Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks

Orisex.com cerita sex 2017, cerita tante, cerita ngentot threesome, cerita mesum, cerita dewasa dengan judul “Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks” dan foto sex bugil tante bispak terbaru 2017

Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks
Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks

Kisahku ini bermula ketika umurku masih 17 thn, dimana aq masih duduk dibangku sekolah SMA, perkenalkan aq Edo aq keturunan Indo dan teman-temanku bilang aq orangnya ganteng. Tinggi badan 180cm, tdk begitu tinggi di bandingkan dengan papaq yg 185cm. Aq dilahirkan di Canada, tapi sewaktu umur 11 thn, papaq di tugaskan ke Medan. Jadi aq juga ikut, dan sekolah di sana. Mulanya q tinggal di Medan terasa asing juga. Tapi lama-kelamaan aq juga dapat terbiasa. Jujur aja, pemikiranku lebih condong kepada pemkiran-pemikiran Timur, mungkin karena didikan dri mamaq yg terlalu keras. Biarpun di negara barat sudah biasa terjadi hubungan sex remaja, namun aq belum pernah sekalipun melaqkannya dengan pacarku, well… at least pada saat itu.

Hari ini dimulai liburan natal. Papa tdk pulang ke Canada seperti biasanya, kata Papa kerjaanya baru banyak. Mamaq bilang ke aq kalau merasa bosan di sini sebaiknya aq pergi ke Jakarta, sekalian menjenguk nenek. Katanya aq juga bisa mencari tante Rida kalau ada waktu.

Tante Rida ini teman baik Mamaq. Sama seperti Mamaq, Tante Rida dulu juga kuliah di Canada, dan pernah tinggal cukup lama di sana. Aq sudah lama tdk pernah bertemu dengan tante Rida, tapi seingatku tante Rida itu orangnya cantik sekali. Usianya Tante Rida sekarang mungkin sekitar 32 thn, tante Rida lebih muda dari Mama. Waktu di Canada tante Rida sering menginap di rumah kami, dan bermain-main denganku. Akhirnya aq iyakan tawaran Mama untuk pergi ke Jakarta.

Singkat cerita, Hari kedua di Jakarta, aq minta di antar sopir ke rumah tante Rida. Rumahnya di derah jakarta selatan. Sebelumnya Mama sudah menelpon dan memberitahu tante Rida kalau aq akan datang pada hari itu. Dan akhirnya aq sampai di rumah tante Rida,

“Heiii… wah sudah besar kamu sekarang ya Edo.. sudah nggak tanda lagi tante sama kamu sekarang.. hehehehe” seingatku kira-kira begitulah katanya sewaktu pertama kali melihatku setelah beberapa tahun tdk berjumpa. Wajah tante Rida masih sama seperti dulu, tetap cantik, seakan tante Rida tdk bertambah tua sedikitpun.

“Oh yah… tuh supirnya disuruh pulang saja Edo… ntar kamu bawa saja mobil Tante kalau mau pulang”, aq pun mengiyakan, dan menyuruh pulang supirnya.

“Wah… besar sekali rumahnya yah Tante”, kataku sewaktu kami memasuki ruang tamu.

Aq dengar dari Mama sih, katanya suaminya Tante Sinta ini anak salah seorang konglomerat Jakarta, jadi nggak heran kalau rumahnya semewah ini. Setelah itu kami ngobrol-ngobrol, dia menanyakan keadaan Mama, Papa dan kakek.

Tante Sinta juga sudah lama tdk bertemu dengan Mama. Lumayan lama kami ngobrol, setelah itu dia mengajakku untuk makan malam.

“Makan dulu yuk Edo… tuh sudah disiapin makanannya sama si Ning”, katanya menunjuk ke pembantunya yg sedang menghidangkan makanan di meja makan.

“Kita nggak nunggu Om Joe?” aq menanyakan suaminya.

