di rumah. Mungkin seminggu pulang sekali”, dalam hatiku merasa kasihan juga kepada Tante Sinta. Pantas saja dia merasa kesepian.

“Fhhuuuhh…” kembali terdengar helaan nafas panjang.

“Kamu sudah punya pacar Edo?” tanyanya memecah keheningan.

“Yah… di Medan.”

“Hehehe… cantik nggak Edo?” Tante Sinta memang dari dulu senang bercanda.

Sangat berbeda dengan ibuku yg kadang bersikap agak tertutup, Tante Sinta adalah penganut kebebasan Barat.

Aq hanya tersenyum saja menjawab pertanyaannya.

“Turun dikit Edo!” aq pun menurunkan pijatanku dari bahu ke punggungnya.

“Kamu duduk saja di atas pantat Tante… supaya bisa lebih kuat pijitannya.”

Aq yg semula mengambil posisi duduk di sampingnya, sekarang duduk di atas pantatnya.

“Unghh… berat kamu”, mendengus tertahan dia waktu kududuk di atasnya.

“Hehehe… tapi katanya suruh duduk di sini”, cuek saja aq melanjutkan pijatanku.

K0ntolku sudah terasa menegang sekali, sesekali kutekan kuat-kuat k0ntolku ke pantat Tante Sinta. Walaupun aq masih memakai celana lengkap, namun sudah terasa nikmat dan hangat sewaktu k0ntolku kutekan ke pantatnya.

“Iiihh… nakal ya… bilangin Mama kamu lho”, katanya sewaktu merasakan k0ntolku menekan-nekan pantatnya.

“Sudah belom Tante? sudah cape nih”, kataku setelah beberapa menit memijat punggungnya.

“Iyah… kamu berdiri dulu deh… Tante mau balik”, aq berdiri, dan Tante Sinta sekarang berbalik posisi.

Sekarang aq bisa melihat wajahnya yg cantik dengan jelas, toketnya yg masih kencang itu berdiri tegak di hadapanku.

Puting susunya yg merah kecoklatan terlihat begitu menantang. Aq sampai terbengong beberapa detik dibuatnya.

“Hey… pijit bagian depan dong sekarang”, katanya.

Aq duduk di atas pahanya, kuremas dengan lembut kedua toketnya.

Lalu kupuntir-puntir puting susunya dengan jari-jariku.

“Ihh… geli… hihihihi…” dia cekikikan. Aq benar-benar sudah tdk bisa mengendalikan nafsuku lagi.

Sekarang ini yg ada dalam otakku hanyalah bagaimana memuaskan Tante Sinta, memberinya kepuasan yg selama ini jarang ia dapatkan dari suaminya.

Rasa kasihan akan Tante Sinta yg telah lama merindukan kehangatan laki-laki bercampur dengan nafsuku sendiri yg sudah menggelora. Aq menarik celana dalamnya dengan agak kasar. Kulihat dia hanya diam saja sambil memejamkan matanya pasrah.

Kuakui inilah pertama kalinya aq melihat wanita telanjang secara nyata. Tapi agaknya aq tdk begitu canggung, sepertinya aq melakukan semuanya dengan begitu alamiah. Tante Sinta membuka lebar kedua pahanya begitu celana dalamnya kulepas.

Nonton film xxx ringan di hp >>> videoasoy.com

Kulihat dengan jelas memeknya dengan bulu-bulu halus yg dicukur dengan rapi membentuk segitiga di sekitarnya. “Sudah sering beginian yah kamu Edo?” tanyanya heran juga melihat aq begitu mantap.

“Ehh… nggak kok… baru sekali Tante”, nafasku sudah memburu, kata-kata pun sudah sulit kuucapkan dengan tenang.

Kulihat nafas Tante Sinta juga sudah mulai memburu, berkali-kali ia menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.

“Jilatin dong Edo!” katanya memelas.

Mulanya aq ragu-ragu juga, tapi kudekatkan juga kepalaku ke memeknya. Tdk ada bau tdk enak sama sekali, Tante Sinta rajin menjaga kebersihan memeknya aq kira. Kujulurkan lidahku menjilati dari bawah menuju ke pusar. Beberapa menit aq bermain-main dengan memeknya.

Tante Sinta hanya bisa mengerang dan menggelinjang kecil menahan nikmat. Kulihat ia meremas sendiri toketnya dan memuntir-muntir sendiri puting susunya. Aq berdiri sebentar, melepaskan semua pakaianku.

Bengong dia melihat k0ntolku yg 18 cm itu. Aq cuma tersenyum kepadanya, dan melanjutkan menjilati memeknya. Beberapa saat kemudian ia meronta dengan kuat.

“aahh… ohh God… aargghh…” bagaikan gila, dia menjepit kepalaku dengan pahanya, lalu menekan kepalaku supaya menempel lebih kuat lagi ke memeknya dengan dua tangannya.

Aq susah bernafas dibuatnya.

“Lagi… arghh… clitorisnya Edos… ssshh… yah… yah… lagi… oooohh…” semakin menggila lagi dia ketika aq mengulum clitorisnya, dan memainkannya dengan lidahku di dalam mulut.

Aq memasukkan lidahku sedalam-dalamnya ke dalam lubang memeknya. Bau cairan kewanitaan semakin keras tercium. memeknya benar-benar sudah basah. Tiba-tiba dia menjambak rambutku dengan kuat, dan menggerakkan kepalaku naik turun di memeknya dengan cepat dan kasar.

Lalu ia menegang, dan tenang. Saat itu juga aq merasa cairan hangat semakin banyak mengalir keluar dari memeknya. Aq jilati semuanya. “Ohh… God… bener-benar hebat kamu Edo… lemas Tante… aahh… nggak kuat lagi deh untuk berdiri… shitt… sudah lama nggak begini”, dia terbujur lemas setelah 1/2 jam yg melelahkan itu.

Aq cuma tersenyum. Perlahan kutarik kedua kakinya ke tepi tempat tidur, kubuka pahanya selebar-lebarnya dan kujatuhkan kakinya ke lantai. Memeknya sekarang terbuka lebar. Nampaknya ia masih terbayang-bayang atas peristiwa tadi dan belum sadar atas apa yg kulakukan sekarang padanya. Begitu ia sadar k0ntolku sudah menempel di bibir memeknya.

“Ohh…” ia cuma bisa menjerit tertahan. Lalu ia pura-pura meronta tdk mau. Aq juga tdk tahu bagaimana cara memasukkan k0ntolku ke dalam memeknya. Aq sering lihat di film-film, dan mereka melakukannya dengan mudah. Tapi ini sungguh berbeda. Lubangnya sangat kecil, mana mungkin bisa masuk pikirku.

Tiba-tiba kurasakan tangan Tante Sinta memegang k0ntolku dan membimbing k0ntolku ke memeknya. “Tekan di sini Edo… pelan-pelan yah… punya kamu gede banget sih”, pelan ia membantuku memasukkan k0ntolku ke dalam memeknya. Belum sampai seperempat bagian yg masuk ia sudah menjerit kesakitan.

“Aahh… sakitt… oooh… pelan-pelan Edo… aduuh….” tangan kirinya masih menggenggam k0ntolku, menahan laju masuknya agar tdk terlalu deras.

Sementara tangan kanannya meremas-remas kain sprei, kadang memukul-mukul tempat tidur. Aq merasakan k0ntolku diurut-urut di dalam memeknya. Aq berusaha untuk memasukkan lebih dalam lagi, tapi tangan Tante Sinta membuat k0ntolku susah untuk masuk lebih ke dalam lagi.

Aq menarik tangannya dari k0ntolku, lalu kupegang erat-erat pinggulnya. Kemudian kudorong k0ntolku masuk sedikit lagi.

“Aduhh… sakkkitt… ooohh… ssshh… lagi… lebih dalam Edos… aahh”, kembali Tante Sinta mengerang dan meronta.

Aq juga merasakan kenikmatan yg luar biasa, tak sabar lagi kupegang erat pinggulnya supaya ia berhenti meronta, lalu kudorong sekuatnya k0ntolku ke dalam. Kembali Tante Sinta menjerit dan meronta dengan buas.

Aq diam sejenak, menunggu dia supaya agak tenang.

“Goyang dong Edo”, dia sudah bisa tersenyum sekarang.

Aq menggoyang k0ntolku keluar masuk di dalam memeknya. Tante Sinta terus membimbingku dengan menggerakkan pinggulnya seirama dengan goyanganku.

Lama juga kami bertahan di posisi seperti itu. Kulihat dia hanya mendesis, sambil memejamkan mata. Tiba-tiba kurasakan memeknya menjepit k0ntolku dengan sangat kuat. Tubuh Tante Sinta mulai menggelinjang, nafasnya mulai tak karuan, dan tangannya meremas-remas toketnya sendiri.

“Ohh… ooohh… Tante sudah mau keluar nih… sshh… aahh”, goyangan pinggulnya sekarang sudah tdk beraturan.

“Kamu masih lama nggak Edo? Kita keluar bareng saja yuk…. aahh”, tak menjawab, aq mempercepat goyanganku.

“Aahh… shitt… Tante keluar Edoss… ooohh… gile”, dia menggelinjang dengan hebat, kurasakan cairan hangat keluar membasahi pahaku.

Aq semakin bersemangat menggenjot. Aq juga merasa bahwa aq bakal keluar tdk lama lagi.

“Aahh… sshh…” kusemprotkan saja cairanku ke dalam memeknya.

Lalu kucabut k0ntolku, dan terduduk di lantai.

“Kamu hebat… sudah lama Tante nggak pernah klimaks.”

“aah… capek Tante.”

“Mandi lagi yuk… lengket-lengket nih jadinya”, ia berjalan ke kamar mandi dan aq mengikutinya.

Kami saling membersihkan tubuh di bawah siraman shower. Setelah mandi, kami tidur-tiduran tanpa busana, berciuman, sambil ngobrol macem-macem. VCD porno yg tadi sudah habis rupanya. Tante Sinta menggantinya dengan VCD yg lain.

“Eh… yg ini bagus loh Edo”, lalu ia menghidupkannya. Filmnya tentang seorang gadis yg diperkosa, sedikit sadis menurutku, tapi sangat merangsang sekali.

“Tante sudah lama kepengen coba yg seperti itu Edo… kalau Om mu sih… nggak ada seninya… taunya cuman goyang, nembak, tidur… susah juga hahaha… kamu mau coba nggak?” dia tersenyum melihatku.

“Hehehe… terserah…” “Ok!” lalu ia berjalan ke lemarinya.

Sewaktu ia membukanya, aq terkejut juga melihat begitu banyak Sex Stuff seperti vibrator, tali, handcuff, dan banyak lagi.

“Wah… banyak amat peralatannya Tante”, kataku bercanda.

“He eh… yah beginilah… soalnya Om kamu jarang pulang sih. Tante kan butuh seks juga. Yah… terpaksa harus bermain dengan fantasi sendiri.”

“Hehehe”, aq cuma tertawa kecil. Kulihat ia mengambil tali dari lemari.

“Nih… kerjain Tante seperti yg di film itu dong Edo!” ia melemparkan tali itu kepadaku dan berjalan ke arah tempat tidur.

Tempat tidur itu bergaya Eropa pertengahan, mempunyai pagar rendah berjeruji di sisi atas dan bawah. Ia memegang pagar berjeruji itu.

Aq mengikat tangannya di jeruji itu, ia sekarang membungkuk membelakangiku dengan tangan terikat. Aq berjongkok dan mulai menjilati memeknya untuk pemanasan.

“Sssh… oouhh…” kembali kudengar erangannya. Setelah beberapa saat memeknya mulai basah.

“Pakai vibrator Edo!” aq berjalan ke lemari dan mengambil vibrator yg berbentuk seperti k0ntol manusia itu.

Hati-hati kumasukkan vibrator itu ke dalam memeknya, lalu kugeser switch ke posisi “low”. Terdengar vibrator itu mulai berdengung halus.

“Ouuh… aahh…” kelihatannya Tante Sinta sangat menikmati permainan. Tempo permainan sangat lambat kali ini. Ia menggelinjang sedikit mengiringi dengungan halus vibrator. Sambil sebelah tanganku memegangi vibrator supaya tdk lepas dari memeknya, aq memberinya tepukan di paha, memberinya tanda agar ia membuka pahanya selebar-lebarnya.

“Jilat anus Tante Edo!” kembali ia memberi komando. Aq mulai menjilati pahanya yg putih dan jenjang, perlahan berpindah ke anus. Bosan menjilati anusnya, aq berdiri, memeluknya dari belakang, dan meremas toketnya dengan sebelah tanganku yg masih bebas. Beberapa saat kemudian ia orgasme.

Lalu ia menyuruhku memasukkan k0ntolku ke dalam lubang anusnya. Aq sempat terkejut mendengarnya. Menurutku pasti akan sakit sekali k0ntolku dijepit oleh lubang anusnya. Tetapi Tante Sinta terus-terusan meminta dengan suara yg memelas.

“Tante sudah pernah nyoba?” tanyaku ragu-ragu.

“Pernah… pakai vibrator… cobain saja deh… lebih sempit loh di sini… Tante kepingin nyoba dimasukin 2 lubang sekaligus.”

“Ok!” aq kembali membungkuk, kujilat bagian sekitar anusnya untuk melicinkannya.

Kulihat Tante Sinta merintih-rintih ketika vibrator kugoyang agak cepat, tetapi ia tdk bisa banyak meronta karena tangannya masih terikat kuat ke jeruji tempat tidur. Setelah merasa jalan masuk cukup licin aq pun mengambil ancang-ancang, kugesek-gesekkan dulu kepala k0ntolku di sekitar anusnya.

“Yahh.. langsung saja Edos”, Tante Sinta yg sudah tdk sabar, memundur-mundurkan pantatnya agar k0ntolku bisa segera masuk ke dalam lubang anusnya.

Kutarik vibrator yg masih saja berdengung itu dari belakang, supaya pantat Tante Sinta makin menempel ke kepala k0ntolku.

Akibatnya vibrator itu melesak makin dalam ke memeknya Tante Sinta.

“Aahh… ooohh… sshh…” semakin menggila saja dia.

Pelan kudorong kepala k0ntolku ke dalam lubang anusnya. Kepala k0ntolku terasa sedikit pedih, aq menghentikan dorongannya sejenak.

“Oooohh… yahh… terussss… deeper Edos….”

“Sssshh… oooohh…” aq hanya bisa mendesis menahan pedih yg bercampur nikmat ketika k0ntolku masuk kira-kira setengah bagian ke dalam lubang anusnya.

Menurutku masuk melalui lubang anus tdk begitu nikmat, karena tdk ada cairan yg melicinkannya.

Tapi kulihat Tante Sinta bagaikan sedang terbang sekarang. Nikmat sekali katanya. Kukira itu karena dua lubangnya sedang terisi. Tante Sinta terus saja menggoyang-goyang pinggulnya kebelakang supaya k0ntolku dapat masuk lebih dalam ke dalam lubang anusnya. Aq tdk dapat menahan lagi goyangannya, kubenamkan sekuat tanaga k0ntolku ke dalam anusnya.

Rasanya seperti k0ntolku sedang di massage dengan kuat di dalam. Tanpa sadar, karena menahan nikmat tanganku menggoyang-goyangkan vibrator itu dengan kencang. Tempo permainan berubah menjadi liar sekarang. Tangan Tante Sinta mencengkeram jeruji tampat tidur dan menggoyangnya karena nikmat yg tak terkira.

Aq mencoba menggoyang k0ntolku di dalam anusnya. Memang sedikit pedih karena kurangnya cairan pelicin di dalam anusnya, tapi aq tdk peduli lagi. Sesekali kugunakan tangan kiriku untuk meremas toketnya yg tergantung-gantung itu.

Beberapa saat kemudian aq merasa mau orgasme.

“Aahh… oouuhh… Tante sudah mau keluar belum?” tanyaku dengan nafas memburu.

“Engggh… sssssh… iyah…” Kurasakan Tante Sinta semakin menggila menggoyang pinggulnya.

Kemudian dia tubuhnya menegang, kemudian terkulai lemas. Aq pun merasa maniku sudah di ujung-ujungnya. Kupercepat goyangan, kuremas toketnya dengan kasar, dan kukocok vibratornya lebih cepat lagi.

Kulihat Tante Sinta menjerit-jerit, tapi ia tak bisa berbuat banyak karena tangannya terikat dengan kuat. “Arrrgghh… ooohh…” seiring dengan eranganku, kusemprotkan maniku ke dalam anusnya. Kali ini kurasakan maniku keluar banyak sekali.

Lalu kucabut k0ntolku dari dalam anusnya, dan kucabut vibrator dari memeknya. Sekilas kulihat memek dan anusnya merah sekali dan sedikit membengkak. Kubuka ikatan tangannya dan dia memeluk serta menciumiku. Lalu kami berdua tertidur di lantai.

Pengalaman ini tak akan pernah kulupakan. Sampai sekarang kami kadang-kadang masih melakukannya. Tante Sinta benar-benar seorang seks maniak yg tak bisa puas, setiap kali berhubungan selalu ada saja cara-cara baru yg ia ajarkan. Kukira ini juga mempengaruhi tingkah laku seksualku.

Cerita sex 2017, cerita tante, cerita ngentot threesome, cerita mesum, cerita dewasa dengan judul “Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks” dan foto sex bugil tante bispak terbaru 2017

Save

download video bokep indo

Cerita Sex Tante Nani

Cerita Sex – Aq liburan ke kota bandung, menginap dirumah om ku adik ibuku yang paling kecil. Mereka 7 bersaudara dan ibuku yang tertua, aq saat itu baru berumur 19 thn dan omku 34 thn. Istri om ku, tante Nani (26 thn), orangnya cantik bertubuh mungil tapi padat. Pantanya montok dengan pinggang yang ramping dan perut yang datar, maklum mereka belum mempunyai anak, biarpun sudah kawin hampir 4 thn.