“Oh… nggak usah, Om mu nggak pulang malam ini katanya”,

“Oh… ok deh”, kataku sambil beranjak ke ruang makan. Rumah sebesar ini cuma dihuni sendirian dengan pembantunya. Berani juga Tanteku ini.

“Kamu berani pulang entar Edo? sudah malem loh ini”, katanya sambil melirik ke jam dinding yg sudah menunjukkan jam 7 lewat 30 menit. “Ah berani kok Tante…”

“Hmm… mending kamu tidur di sini saja deh malem ini… tuh ada kamar kosong di atas.”

“Umm… iyah deh… ntar aq telepon ke Kakek kalau gitu”, dalam hati, aq mengira bahwa Tanteku ini menyuruhku menginap karena dia takut sendirian di rumah, sama sekali tdk ada pikiran negatif dalam otakku sewaktu aq mengiyakan tawarannya.

Sehabis makan, aq pun menelepon ke rumah kakek, dan memberitahu bahwa hari ini aq menginap di rumah Tante Sinta.

“Oh iyah… kalau kamu mau mandi air panas, pakai saja kamar mandi Tante. Ntar kamu pakai saja bajunya Om Joe. Yuk sini!”

“He… eh”, aq mengangguk sambil mengikutinya.

Kamar mandi yg dimaksud terletak di dalam kamarnya. Kamarnya benar-benar mewah dan besar. Dengan tempat tidur ukuran double di tengah-tengah ruangan, mini theatre set, dan sebuah kamar mandi di sudut ruangan.

“Nih… coba… bisa pakai nggak kamu?” dia memberikan T-shirt dan celana pendek kepadaku.

“Bisa kayaknya”, aq pun mengambil pakaian itu dan membawanya ke kamar mandi.

Sehabis dari kamar mandi, aq sempat sedikit kaget melihat Tante Sinta.

Dia mengenakan baju tidur tipis, tidur tengkurap di atas tempat tidur. Kelihatan dengan jelas celana dalamnya, tapi aq tdk melihat tali BH di punggungnya. Terangsang juga aq melihat pemandangan seperti itu. Kelihatannya ia tertidur saat menonton TV.

TV-nya masih menyala. Aq berjalan ke arah TV, bermaksud mematikannya. Melihat adegan panas yg sedang berlangsung di TV, mendadak aq terdiam pas di depan TV. Kulihat ke belakang, Tante Sinta masih tidur.

Aq berdiri menonton dulu, sekedar iseng. 5 menit lagi ah baru kumatikan, begitu pikiranku saat itu.

“Hey…” saat aq sedang asyik menonton, tiba-tiba terdengar teguran halus Tante Sinta, diikuti oleh tawa tertahannya.

Aq benar-benar malu sekali waktu itu. Aq berbalik ke belakang sambil tersenyum malu-malu. Waktu aq berbalik, kulihat Tante Sinta sudah duduk tegak di atas tempat tidur. Samar-samar terlihat puting susunya dari balik baju tidurnya yg tipis.

“Kirain Tante sudah tidur… hehe”, kataku asal-asalan sambil berjalan hendak keluar dari kamar.

“Edo… bisa tolong pijitin badan Tante? Pegel nih semua”, terdengar suara helaan nafas panjang, dan suara kain jatuh ke lantai.

Saat aq berbalik hendak menjawab, kulihat Tante Sinta sudah kembali tidur tengkurap di tempat tidur, tapi kali ini tanpa baju tidur, satu-satunya yg masih dikenakannya adalah celana dalamnya.

“Ya…” hanya itu saja yg bisa keluar dari mulutku. Aq pun berjalan ke arah Tante Sinta. Sedikit canggung, kuletakkan tanganku di atas bahunya.

“Engghh…” terdengar dia mengerang perlahan.

“Om Joe kapan pulangnya Tante?” kuatir juga aq ketahuan oleh suaminya.

“Emm… mungkin minggu depan… nggak tau deh… kalau Om mu sih… jarang di rumah. Mungkin seminggu pulang sekali”, dalam hatiku merasa kasihan juga kepada Tante Sinta. Pantas saja dia merasa kesepian.

“Fhhuuuhh…” kembali terdengar helaan nafas panjang.

“Kamu sudah punya pacar Edo?” tanyanya memecah keheningan.

“Yah… di Medan.”

“Hehehe… cantik nggak Edo?” Tante Sinta memang dari dulu senang bercanda.

Sangat berbeda dengan ibuku yg kadang bersikap agak tertutup, Tante Sinta adalah penganut kebebasan Barat.

Aq hanya tersenyum saja menjawab pertanyaannya.

“Turun dikit Edo!” aq pun menurunkan pijatanku dari bahu ke punggungnya.

“Kamu duduk saja di atas pantat Tante… supaya bisa lebih kuat pijitannya.”

Aq yg semula mengambil posisi duduk di sampingnya, sekarang duduk di atas pantatnya.

“Unghh… berat kamu”, mendengus tertahan dia waktu kududuk di atasnya.

“Hehehe… tapi katanya suruh duduk di sini”, cuek saja aq melanjutkan pijatanku.

K0ntolku sudah terasa menegang sekali, sesekali kutekan kuat-kuat k0ntolku ke pantat Tante Sinta. Walaupun aq masih memakai celana lengkap, namun sudah terasa nikmat dan hangat sewaktu k0ntolku kutekan ke pantatnya.

“Iiihh… nakal ya… bilangin Mama kamu lho”, katanya sewaktu merasakan k0ntolku menekan-nekan pantatnya.

“Sudah belom Tante? sudah cape nih”, kataku setelah beberapa menit memijat punggungnya.

“Iyah… kamu berdiri dulu deh… Tante mau balik”, aq berdiri, dan Tante Sinta sekarang berbalik posisi.

Sekarang aq bisa melihat wajahnya yg cantik dengan jelas, toketnya yg masih kencang itu berdiri tegak di hadapanku.

Puting susunya yg merah kecoklatan terlihat begitu menantang. Aq sampai terbengong beberapa detik dibuatnya.

“Hey… pijit bagian depan dong sekarang”, katanya.

Aq duduk di atas pahanya, kuremas dengan lembut kedua toketnya.

Lalu kupuntir-puntir puting susunya dengan jari-jariku.

“Ihh… geli… hihihihi…” dia cekikikan. Aq benar-benar sudah tdk bisa mengendalikan nafsuku lagi.

Sekarang ini yg ada dalam otakku hanyalah bagaimana memuaskan Tante Sinta, memberinya kepuasan yg selama ini jarang ia dapatkan dari suaminya.

Rasa kasihan akan Tante Sinta yg telah lama merindukan kehangatan laki-laki bercampur dengan nafsuku sendiri yg sudah menggelora. Aq menarik celana dalamnya dengan agak kasar. Kulihat dia hanya diam saja sambil memejamkan matanya pasrah.

Kuakui inilah pertama kalinya aq melihat wanita telanjang secara nyata. Tapi agaknya aq tdk begitu canggung, sepertinya aq melakukan semuanya dengan begitu alamiah. Tante Sinta membuka lebar kedua pahanya begitu celana dalamnya kulepas.

Nonton film xxx ringan di hp >>> videoasoy.com

Kulihat dengan jelas memeknya dengan bulu-bulu halus yg dicukur dengan rapi membentuk segitiga di sekitarnya. “Sudah sering beginian yah kamu Edo?” tanyanya heran juga melihat aq begitu mantap.

“Ehh… nggak kok… baru sekali Tante”, nafasku sudah memburu, kata-kata pun sudah sulit kuucapkan dengan tenang.

Kulihat nafas Tante Sinta juga sudah mulai memburu, berkali-kali ia menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.

“Jilatin dong Edo!” katanya memelas.