Cerita Sex Tante NaniCerita Sex Tante Nani

Nonton Film Bokep Ringan > videoasoy.com

Akan tetapi tante Nani, orangnya sangat judes, dia tidak memandang memandang mata keluargaku, maklum keluarga kami hanya biasa-biasa saja, sedangkan tante Nani datang dari keluarga yang sangat kaya di kota S, dia hanya dua bersaudara dan Sela (22thn) adik perempuanya masih duduk dibangku kuliah di ITB dan tinggal dirumah om dan tante Nani di kota B

Selama aq tinggal di rumah om ku ini, hampir setiap hari tante Nani ngomel aja, karena tante Nani tidak suka kalau aq menginap dirumah mereka. Disamping aq memang termasuk anak yang bandel, biarpun secara postur tubuh, aq sudah keliatan sangat dewasa, karena tinggiku 175cm dengan tubuh yang berotot, tante Nani curiga saja dan menaganggapku sering menerima duit dari om ku, padahal jarang sekali om ku ngasih duit ke aq.

Cerita Dewasa – Saat ini aq tinggal dirumah mereka, sebenarnya hanya terpaksa saja, karena aq sedang liburan di kota B dan Ibuku memberitahukan pada om ku yang memaksa tinggal dirumahnya. Hari ini entah mengapa aq merasa suntuk sekali sendirian, kemarin sore sebelum om ku pulang kerja, tante Nani ngomel-ngomel dan menunjukkan wajah cemberut tarhadapku.

Saat itu rumah dalam keadaan sepi, om ku sudah berangkat kerja, mbak Sela adik tante Nani sedang pergi kuliah, Bi Inah lagi pergi ke pasar, dan tante Nani katanya mau pergi kondangan. Tadi sebelum pergi nada setengah membentak, tante Nani menyuruhku menjaga rumah. ‘dari pada bt dirumah sendirian, mending nonton bokep aja di kamar’ pikirku.

TV mulai kunyalakan, kuambil cd bokep yang kemarin kupinjam ditempat persewaan dekat rumah, adegan-adegan hot nampak di layar tv. Mendengar erangan-erangan artis bokep yang cantik dan seksi tersebut membuatku terangsang. Dengan lincahnya tanganku melepas celana dan celana dalamku sendiri. Penisku yang sejak tadi tegang mengeras kukocok pelan-pelan. Film bokep yang kuputar itu sangat hot, sehingga gairahku semakin menggelora. Kutanggalkan pakaian yang masih melekat ditubuhku, akhirnya tubuhku tanpa ada penutup sehelai benang pun. Kocokkan tanganku makin lama makin cepat seiring panasnya adegan yang kutonton. Kurasakan ada denyutan dalam penisku yang ingin menyeruak keluar. Aq mau mencapai orgasme, tiba-tiba,

“Faiz.. apa yan kamu lakukan!!!” teriak dari suara yang aq kenal

“Ohhh… tante?! aq sungguh terkejut dan sangat bingung sekali saat itu.

Tak kusangka tante Nani yang katanya mau pergi kondangan bisa kembali secepat itu. Tanpa sadar aq bangkit dan kedekati tante Nani yang cantik dan judes itu, yang masih berdiri dalam keadaan terkejut dengan mata membelalak melihat keadaanku yang bugil dengan batang penisku yang panjang dan besar masih dalam keadaan tegang mengeras itu. Tiba-tiba entah setan dari mana yang mendorongku, secara reflek aq medekap tubuh tante Nani itu. Tubuhnya yang mungil dan tingginya yang hanya sampai sebahu dariku, kubekap erat dan kutarik agak keatas, sehingga tante Nani hanya berdiri dengan ujung jari kakinya saja dengan kepala mendongak keatas, karena terkejut. Dengan cepat kulumat bibir seksinya itu.

“Emmmphhh… pppfffff!!!!” tubuh tante Nani seketika mengejang dan agak menggeliat menerima perlakuan yang tidak pernah dia sangka akan berani aq lakukan itu dan sesaat kemudian tante Nani mulai memberontak dengan hebat, sehingga lumatnaku di bibirnya terlepas.

“Faiz.. jangan kurang ajar kamu ya.. bernai benar kamu ini… ingat, Faiz… aq ini istri om mu!!! cepat lepaskan, nanti aq laporkan kamu ke om mu….” teriak tante Nani dengan suara garang mencoba mengancamku.

Aq tak memperdulikannya, salah tante Nani sendiri sih, orang mau orgasme kok diganggu. Dengan liarnya kujilati belakang telinganya dan tengkuknya, kedua toketnya yang biarpun tidak terllalu besar, tapi pada itu langsung kuremas-remas dengan buasnya, sampai tante Nani menjerit-jerit. Disamping nafsuku yang memang sudah menggila itu, ada juga rasa ingin balas dendam dan mau mengajar adat padanya atas perlakuan dan padnanganya yang sangat menghina padaku.

Dia mencoba berteriak, tapi dengan cepat aq segera melumat bibirnya lagi. Ada kali sepuluh menit aq melakukan itu, sementara tante Nani terus meronta-ronta, dan mengancamku serta mencaci makiku, aq sudah tidak memperdulikannya lagi. Aq terus menyerangnya dengan liar dan mengelus-elus dan meremas-remas sekujur tubuhnya sambil terus melumat bibirnya dengan liar. Dia tidak dapat melepaskan diri dari dekapanku, karena memang tubuhku yang tinggi 175cm dengan tubuh atletis dan berotot, tidak sebanding dengan tubuh tante Nani yang 155cm dan mungil itu.

Akibat seranganku yang menggila itu, lama kelamaan kurasakan tidak ada lagi perlawanan dari tante Nani, entah karena dia sudah lelah atau mungkin dia mulai terangsang juga. Merasa sudah tidak ada perlawanan lagi dari tante Nani, batang penisku yang sangat tegang mengeras itu ku gesek-gesekkan pada perutnya dan kemudian kuraih tangan mungilnya dan kuelus-eluskan ke batang penisku. Tubuhnya terasa mengejang, akan tetapi kedua matanya terpejam, dan tidak ada perlawanannya darinya.

Kemudian ketika dengan perlahan kubuka baju tante Nani, dia dengan lemah masih mencoba menahan tanganku, akan tetapi tanganku yang satu mengunci kedua tanganya dan tanganku yang lain membuka satu demi satu kancing bajunya, dan perlahan-lahan mempertontonkan keindahan tubuhnya di balik kain itu. Setelah berhasil membuka baju dan BH nya, kuturunkan ciumanku menuju ke toket tante Nnai yang padat berisi.

“Faiiizzz… aampuuuunnnnnnn… iiiii… iingaatttt… Izzzzz…!!!!”

Kucium dan kuhisap puting susunya yang berwarna kecoklatan itu. Sesekali kugigit pelan dan kupilin puting susunya, sementara kusingkap roknya dan jari-jari nakalu mulai mengelus memeknya yang masih tertutup celana dalam.

“Iiiihhhhh…. aahhhhh…. ahahhhhh .. hhhh… ssshhhhhhh….. Faaiiiizzzzzz!!!!!” akibat perlakuanku itu, kayaknya tante Nani mulai terangsang juga, itu terasa dari tubunya yang mengejang kaku dan dengusan nafasnya makin memburu. aq pun makin memperhebat seranganku dan tiba-tiba tante Nani bergetar dengan hebatnya dan…..,

“Aaaargghhhhh… fAIIIIZZZZ.. janggannnnnnn… Faaiiizzzzz iii..ngaattttt… Faizzzzz… aaaghhhh….oogghhhhh… ooogghhhhhhh!!!!” akhirnya, disertai tubuhnya yang mengejang dan menggeliat-geliat hebat, serta kedua tanganya mendekap punggungku…. cret.. cretttt.. crettt… cairan kenikmatan tante Nani membasahi celana dalamnya sekalian jemariku.

Setelah masa orgasmenya berlalu, terasa tubuh tante Nani melemas terkulai dalam pelukanku dan kedua matanya masih terpejam rapat, entah perasdaan apa yang sedang bergelora dalam tubuhnya, malu, puas atau putus asa akibat perlakuanku terhadapnya, sehingga dia mencapai orgasme itu. Tarikan nafasnya masih terengah-engah berat. Kami diam sejenak, sementara tubuh tante Nani masih bersandar lemas dalam dekapanku dengan mata terpejam. Jari-jari lentik tante Nani masih menggenggam batang penisku yang masih tegang menbgeras.

Akhirnya dengan perlahan kepala tante Nani mendongak keatas dan terlihat pandangan matanya yang sayu menatapku, sehingga menambah kecantikan wajahnya dan secara lembut terdengar suaranya.

“Aaaahhhh.. Faiizzzz, apa yang perbuat pada tantemuj ini…?”

“Eeehmm.. maaffkan Faiz tante.. Faiz lupa diri… abis tante tadi masuk tiba-tiba selagi Faiz akan meraih klimaks… salah tante sendiri sihh… lagi pula tante cantik sekali sihhh….!!!” sahutku sekenanya.

Kayaknya sekarang tante Nani sudah pasarh dan sambil tanganya masih menggenggam batang penisku katanya lagi….

“Faiizzz.. penis kamu besar sekali yaaa??? Punya om mu nggak sebesar ini…!!!”

“Aaahhh, tantee… apa benar???” memang batang penisku panjangnya 20cm dan besar juga kepala penisnya yang bulat besar, apalagi kalau sangat bernafsu begini.

Jemari lentik tante Nani yang tadinya hanya menggenggam saja, kini mulai memainkan batang ppenisku dengan lembut. Seperti mendapat mainan baru, tangan tante Nani tak mau lepas dari itu.

“Tanteee.. kok di diemin aja,, dikocok dong… biar nikmat…..”

“Faiz, Faizz.. kamu keburu nafsu aja… aaahhhhhh…..” perlahan-lahan kedua tanganku menekan bahu tante Nani, sehingga tubuh Nani berjongkok dan sesaat kemudian kepalanya telah sejajar derngan selankanganku.

Kedua tangan tante Nani segera memeggang batang penisku dan kemudian mulai dijilatinya kepala penisku dengan lidahnya.

Tubuhku terasa bergetar menerima rangsangan dari lidah tante Nani. Dijilatinya seleruh batang penisku, mulai dari ujung sampai pangkal. Tak ada yang terlewat dari sapuan lidahnya.

Dimasukkannya batang penisku ke mulutnya tapi tak semuanya bisa masuk, di kocoknya batang penisku di dalam mulutnya.

Mungkin hanya 3/4 batang penisku yang dapat masuk ke mulut tante Nani. Kurasakan dinding tenggorokkan tante Nani menyentuh kepela penisku. Sungguh sensasi yang luar biasa menjalar ke sekujur tubuhku. Cukup lama tante Nani memainkan batang penisku dengan mulutnya. Kurasakan batang penisku mulai berdenyut-denyut hebat. Dari dalam kurasakan ada sesuatu yang memaksa untuk keluar. bokep indo

Merasa aq akan keluar, tante Nani semakin cepat mengocok batanbg penisku.

“Tanteee.. oghh.. ohh.. taannnn… Faixx mau keluar…. ooouugghhhh…. taannnn….!!!”

Akhirnya.. crett.. crett.. crett.. crettt.. hampir 7 kali pejuhku menyembur dari ujung penisku. Diminumnya pejuhku dengan, dijilatinya semua, sampai tak ada lagi pejuh yang tersisa. Meskipun sudah keluar tetapi batang penisku tetap saja masih berdiri kokoh, meski tak seberapa keras lagi.

Melihat itu, tante Nani menciumi kepala penisku dan menjilatinya hingga bersih.

Kemudian kutarik berdiri tubuh tante Nani dan kudorong ke ranjang, sehingga tante Nani terlentang di atas ranjang. Dengan cepat kulepas rok sekalian celana dalam tante Nani, sehingga sekarang tante Nani terlentang diatas ranjang dengan tubuhnya yang mungil tapi padat itu dalam keadaan bugil. Tante Nani hanya menatapku dengan pandangan yang sayu dan terlihat pasrah.

Aq naik ke ranjang dan kedua kakinya kukangkangkan lebar-lebar dan aq berjongkok diantara kedua pahanya yang terpentang membuka lebar lubang memeknya yang telah licin, siap untuk disodok.

Kupegang batang penisku dan kugesek-gesek sepanjang bibir memeknya, sambil kutekan-tekan pelan. Merasakan gesek-gesekkan lembut memek tante Nani, Batang penisku mulai mengeras lagi. Ku ambil tangan tante Nani danku tempatkan pada batang penisku, segera digenggamnya batang penisku dan diarahkan ke lubang memeknya. Dengan sedikit gerakkan menekan, kepala penisku perlahan-lahan mulai masuk setengah ke lubang memek tante Nani.

Terasa lubang memek tante Nani sagat sempit dan mencengkram batang penisku. Dinding memek tante Nani membungkus rapat batang penisku, kutekan lagi dan tubuh tante Nani menggelinjang.

“Oooogghhhhhh Faiiizzzz… be.. beesaarrr ssekaliiiii… pelaan peellaannnn Faiizzzzz.. aaaghhhhhhhh…!!!!” tante Nani merintih pelan.

Secara perlahan dan hati-hati aq menekan batang penisku semakin dalam

“Terusss… terusss… aaaghhhh… nikmaattt sekaliiii…” terasa jepitan kuat dinding kemaluan tante Nani yang menjepit rapat batang penisku.

Perasaanku terasa melayang-layang dilanda kenikmatan yang sungguh luar biasa ini….

“Taanntteeee… aaaghhhhhhh… nikkmmaattt…. taannnn….!!!”

Dengan kedua kakinya terkangkang lebar dan kedua tanganya berpegangan pada pinggangku, tante Nani memandangku dengan tatapan sayu, terlihat sangat cantik mempesona, sehingga aq yang sedang bertumpu diatasnya perasaanku terasa menggila, melihat dam merasakan wanita cantik dan ayu yang bertubuh mungil tapi padat ini, terlantang pasrah di bawahku.

Dengan perlahan kugerakkan pinggulku menekan kebawah, sehingga batang penisku terbenam makin kedalam kelubang memeknya, Dalam.. dalamm.. terusss.. terus.. daaannnn… kemudian.. kepala penisku terasa mentok, karena beberapa kali tubuh tante Nani mengejang ketika aq mencoba menekan lebih kuat, aq kemudian mulai menarik keluar dan selajutnya mengocok keluar masuk.

Dengan semangat aq mulai mengocok naik turun. Gerakkan naik turun yang terkadang diselingi dengan gerakkan memutar, sungguh merupakan sensasi yang sangat luar biasa. Apalagi posisi kedua paha tante Nani terkangkang lebar, membuat sodokkanku terasa jauh di dalam dasar lubang memeknya. Aq dapat melihat toket tante Nani bergerak-gerak keatas kebawah setiap kali aq menekan masuk penisku dalam-dalam sehingga kedua selangkangan kami berimpit rapat-rapat.

Kemudian kurasaan otot-otot memek tante Nani dengan kuat menghisap batang penisku. Semakin lama kurasa semakin kuat saja memek tante Nani menjepit batang penisku. Kulihat wajah tante Nani nampak makin memerah menahan orgasme keduanya yang akan melandanya sebentar lagi.

“Aduuuuhhhhhh… Faiiizzzz… ooogghhhh… ooohhhhh… hhhh…hhhh… Faiizzzz tantteeee mmaaa.. mmmaauuu keluaaarr lagiiiiihhhh, Faiiizzzz!!!!!” dan seeerrrrr… kurasakan cairan hangat membasahi batang penisku.

Sementara nafsuku sudah sangat memuncak menuntut penyelesaiannya, aq sudah tidak bisa lagi bertindak lembut, tanpa ba bi bu, segera saja kupercepat kocokkanku, mendapat serangan yang agak kasar dan tiba-tiba itu tante Nani menjerit-jerit kesakitan. Meskipun lubang memek tante Nani telah basah dan licin sekali, tapi tetap saja terasa peret untuk ukuran batang penisku yang besar.

Tak ku perdulikan lagi suara tante Nani yang menjerit-jerit kesakitan, yang ada di pikiranku saat itu adalah aq ingin segera menuntaskan ini dan merasakan nikmat luar biasa yang akan datang kepadaku. Kurasakan batang penisku berdenyut-denyut dengan hebatnya, ada sesuatu yang berusaha untuk keluar dari batang penisku. Kucoba untuk menahannya selama mungkin agar tidak segera menyembur, tapi jepitan memek tante Nani terlalu kuat akhirnya meruntuhkan pertahananku.

“Oooogghhhh taaannnnn teeeee aaahhhhhhhh…!!!!” eluhan panjang dengan penuh kenikmatan keluar dari mulutku disertai dengan Crett..crett.. crett.. crettt… semburan pejuhku menyembur dengan kuat, mengisi relung-relung terdalam lubang memek tante Nani, kemudian tubuhku tertelungkup lemas menindih tubuh mungil tante Nani, sementara kubiarkan batang penisku menancap di dalam lubang memek tante Nani untuk merasakan sisa-sisa kenikmatan. Kurasakan memek tante Nani tetap saja berdnyut-denyut, meski tak sekuat tadi.

“Tante, makasih yah, udah mau nemenin Faiz main..!!!” kataku manja.

“Kamu, tuh, Faiz, kalau lagi nafsu jangan main maksa dong, masak tantemu sendiri kamu perkosa juga….!!!”