Mulanya aq ragu-ragu juga, tapi kudekatkan juga kepalaku ke memeknya. Tdk ada bau tdk enak sama sekali, Tante Sinta rajin menjaga kebersihan memeknya aq kira. Kujulurkan lidahku menjilati dari bawah menuju ke pusar. Beberapa menit aq bermain-main dengan memeknya.

Tante Sinta hanya bisa mengerang dan menggelinjang kecil menahan nikmat. Kulihat ia meremas sendiri toketnya dan memuntir-muntir sendiri puting susunya. Aq berdiri sebentar, melepaskan semua pakaianku.

Bengong dia melihat k0ntolku yg 18 cm itu. Aq cuma tersenyum kepadanya, dan melanjutkan menjilati memeknya. Beberapa saat kemudian ia meronta dengan kuat.

“aahh… ohh God… aargghh…” bagaikan gila, dia menjepit kepalaku dengan pahanya, lalu menekan kepalaku supaya menempel lebih kuat lagi ke memeknya dengan dua tangannya.

Aq susah bernafas dibuatnya.

“Lagi… arghh… clitorisnya Edos… ssshh… yah… yah… lagi… oooohh…” semakin menggila lagi dia ketika aq mengulum clitorisnya, dan memainkannya dengan lidahku di dalam mulut.

Aq memasukkan lidahku sedalam-dalamnya ke dalam lubang memeknya. Bau cairan kewanitaan semakin keras tercium. memeknya benar-benar sudah basah. Tiba-tiba dia menjambak rambutku dengan kuat, dan menggerakkan kepalaku naik turun di memeknya dengan cepat dan kasar.

Lalu ia menegang, dan tenang. Saat itu juga aq merasa cairan hangat semakin banyak mengalir keluar dari memeknya. Aq jilati semuanya. “Ohh… God… bener-benar hebat kamu Edo… lemas Tante… aahh… nggak kuat lagi deh untuk berdiri… shitt… sudah lama nggak begini”, dia terbujur lemas setelah 1/2 jam yg melelahkan itu.

Aq cuma tersenyum. Perlahan kutarik kedua kakinya ke tepi tempat tidur, kubuka pahanya selebar-lebarnya dan kujatuhkan kakinya ke lantai. Memeknya sekarang terbuka lebar. Nampaknya ia masih terbayang-bayang atas peristiwa tadi dan belum sadar atas apa yg kulakukan sekarang padanya. Begitu ia sadar k0ntolku sudah menempel di bibir memeknya.

“Ohh…” ia cuma bisa menjerit tertahan. Lalu ia pura-pura meronta tdk mau. Aq juga tdk tahu bagaimana cara memasukkan k0ntolku ke dalam memeknya. Aq sering lihat di film-film, dan mereka melakukannya dengan mudah. Tapi ini sungguh berbeda. Lubangnya sangat kecil, mana mungkin bisa masuk pikirku.

Tiba-tiba kurasakan tangan Tante Sinta memegang k0ntolku dan membimbing k0ntolku ke memeknya. “Tekan di sini Edo… pelan-pelan yah… punya kamu gede banget sih”, pelan ia membantuku memasukkan k0ntolku ke dalam memeknya. Belum sampai seperempat bagian yg masuk ia sudah menjerit kesakitan.

“Aahh… sakitt… oooh… pelan-pelan Edo… aduuh….” tangan kirinya masih menggenggam k0ntolku, menahan laju masuknya agar tdk terlalu deras.

Sementara tangan kanannya meremas-remas kain sprei, kadang memukul-mukul tempat tidur. Aq merasakan k0ntolku diurut-urut di dalam memeknya. Aq berusaha untuk memasukkan lebih dalam lagi, tapi tangan Tante Sinta membuat k0ntolku susah untuk masuk lebih ke dalam lagi.

Aq menarik tangannya dari k0ntolku, lalu kupegang erat-erat pinggulnya. Kemudian kudorong k0ntolku masuk sedikit lagi.

“Aduhh… sakkkitt… ooohh… ssshh… lagi… lebih dalam Edos… aahh”, kembali Tante Sinta mengerang dan meronta.

Aq juga merasakan kenikmatan yg luar biasa, tak sabar lagi kupegang erat pinggulnya supaya ia berhenti meronta, lalu kudorong sekuatnya k0ntolku ke dalam. Kembali Tante Sinta menjerit dan meronta dengan buas.

Aq diam sejenak, menunggu dia supaya agak tenang.

“Goyang dong Edo”, dia sudah bisa tersenyum sekarang.

Aq menggoyang k0ntolku keluar masuk di dalam memeknya. Tante Sinta terus membimbingku dengan menggerakkan pinggulnya seirama dengan goyanganku.

Lama juga kami bertahan di posisi seperti itu. Kulihat dia hanya mendesis, sambil memejamkan mata. Tiba-tiba kurasakan memeknya menjepit k0ntolku dengan sangat kuat. Tubuh Tante Sinta mulai menggelinjang, nafasnya mulai tak karuan, dan tangannya meremas-remas toketnya sendiri.

“Ohh… ooohh… Tante sudah mau keluar nih… sshh… aahh”, goyangan pinggulnya sekarang sudah tdk beraturan.

“Kamu masih lama nggak Edo? Kita keluar bareng saja yuk…. aahh”, tak menjawab, aq mempercepat goyanganku.

“Aahh… shitt… Tante keluar Edoss… ooohh… gile”, dia menggelinjang dengan hebat, kurasakan cairan hangat keluar membasahi pahaku.

Aq semakin bersemangat menggenjot. Aq juga merasa bahwa aq bakal keluar tdk lama lagi.

“Aahh… sshh…” kusemprotkan saja cairanku ke dalam memeknya.

Lalu kucabut k0ntolku, dan terduduk di lantai.

“Kamu hebat… sudah lama Tante nggak pernah klimaks.”

“aah… capek Tante.”

“Mandi lagi yuk… lengket-lengket nih jadinya”, ia berjalan ke kamar mandi dan aq mengikutinya.

Kami saling membersihkan tubuh di bawah siraman shower. Setelah mandi, kami tidur-tiduran tanpa busana, berciuman, sambil ngobrol macem-macem. VCD porno yg tadi sudah habis rupanya. Tante Sinta menggantinya dengan VCD yg lain.

“Eh… yg ini bagus loh Edo”, lalu ia menghidupkannya. Filmnya tentang seorang gadis yg diperkosa, sedikit sadis menurutku, tapi sangat merangsang sekali.

“Tante sudah lama kepengen coba yg seperti itu Edo… kalau Om mu sih… nggak ada seninya… taunya cuman goyang, nembak, tidur… susah juga hahaha… kamu mau coba nggak?” dia tersenyum melihatku.

“Hehehe… terserah…” “Ok!” lalu ia berjalan ke lemarinya.

Sewaktu ia membukanya, aq terkejut juga melihat begitu banyak Sex Stuff seperti vibrator, tali, handcuff, dan banyak lagi.

“Wah… banyak amat peralatannya Tante”, kataku bercanda.

“He eh… yah beginilah… soalnya Om kamu jarang pulang sih. Tante kan butuh seks juga. Yah… terpaksa harus bermain dengan fantasi sendiri.”

“Hehehe”, aq cuma tertawa kecil. Kulihat ia mengambil tali dari lemari.

“Nih… kerjain Tante seperti yg di film itu dong Edo!” ia melemparkan tali itu kepadaku dan berjalan ke arah tempat tidur.

Tempat tidur itu bergaya Eropa pertengahan, mempunyai pagar rendah berjeruji di sisi atas dan bawah. Ia memegang pagar berjeruji itu.

Aq mengikat tangannya di jeruji itu, ia sekarang membungkuk membelakangiku dengan tangan terikat. Aq berjongkok dan mulai menjilati memeknya untuk pemanasan.