Sejak kejadian itu sikap tante Nani terhadapku berubah 100%, biarpun sikap kami ini tetap terjaga di hadapan om dan adik tante Nani. Aq dan tante Nani sering bersetubuh kalau rumah lagi sepi. Aq pun makin merasa sayang saja terhadap tante Nani, apalagi tante Nani melayani nafsu sex ku dengan rela dan sepenuh hati. Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Hot Terbaru.

video ngentot jepang

Cerita Sex 2 Temanku Merenggut Keperawananku

Butuh Sex Kategori : Cerita Dewasa Pesta Sex  “ Cerita Sex 2 Temanku Merenggut Keperawananku”, Cerita Sex ABG Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan Terbaru, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Threesome Terbaru, Foto Cewek SMA Bugil Terbaru, Foto Hot ABG Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2017,

Butuhsex.com kali ini mengadirkan pengalaman pribadi dari seorang Siswi SMA yang keperawananya direnggut oleh 2 teman laki-lakinya di sekolahanya. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Cerita Sex 2 Temanku Merenggut Keperawananku
Cerita Sex 2 Temanku Merenggut Keperawananku

Hey para pembaca setia cerita sex, cerita dewasa, atau seputar sexlah intinya. Perkenalakan Namaku Sherly. Aku seorang siswi SMU baru saja lulus yang bisa dibilang memiliki wajah cantik, bohay, dan menggiurkan. Ditambah lagi aku ini adalah blesteran, jadi aku juga memiliki bentuk tubuh yang proposional, pokoknya aku ini selera para cowok deh para pembaca.

Disini akau akan menceritakan cerita sex nyata yang aku alami ketika aku baru saja merasakan rasanya menjadi anak SMA. Cerita Sex ini adalah pengalaman Sex saya ketiak aku masih kelas satu SMA. Oke kita mulai saja cerita sex saya dari sini.

Pada awal masuk sekolah SMA, mata pelajaran yang diberikan pada para siswa belum terlalu padat, karena memang kami masih dalam masa transisi dari murid smp menjadi Siswa/siwi SMA. Jujur saja nih para pembaca, aku tidak pernah membayangkan karena aku bisa diterima di SMA yang bisa dibilang favorit di Jakarta ini.

Sudah lama sekali aku menanti momemn ini, yaitu momen Diana aku bisa memakai seragam putih abu-abu. Seragam SMA ini memiliki model rok dan baju yang bisa membuatku kelihatan lebih Sexy dan menggemaskan. Pada awal-awal aku masuk sekolah, aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang cowok satu kelasku, panggil saja namanya Ragil.

Saking terpesonanya, baru membayangkan wajahnya saja aku sudah terangsang para pembaca, nggak kebayang deh kalau aku bisa jadi ceweknya dan bisa bercinta denganya,hha. Aku in seorang cewek ABG yang bisa dibilang Hypersex. Kenapa aku berkata sepeti itu, jujur saja para pembaca, aku ini sering melakukan masturbasi atau memuaskan diri sendiri dengan jari-jariku,hhe.

Masturbasi adalah hal yang sangat nikmat menurutku, yah maklumlah aku hanya bisa bermasturbasi saat itu. Hal ini sering aku lakukan ketika aku sedang horny. Apalagi pada saat itu usiaku memasuki usia-usia pertumbuhan, hhe. Mastubasi sering aku lakukan bahkan hamper seetiap hari ketika aku mulai suka pada Ragil. Aku sering masturbasi sembari berfantasi seolah-olah sedang bercinta dengan Ragil.

Walaupun aku sering bermasturbasi, namun belum pernah sama sekali berhubungan intim dengan seorang laki-laki. Entah setan apa yang masuk ke dalam fikiranku hari itu aku berencana untuk menyatakan cinta kepada Ragil. Pada sampai waktunya, ketika pada jam istirahat aku-pun memanggil Ragil,

“ Gil, Gue nggak tau gimana ngomongnya, Gil Gue sayang sama Loe, Loe mau kan jadi cowok Gue?, ” ucapku dengan rasa malu dan deg-degkan.

Saat itu Ragil hanya tersenyum saja. Setealah aku mengucapkan rasa cintaku kepada Ragil sebenarnya saat itu aku merasa sangat malu sekali, aku merasa diriku seperti ditelanjangi di dalam kelas, huh,

“ Nanti aja ya Gue jawabnya pas pulang, ” jawabnya singkat penuh misteri lalu pergi begitu saja.

Pada saat itu dalam hatiku bertanya-tanya, ( bagimana kalau Ragil sampai nolak Gue, pasti Gue bakal jadi bahan olokan di dalam kelas ) sungguh saat itu aku merasakan risau yang luar biasa, berbagai pertanyaan terus mengalir didalam otaku, untung saja pelajaran belum begitu maksimal. Singkat cerita bel pulang pun berbunyi.

Setelah terdengar Bel sekolah berbunyi, seketika itu jantungku berdetak sangat cepat. Ketika itu yang bisa aku lakukan hanya duduk menunggu di bangkuku, aku tidak memiliki keberanian untuk menghampiri Ragil dan menanyakan jawabannya. saat kelas sudah berangsur sepi Ragil menghampiriku,

“ Bentar ya Sher, Gue keluar sebentar, ” ucapnya.

Saat itu aku hanya mengganguk saja dan menunggu sendirian di kelas, dalam hatiku berkata ( apa jangan-jangan Ragil menunggu sekolah sepi agar dia bisa mengajaku bercinta?) dalam fikiranku hanya dipenuhi dengan bertanya-tanya sendiri, sampai-sampai aku sama sekali tidak bisa berpikir sehat lagi. dalam penantianku tiba-tiba ada orang datang.

Aku kecewa karena bukan Ragil yang datang melainkan Agus dan Dimas dari kelas 1 C. mereka menghampiriku, Agus didepanku dan Dimas disampingku. perlu diketahui mereka bisa dikatakan sangat jauh dari tampan. dengan kulit yang hitam dan badan yang kurus kering, aku rasa akan menyulitkan mereka untuk mendapatkan pacar di sekolah ini,

“ Ehemm… kog belum pulang Loe Sher, lagi nugguin seseorang ya Loe ?, ” Tanya Agus.

“ Mmmm, kog loe tau sih, ” tanyaku penasaran.

“ Tahu dong, soalnya tadi tadi Ragil cerita sama kita, hhe… ” jawabnya.

Huh… apa-apaan nih si Ragil pake acara cerita segala lagi sama 2 orang ini, ucapku dalam hati,

“ Oh iya, Loe suka kan Sher sama Ragil?, ” ucap Agus mengejutkanku.

Saat itu aku hanya bisa terdiam saja,

“ Hemmm, ditanya kog diem aja sih?, ” ucap Dimas menimpa.

“ Auk ah, males jawabnya, ” jawabku pada mereka.

Kini aku-pun dipenuhi dengan perasaan kesal, walaupun aku sangat kesal sekali namun aku harus menahan amarahku karena fikirku Dimas dan Agus adalah teman dekat Ragil,

“ Kog loe bisa suka ma Ragil sih Sher?, ” tanya Dimas namun kali ini sambil merapatkan duduknya kepadaku dan menaruh tangannya di pahaku.

“ Ragil ganteng dan nggak kurang ajar kayak loe !!!, ” ucapku sembari menyingkirkan tangan Dimas dari pahaku.

“ kurang ajar kaya gimana maksud loe?, ” tanya Dimas lag i sambil menaruh tangannya lagi di pahaku dan mulai mengelus-elusnya.

“ Nggak nyadar juga Loe, Loe nggk sopan contohnya kayak gini !!!, ” ucapku tegas sembari menunjuk tangannya namun tidak menepisnya karena aku mulai terangsang dan berpikir mungkin mereka disuruh Ragil.

“ Tapi enak kan?, ” kali ini Agus ikut bicara.

Dimas mulai meraba-raba pangkal pahaku, saat itu aku pura-pura berontak padahal dalam hati aku ingin dia melanjutkannya, lalu,

“ Udah jangan sok berontak, ” kata Agus sambil menunjukkan cengiran lebarnya.

Semakin lama karena raba’an itu, secara otomatis aku-pun membuka lebar pahaku,

“ Tadi bilang kita kurang ajar, eh skarang malah ngangkang, ” ucap Dimas.

“ Nantangin yah kita kamu Sher ?, ” kata Agus.

Tanpa banyak bicara Agus-pun menggeser bangku di depan mejaku dan mulai masuk ke kolong mejaku. sekarang Dimas berganti mengerjai buah dadaku, tangan kirinya mengusap payudara kananku sedangkan mulutnya menciumi dan menghisap payudarakiriku sehingga seragamku basah tepat di daerah payudaranya saja.

Agus yang berada di kolong meja menjilat-jilat paha sampai pangakal pahaku. Sesekali lidahnya menyentuh Vagina-ku yang msh terbungkus celana dalam tipisku yang berwarna putih. perbuatan mereka membuatku menggelinjang dan sesaat membuatku melupakan Ragil. Dimas melepas kancing kemeja seragamku satu persatu dan kemudian melempar seragam itu entah kemana.

Merasa kurang puas dia pun melepas dan melempar BH-ku. lidahnya bergerilia pada putting susu-ku membuatnya menjadi semakin membesar. “ Sssss… Oughhh…hh… Dim udah dong, gimana nanti kalau ketahuan orang, Aghhhh… ” ucapku.

“ Tenang aja guru dan mjurid lainya pasti udah pada pulang kog, ” kata Agus dari dalam rokku.

Sementara Dimas sibuk dengan Vagina-ku, Dimas terus memainkan kedua buah dadaku memilinnya, meremas, memghisap, bahkan sesekali menggigitnya. aku benar-benar tak berdaya saat ini, tak berdaya karena nikmat. aku merasakan ada sesuatu yang basah mengenai vaginaku, aku rasa Agus menjilatinya. aku tak dapat melihatnya karena tertunamun oleh rokku.

Perlakuan mereka sungguh membuatku melayang, saat itu yang kurasakan kewanitaan-ku sudah amat basah dan Agus menarik lepas celana dalamku dan melemparnya juga. Dia menyingkap rokku dan terus mnjilati kewanitaan-ku. tak berapa lama aku merasa badanku menegang. aku sadar aku akan klimaks. aku merasa amat malu karena menikmati permainan ini.

Aku melenguh panjang, setengah berteriak, aku mengalami klimaks di depan 2 orang buruk rupa yang baru aku kenal,

“ Wkwkwkwk… ” suara tawa Agus dan Dimas bersamaan.

“ Ternyata Loe suka juga yah Sher ?, ” ucap Dimas sambil tertawa.

“ Jelas dong Dim, waktu dia masih SMP-kan dia terkenal bispak, wkwkwk…” sambung Agus.

Benar-benar ucapan mereka membuat telingaku panas saat itu, namun aku biarkan saja ucapan mereka berlalu begitu saja, karena pada saat itu aku sungguh menikamti suasana hot itu. Tak lama setelah itu mereka berdua-pun mengangkat dan menelentangkanku di lantai. Satu-persatu mereka-pun mulai membuka pakainnya,

Wow, baru pertama kalinya aku melihat kejantanan secara langsung, biasanya aku hanya melihat di Film-film dewasa saja. Agus membuka lebar pahaku dan menaruh kakiku di atas pundaknya. pelan2 ia memasukkan kejantanan-nya ke liang kewanitaan-ku,

“ Oughhh…, sakit lik, ” teriaku “ tenang Sher, entar juga lo keenakan, ” kata Agus , ” ketagihan malah “ sambung Dimas, ”

Secara perlahan dia mulai menggenjotku, saat itu rasanya perih-perih sakit namun nikmat. Sementara Dimas meraih tanganku dan menuntunnya ke kejantanan miliknya. Dia memintaku mengocoknya. Agus memberi kode kepada Dimas, aku tidak mengerti maksudnya. Dimas mendekatkan kejantanan-nya kemulutku dan memintaku mengkulumnya.

Aku mejilatinya sesaat dan kemudian me masukkannya ke mulutku,

“ Isep kontol Gue kuat-kuat Sher, ” ucapnya.

Mendenagr perintahnya, aku-pun mulai menghisap dan mengocoknya dengan mulutku. tampaknya ini membuatnya ketagihan. Dia memaju mundurkan pingangnya lebih cepat. Disaaat bersamaan Agus menghujamkan kejantanan-nya lebih dalam,

“ Eummm… Ughhhh…. Sssssss… Aghhhh…., ” desah nikmat bercampur nyeri dan perih.

Rasanya saat itu aku ingin sekali berteriak, namun apa boleh buat saat itu mulutku dipenuhi oleh kejantanan Dimas. Rupanya arti dari kode mereka ini, agar aku tak berteriak. Pada saat itu aku sadar bahwa keperawanan-ku telah direnggut oleh Dimas dan Agus. Entah ini suatu kenikmatan atau suatu hal yang menyesatkan. Lalu,

“ Ternyata masih ada juga nak SMP 15 yang masih perawan, ” ucap Agus.

“ Memang benar-benar nikmat memek cewek virgin Gus, ” kata Dimas.

Pada saat itu mereka berbicara dengan posisi menggenjot liang senggamaku dengan liarnya. Tanpa sadar goyangan pingulku dan hisapanku terhadap kejantanan Dimas juga semakin cepat. Tidak lama aku klimaks untuk yang kedua kalinya. akupun menjadi sangat lemas namun karena goyangan Agus semakin liar aku pun juga tetap bergoyang dan meghisap kejantaan Dimas dengan liarnya.

Tidak lama kemudian Agus menarik keluar kejantanan-nya dan melenguh panjang disusul derasnya semburan air mani-nya diatas perutku. dia merasa puas dan menyingkir. Kira-kira setelah 30 menit aku menghisap kejantanan Dimas namun dia tak kunjung klimaks juga. Dia mencabut kejantanan dari mulutku, aku pikir dia akan klimaks namun aku salah.

Ternyata dia telentang dan memintaku naik diatasnya, kini aku ngentot dengan gaya WOT (woman on top). Aku berpegangan pada dadanya agar tidak jatuh, sedangkan Dimas leluasa meremas susuku.
sekitar 10 menit dengan gaya ini tiba-tiba Agus mendorongku dan akupun jatuh menindih Dimas. Agus menyingkap rokku yang selama bergaya woman on top telah jatuh dan menutupi bagian bawahku.

Dia mulai mengorek-ngorek lubang dubur-ku, saat itu sesungguhnya aku ingin berontak tapi aku tidak ingin saat ini selesai begitu saja. jadi aku biarkan dia mengerjai liang duburku. Tidak lama aku yang sudah membelakanginya segera ditindah. kejantanan-nya masuk ke dalam anusku dengan ganas dan mulai mengaduk-aduk duburku.

Tubuhku benar-benar terasa penuh, pada saat itu aku hanya bisa menikmati keadaan itu saja. Sampai pada akhirnya dia mulai memasukkan penuh kejantanan-nya ke dalam duburku. Aku merasakan rasa perih dan rasa nikmat menjadi satu, jadilah aku berteriak sekeras-kerasnya. Aku yang kesakitan tdk membuat mereka iba tetapi malah semakin bersemangat menggenjotku.

Sekitar 15 menit mereka membuatku menjadi daging roti lapis dan akhirnya aku klimaks lagi untuk yang kesekian kalinya. kali ini aku berteriak amat keras dan kemudian jatuh lemas menindih Dimas. Saat itu penjaga sekolah masuk tanpa aku sadar dan menonton aku yang sedang dikerjai 2 orang biadab ini. Goyangan mereka semakin buas menandakan mereka akan segera klimaks.

Aku yang sudah lemas hanya bisa pasrah saja menerima semua perlakuan ini. tak lama mereka berdua memelukku dan melenguh panjang mereka menyemburkan air maninya di dalam liang dubur dan liang senggamaku. Aku dapat merasakan cairan itu mengalir keluar karena Vagina-ku tidak cukup menampungnya.

Sementara Mereka mencabut kedua kejantanan mereka, pada saat itu aku merasa lemas dan hampir pingsan langsung tersadar begitu mendengar Dimas berkata,

“ Nih giliran pak Kasim ngerasain Sherly, ” ucap mereka.

Aku melihat penjaga sekolah itu telah telanjang bulat dan kejantanan-nya yang lebih besar dari Dimas dan Agus dengan gagahnya mengangkangiku seakan menginginkan lubang untuk dimasuki. Dia menuntun kejantanan-nya kemulutku untuk kuhisap. Aku kewalahan karena ukurannya yang sangat besar. melihat aku kewalahan tampaknya dia berbaik hati mencabutnya.

Namun sekarang dia malah membuatku menungging, dia mengorek-ngorek kewanitaan-ku yang sudah basah sehingga makin lama akupun mengangkat pantatku. Saat itu aku merasa takut, kalau sampai pak Kasim menyodomiku. Akhirnya aku bisa sedikit lega saat kejantanan-nya menyentuh bibir kewanitaan-ku.

Setelah itu ke 2 jari-nya-pun membuka Vagina-ku sedangkan kejantanan-nya terus mencoba memasukinya. Entah apa yang aku pikirkan, aku menuntun kejantanan-nya masuk ke Vagina-ku. Dia pun mulai menggoyangnya perlahan. aku secara tak sadar mengikuti irama dari goyangannya. Rokku yang sudah tersinggkap mulai dibuka kancingnya dan dinaikkannya oleh Pak Kasim.

Sehingga kini Pak Kasim-pun melucuti rok abu-abuku melalui kepalaku. Kini aku-pun telah telanjang bulat. tangannya meremas buah dadaku dan terus menggerayangi tubuhku. Di saat-saat kenikmatan aku tak sengaja menoleh dan melihat Ragil duduk di pojok. dewi teman sebangkuku megoralnya yang lebih mengagetkan ia memegang handycam dan itu menagarah ke diriku.

Sebenarnya aku kesal sekali, namun apa boleh buwat aku sudah terlanjur menikmati permainan sex ini, so aku-pun hanya pasrah tanpa perlawanan. akhirnya aku hanya menikmati persenggamaan ini sambil direkam oleh orang yang aku sukai. Pak Kasim semakin ganas meremas dadaku gerakannya pun semakin cepat. tapi entah kenapa dari tadi aku selalu lebih dulu klimaks dibandingkan mereka.

Aku berteriak panjang dan disusul pak Kasim yang menjambak rambutku kemudian mencabut kejantanan-nya dan menyuruhku menkulum dan meghisapnya, pada saat itu dia berteriak tidak karuan. Lalu Pak Kasim menjambak, meremas buah dada dan sampai pada akhirnya dia menumpahkan air mani-nya di dalam mulutku.