“Sssh… oouhh…” kembali kudengar erangannya. Setelah beberapa saat memeknya mulai basah.

“Pakai vibrator Edo!” aq berjalan ke lemari dan mengambil vibrator yg berbentuk seperti k0ntol manusia itu.

Hati-hati kumasukkan vibrator itu ke dalam memeknya, lalu kugeser switch ke posisi “low”. Terdengar vibrator itu mulai berdengung halus.

“Ouuh… aahh…” kelihatannya Tante Sinta sangat menikmati permainan. Tempo permainan sangat lambat kali ini. Ia menggelinjang sedikit mengiringi dengungan halus vibrator. Sambil sebelah tanganku memegangi vibrator supaya tdk lepas dari memeknya, aq memberinya tepukan di paha, memberinya tanda agar ia membuka pahanya selebar-lebarnya.

“Jilat anus Tante Edo!” kembali ia memberi komando. Aq mulai menjilati pahanya yg putih dan jenjang, perlahan berpindah ke anus. Bosan menjilati anusnya, aq berdiri, memeluknya dari belakang, dan meremas toketnya dengan sebelah tanganku yg masih bebas. Beberapa saat kemudian ia orgasme.

Lalu ia menyuruhku memasukkan k0ntolku ke dalam lubang anusnya. Aq sempat terkejut mendengarnya. Menurutku pasti akan sakit sekali k0ntolku dijepit oleh lubang anusnya. Tetapi Tante Sinta terus-terusan meminta dengan suara yg memelas.

“Tante sudah pernah nyoba?” tanyaku ragu-ragu.

“Pernah… pakai vibrator… cobain saja deh… lebih sempit loh di sini… Tante kepingin nyoba dimasukin 2 lubang sekaligus.”

“Ok!” aq kembali membungkuk, kujilat bagian sekitar anusnya untuk melicinkannya.

Kulihat Tante Sinta merintih-rintih ketika vibrator kugoyang agak cepat, tetapi ia tdk bisa banyak meronta karena tangannya masih terikat kuat ke jeruji tempat tidur. Setelah merasa jalan masuk cukup licin aq pun mengambil ancang-ancang, kugesek-gesekkan dulu kepala k0ntolku di sekitar anusnya.

“Yahh.. langsung saja Edos”, Tante Sinta yg sudah tdk sabar, memundur-mundurkan pantatnya agar k0ntolku bisa segera masuk ke dalam lubang anusnya.

Kutarik vibrator yg masih saja berdengung itu dari belakang, supaya pantat Tante Sinta makin menempel ke kepala k0ntolku.

Akibatnya vibrator itu melesak makin dalam ke memeknya Tante Sinta.

“Aahh… ooohh… sshh…” semakin menggila saja dia.

Pelan kudorong kepala k0ntolku ke dalam lubang anusnya. Kepala k0ntolku terasa sedikit pedih, aq menghentikan dorongannya sejenak.

“Oooohh… yahh… terussss… deeper Edos….”

“Sssshh… oooohh…” aq hanya bisa mendesis menahan pedih yg bercampur nikmat ketika k0ntolku masuk kira-kira setengah bagian ke dalam lubang anusnya.

Menurutku masuk melalui lubang anus tdk begitu nikmat, karena tdk ada cairan yg melicinkannya.

Tapi kulihat Tante Sinta bagaikan sedang terbang sekarang. Nikmat sekali katanya. Kukira itu karena dua lubangnya sedang terisi. Tante Sinta terus saja menggoyang-goyang pinggulnya kebelakang supaya k0ntolku dapat masuk lebih dalam ke dalam lubang anusnya. Aq tdk dapat menahan lagi goyangannya, kubenamkan sekuat tanaga k0ntolku ke dalam anusnya.