Saat itu terdengar entay suara Agus, Dimas, atau Ragil yang berteriak agar aku menelan air mani semuanya. aku pun menelannya. mereka meninggalkanku yang telanjang di kelas sendirian. setelah mereka pergi aku menangis sambil mencari-cari seragamku yang mereka lempar dan berserakan di ruang kelas.

Aku menemukan BH-ku telah digunting tepat di bagian putting-nya dan aku menemukan celana dalamku di depan kelas telah dirobek-robek. Sehingga aku pulang tanpa celana dalam dan BH yang robek bagian putting-nya. di dekat tasku ada sepucuk memo yang bertuliskan ( terima kasih telah memberi kami kepuasan). Sungguh suatu pengalaman sex pertamaku yang begitu sakit, liar namun sangat mengesankan. Selesai.

Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web www.butuhsex.com.

Cerita Sex Model Terbaru, Cerita Sex Sedarah Terbaru, Cerita Sex Jilbab Terbaru, Cerita sex tante girang Terbaru, Cerita Dewasa Sex Threesome Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan Terbaru, Cerita Dewasa Sex Pegawai Salon Terbaru, Cerita Dewasa Sex Sekretaris Terupdate Terbaru, Sekretaris, Cerita Sex Mahasiswa terbaru Terbaru, Cerita Sex Mahasiswi terbaru Terbaru, Cerita Sex Perselingkuhan Terbaru, Cerita Sex SMA Terbaru, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto bugil, foto hot, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru Terbaru, cerita hot terbaru Terbaru dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru Terbaru2017 lainya.

kumpulan film bokep

Cerita Sex Birahi Wanita Hamil 8 Bulan

Butuh Sex Kategori : Cerita Sex Selingkuh “Cerita Sex Birahi Wanita Hamil 8 Bulan”, Cerita Sex Janda 2017, Cerita Dewasa Bumil Terbaru, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal Sex 2017, Foto Bugil Wanita Hamil 2017, Foto Hot wanita Hamil Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2017,

Butuhsex.com kali menyuguhkan cerita sex Antara Owner Event Organiser dengan wanita hamil yaitu calon Klien-nya. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Cerita Sex Birahi Wanita Hamil 8 Bulan

Namaku Alexs, usiaku 32 tahun berperawakan tinggi, putih, rambut lurus, dan bertubuh prposional. Aku akan menceritakan cerita sex pribadiku dengan seorang wanita yang sedang hamil. Berawal dari sebuah acara ajang pemberian penghargaan, yang aku hadiri bersama temanku Rahman( nama samaran). Di acara itu aku diperkenalkan oleh Icha kepada salah satu tamu yang menghadiri acara tersebut.

Tamu ini berinisial RH. RH ini adalah seorang Artis baru yang tepatnya dia Aktris yang sering membintangi FTV ataupun film-film pendek. Singkat cerita, acara itupun selesai, dan malam itu berlalu begitu saja. Kira-kira setelah 1 minggu setelah perkenalan tersebut, aku ditawari oleh temanku untuk menjadi EO (event organizer) sebuah acara birthday untuk acara RH.

Oh iya aku ini adalah seorang owner EO. Singkat cerita, pada akhirnya aku-pun menerima job yang diberikan oleh Icha. Pada keesokan harinya akupun diajak Icha kerumah RH untuk membahas tentang birthday party yang akan aku kerjakan. Yang namanya artis tidak usah heran jika rumahnya mewah dan furniture-nya tentu mahal juga.

Disana aku dan Icha dipersilahkan untuk menunggu RH diruang tamu Rh karena RH sedang mandi. Sembari menunggu RH mandi, pada saat itu aku dan Icha mengobrol cukup banyak untuk menghilangkan rasa bosan pada saat menunggu. Yah tahu sendiri kebanyakan cewek, apalagi ini adalah artis pasti mandinya cukup lama.

Icha ini seorang teman yang sebenarnya hanya sekedar kenal saja dan belum begitu dekat. Perlu pembaca ketahui, Icha ini sedang hamil 8 bulan. Kata demi kata kami-pun terus berbincang. Sampai pada akhirnya tidak terasa obrolan kami-pun mulai masuk ke obrolan yang berbau sex. Obrolan kami-pun semakin lama mulai menjadi-jadi saja.

Oh iya gambaran tentang Icha kurang lebih sebagai berikut, tinggi 172 cm, berat badan 65 kg, ukuran Bra kia-kira 36B, dan mendengar dari cerita Icha, dia tergolong seorang wanita yang memiliki gairah sex’s yang cukup tinggi. Seiring berjalanya waktu, Icha-pun nampaknya mulai terangsang kepadaku.

Kini dia-pun mulai merapatkan posisi duduknya mendekati aku, pada saat itu kami duduk sofa panjang milik RH sehingga Icha dengan mudah mendekatkan diri kepadaku. Setelah dia mendekat diapun berkata,

“ Emmm… Lex, coba deh kamu sentuh perut aku, kayaknya calon anakku ini ingin sekali deh berkenalan sama kamu, ” kata Icha.

“ Hemm… bisa aja deh kamu Cha,hhe…, ” jawabku.

“ Yah, nggk percaya ni orang, sini cepetan kamu pegang perut aku !!!, ” ucap Icha sembari memegang dan mengarahkan tanganku keperutnya yang sudah buncit itu.

Saat itu saat tanganku memegang perut Icha ternyata benar, bayi dalam perutnya bergerak-gerak dari dalam perut Icha. Lalu,

“ Oh iya Lexs, ngomong-ngomong kamu udah pernah belum begituan sama wanita hamil ?, ” ucap Icha membuatku kaget.

“ Wah… kog kamu tanyanya gitu Cha? aku belum pernah sih Cha, emangnya begituan sama wanitta hamil enak apa Cha ?, ” jawabku sekaligus bertanya.

“ Belum tau nih orang, perlu kamu ketahui ya Lexs, kalau begituan tuh paling enak sama cewek hamil, enak banget hlo lexs, ” jawab Icha.

Belum sempat aku menjwab, Icha menimpa lagi,

“ Oh iya, aku bilang gini karena aku tahu dari suami dan brondong-brondong aku Lexs, hhe… ” ucap Icha yang membuat aku tersentak tambah kaget.

“ Hemmm… begitu yah…, ” jawabku singkat.

Aku menjawab seolah-olah biasa saja, padahal pada saat itu aku sudah merasa agak horny,

“ Kog kamu jawabnya gitu doing sih Lexs, emangnya kamu nggak pinginmau nyobain apa Lex?, ” ucap Icha sedikit pemasaran kepadaku karena tanggapanku hanya sepertin itu saja.

Mendengar tanggapanku yang seolah-olah biasa saja, tidak kusangka pada saat itu Icha membuka ke atas long dressnya. Alhasil terlihatlah paha putih mulus dengan sedikit lemak di sisi-sisi pahanya beserta terlihat sedikit celana dalamnya yang terlihat gembul itu. Pada saat itu akupun terdiam sejenak.

Setelah itu aku-pun meraih kepala Icha dengan kedua tanganku dan menatapnya sambil berkata,

“ Cha, coba deh kamu ngerti dikit, aku bukannya tidak mau menerima tawaran kamu yang mengiurkan ini, namun kamu harus tahu sikon (situasi dan kondisi) dan ingat kita ini lagi dirumah siapa?, ” ucapku.

Belum sempat Icha menjawab aku-pun menimpa perkataanku lagi,

“ Coba aja kalau kita berada dalam sikon yang tepat, tanpa berfikri panjang pasti aku tidak akan menolak tawaran kamu, ” ucapku mencoba menenangkan suasana yang semakin Hot itu.

Sebagai seorang EO aku harus aku harus professional, karena tujuan kami datang ke rumah RH untuk urusan Job, jadi aku harus menjunjung tinggi profesionalisme. Lanjut,

“ Iya aku faham maksud kamu lex, namun kamu harus tahu lex, bahwa RH ini termasuk dalam kategori cewek yang suka sex’s bebas, so, dia tidak akan marah kalau kita ML di sini, dan lagi pula di sini tidak ada orang lain selain RH…, ” ucap Icha mencoba merayu dan menyakinkanku lagi agar aku mau ML denganya.

Saat itu dia mencoba meyakinkan aku sambil perlahan mengangkat kaos yang aku pakai ke atas, dan jarinya bermain di atas puting aku sambil memainkan lidahnya sendiri membasahi bibirnya yang sudah basah. Mendengar perkataannya yang meyakinkan dan juga ditambah dengan perlakuannya yang mencoba merangsangku, aku semakin yakin akan situasi yang ada.

Aku pun mulai berani untuk meraba dada Icha yang besar tanpa membuka pakaian yang melekat di tubuhnya. Icha pun bertambah liar dengan menyusupkan tangannya mencari batang kemaluan aku yang sudah menegang sejak tadi. Sambil memilin putingnya tanpa membuka pakaiannya, tangan kiri aku pun bergerak ke bawah sambil membiarkan tangan kanan aku untuk tetap berada di atas dan Icha pun mendesah.

Sampai di tempat yang aku tuju, tangan kiri aku pun meraba dari luar celana dalam Icha, dan terasa ada yang basah dan lengket di sana. Lalu bibir kami pun saling mendekat dan terjadi perciuman yang cukup lama. Kami pun terlihat sudah semakin berkeringat. Kemudian tangan yang berada di daerah sensitif Icha pun sepertinya mulai aktif.

Aku melihat pada saat itu Icha mjulai melepas celana dalamnya, dan aku merasakan sentuhan bulu-bulu lebat yang sepertinya tertata rapih. Icha pun telah sukses mengeluarkan senjata kemaluan aku dan mengocok-ngocoknya perlahan. Aku yang penasaran ingin melihat kewanitaan wanita hamil, pada saat itu aku menghentikan ciuman kami.

Lalu setelah itu aku turun ke arah kewanitaan Icha yang duduk di sofa, Ternyata tebakan aku benar, liang kewanitaan Icha yang lebat ternyata benar-benar tertata rapih. Aku pun mulai tergiur untuk merasakan bibir kewanitaan itu dengan mulai mejilatinya secara lembut,

“ Oughhh… Lexs… Sssss… Aghhh… kamu pintar Lex…! Truuss… Lexs, enak lexs… Aghhh… ” dari ucapan dan desahan Icha terlihatbahwa dia sudah tidak bisa mengontrol birahinya lagi.

Icha meluruskan tubuhnya di atas sofa sambil mengocok senjata kemaluan aku. Mendapat perlawanan yang demikian nafsunya, aku pun merubah posisi menjadi 69. Aku di bawah dan Icha di atas. Ternyata benar kata orang, kemaluan orang yang sedang hamil itu gurih rasanya. Kira-kira sekitar 10 menit berlalu, kini kami-pun berganti posisi dengan posisi 69,

“ Lexs… please… Masukin sekarang sayang, Oughhh…. ” pinta Icha yang sudah tidak kuasa lagi menahan gejolak nafsunya.

Mendengar itu aku tidak langsung menuruti, tetapi aku tetap saja mengigit, menjilat, meludahi liang kewanitaannya, terutama klitoris-nya yang sudah mengkilap karena basah,

“ Ughhh… Ssssss… Aghhhh… Lex…, kamu jahat, ” teriak Icha diikuti dengan melelehnya lendir kawin Icha.

Saat itu kurasakan lendir kawin Icha keluar cukup banyak dari liang senggama Icha, hal itu yang menandakan Icha sudah mencapai klimaks-nya. Aku jilat habis cairan kental yang keluar itu sampai tidak tersisa. Senjata kejantanan aku yang terhenti bergerak itu dikulum oleh Icha. Karena klimaks-nya, Icha mengulum kemaluan aku hingga menjadi merah.

Lalu dengan bantuan tangan, aku masukkan kembali senjata aku itu ke dalam mulut Icha sambil menaik-turunkan di dalam mulutnya,

“ Auw… ” teriakku.

Aku berteriak karena batang kemaluan aku tergigit Icha, lalu,

“ Kamu nakal ya Cha…?, ” ucapku sambil menarik batang kejantananku dari mulutnya, lalu mengarahkannya ke Kewaintaan Icha.

Saat itu aku tidak langsung memasukkannya, namun aku memulai dengan memainkannya terlebih dahulu di bibir Kewanitaan-nya sampai Icha sendiri yang memajukan pantatnya agar batang kemaluan aku dapat langsung masuk, tetapi tetap saja aku tahan agar tidak masuk,

“ Lex…, kamu jahat, ” ucap Icha kesal.

“ Habis kamu duluan yang mulai sih, ” jawabku.

Tanpa kami sadari, ternyata pertempuran kami dari tadi sudah ada yang mengawasi, yaitu RH yang entah dari kapan dia sudah ada di dekat kami dengan mengunakan daster tanpa Bra. Pemandangan itu kami ketahui karena daster RH sudah ada di bawah kakinya. Karena aku merasa sudah tidak tahan, akhirnya aku mulai memasukkan kejantananku.

Saat itu aku memasukan kejantanaku perlahan tapi pasti ke liang senggama Icha. Perlu para pembaca ketahui, bahwa memasukan kejantanan pada kewanitaan wanita hamil itu hampir sama susahnya, awalnya sulit namun lama-kelamaan walaupun sempit dan karena Icha-pun meminta agar aku terus memasukan kejantanaku pada akhirnya ya masuk juga,

“ Aghhh… Oughhh… Sssssshhh…, ” teriak Icha dengan wajah memerah entah karena nafsu atau karena sakit.

Ternyata liang kewanitaan orang yang sedang hamil itu lebih hangat dibandingkan kemaluan wanita normal. Karena sempit dan hangatnya liang senggama Icha, membuat aku tidak dapat bertahan lama, meskipun goyangan Icha tidak terlalu lincah, tetapi tetap saja rasanya lebih asyik dari liang kemaluan wanita yang tidak hamil.

Kira-kira sekitar 15 menit Icha mengoyang kejantananku dengan perlahan namun nikmat,

“ Cha… aku mau keluar nih… Oughhh.. Ssss…, ” ucapku ditengah-tengah nikmatnya persetubuhan kami.

“ Aku… keluarkan di mana Say…?, ” tanyaku menambahkan.

“ Terserah kau saja Lex, ” jawab Icha yang ternyata juga sudah orgasme kembali.

Akhirnya karena lebih enak, aku keluarkan cairan panas itu di dalam Kewanitaan-nya,

“ Crottttt… Crottt… Crottt… Crottt, ” tersemburlah spermaku di dalam liang senggama Icha.

“ Oh gini yah ternyata kalian !!?!! bisa-bisanya kalian di sini curi start dulu yah… ?, ” ucap RH yang membuka pembicaraan.

“ Abis kita udah nggak tahan Mba, ” jawab Icha.

“ Trus gimana proyek ultah-ku…?, ” tanya RH sambil memakai dasternya kembali yang tadi dilepaskan ke bawah, karena RH dari tadi menyaksikan pergulatan kami sambil bermasturbasi.

“ Kalau masalah itu tenang, di sini sudah ada ahlinya, tinggal kucuran dananya saja, konsepnya sudah Alex susun kok, ” jawab Icha sambil menahan aku untuk mengeluarkan kejantanan aku dari liang senggamanya.

“ Ooo…, ok aku percaya…, ” ucap RH.

“ Tapi biar Alex istirahat dong…! Masa kamu monopoli sendiri itu peler (penis), ” jawab RH sambil mengambil wine yang ada di mini bar, lalu duduk di sana, memperhatikan kami yang akhirnya mengambil pakaian kami masing-masing.

“ Lex…, kamu besok bisa ambil dananya di sini…, ” kata RH.

“ Lo nggak mau nyobain punyanya Alex…?, Ntar nyesel hloh Mba’…?, ” ucap Icha.

“ Jangan sekarang deh, abis tanggung, sebentar lagi Bapak mau jemput gue…, ” jawab RH.

“ Ooo…, ” jawab Icha yang sepertinya mengetahui bahwa RH kalau main itu tidak cukup kalau hanya 3 atau 4 ronde saja.

“ Ya sudah, kami pamit dulu deh kalau gitu, biar besok si Alex saja yang datang ke sini sendiri…, ” kata Icha.

Aku yang dari tadi diam saja hanya manggut tanda setuju untuk datang lagi esok.

“ Tapi besok kamu datangnya malam saja ya, ” pinta RH.

“ Ooo…, sekalian kamu cobain ya…?, ” pancing Icha sambil tersenyum.

“ Apa kamu mau ikutan Cha…?, ” tanya RH.

“ Nggak ah, abis main sama loe harus lama, gue takut kandungan gue bermasalah lagi, ” ucap icha.

“ Kalau dokter gue bilang nggak apa-apa sich gue ok aja, tapi kalau kebanyakan digenjot nanti bocor lagi, ” kata Icha sambil tertawa.

“ Ya udah nggak papa, tapi kamu pasti datang kan Lex…?, ” tanya RH.

“ Ya…, ” jawabku singkat.

“ Ya sudah kita cabut ya…?, ” ucap Icha ke RH.

“ Ya, ok lah…, ”

“ Bye, Lex jangan lupa ya atau kontrak kita batal nich, ” sambil mencubit daguku.

Begitulah kisahku dengan Icha wanita hamil yang penuh birahi ituuntuk cerita Sex-ku dengan RH lain kali aja yah kalau aku udah sempet nulisnya. Bey maniaker’s .Selesai.

Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak sex’s, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web www.butuhsex.com.

Cerita Sex Model 2017, Cerita Sex Sedarah 2017, Cerita Sex Jilbab Terbaru, Cerita sex tante girang 2017, Cerita Dewasa Sex Threesome Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan 2017, Cerita Dewasa Sex Pegawai Salon 2017, Cerita Dewasa Sex Sekretaris Terupdate 2017, Sekretaris, Cerita Sex Mahasiswa terbaru 2017, Cerita Sex Mahasiswi terbaru 2017, Cerita Sex Perselingkuhan 2017, Cerita Sex SMA 2017, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto bugil, foto hot, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru 2017, cerita hot terbaru 2017 dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru 2017 lainya.

total video converter