Rasanya seperti k0ntolku sedang di massage dengan kuat di dalam. Tanpa sadar, karena menahan nikmat tanganku menggoyang-goyangkan vibrator itu dengan kencang. Tempo permainan berubah menjadi liar sekarang. Tangan Tante Sinta mencengkeram jeruji tampat tidur dan menggoyangnya karena nikmat yg tak terkira.

Aq mencoba menggoyang k0ntolku di dalam anusnya. Memang sedikit pedih karena kurangnya cairan pelicin di dalam anusnya, tapi aq tdk peduli lagi. Sesekali kugunakan tangan kiriku untuk meremas toketnya yg tergantung-gantung itu.

Beberapa saat kemudian aq merasa mau orgasme.

“Aahh… oouuhh… Tante sudah mau keluar belum?” tanyaku dengan nafas memburu.

“Engggh… sssssh… iyah…” Kurasakan Tante Sinta semakin menggila menggoyang pinggulnya.

Kemudian dia tubuhnya menegang, kemudian terkulai lemas. Aq pun merasa maniku sudah di ujung-ujungnya. Kupercepat goyangan, kuremas toketnya dengan kasar, dan kukocok vibratornya lebih cepat lagi.

Kulihat Tante Sinta menjerit-jerit, tapi ia tak bisa berbuat banyak karena tangannya terikat dengan kuat. “Arrrgghh… ooohh…” seiring dengan eranganku, kusemprotkan maniku ke dalam anusnya. Kali ini kurasakan maniku keluar banyak sekali.

Lalu kucabut k0ntolku dari dalam anusnya, dan kucabut vibrator dari memeknya. Sekilas kulihat memek dan anusnya merah sekali dan sedikit membengkak. Kubuka ikatan tangannya dan dia memeluk serta menciumiku. Lalu kami berdua tertidur di lantai.

Pengalaman ini tak akan pernah kulupakan. Sampai sekarang kami kadang-kadang masih melakukannya. Tante Sinta benar-benar seorang seks maniak yg tak bisa puas, setiap kali berhubungan selalu ada saja cara-cara baru yg ia ajarkan. Kukira ini juga mempengaruhi tingkah laku seksualku.

Cerita sex 2017, cerita tante, cerita ngentot threesome, cerita mesum, cerita dewasa dengan judul “Cerita Sex Tante Rida Seorang Maniak Seks” dan foto sex bugil tante bispak terbaru 2017

Save

download video bokep indo

Cerita Sex Tante Nani

Cerita Sex – Aq liburan ke kota bandung, menginap dirumah om ku adik ibuku yang paling kecil. Mereka 7 bersaudara dan ibuku yang tertua, aq saat itu baru berumur 19 thn dan omku 34 thn. Istri om ku, tante Nani (26 thn), orangnya cantik bertubuh mungil tapi padat. Pantanya montok dengan pinggang yang ramping dan perut yang datar, maklum mereka belum mempunyai anak, biarpun sudah kawin hampir 4 thn.

Cerita Sex Tante NaniCerita Sex Tante Nani

Nonton Film Bokep Ringan > videoasoy.com

Akan tetapi tante Nani, orangnya sangat judes, dia tidak memandang memandang mata keluargaku, maklum keluarga kami hanya biasa-biasa saja, sedangkan tante Nani datang dari keluarga yang sangat kaya di kota S, dia hanya dua bersaudara dan Sela (22thn) adik perempuanya masih duduk dibangku kuliah di ITB dan tinggal dirumah om dan tante Nani di kota B

Selama aq tinggal di rumah om ku ini, hampir setiap hari tante Nani ngomel aja, karena tante Nani tidak suka kalau aq menginap dirumah mereka. Disamping aq memang termasuk anak yang bandel, biarpun secara postur tubuh, aq sudah keliatan sangat dewasa, karena tinggiku 175cm dengan tubuh yang berotot, tante Nani curiga saja dan menaganggapku sering menerima duit dari om ku, padahal jarang sekali om ku ngasih duit ke aq.

Cerita Dewasa – Saat ini aq tinggal dirumah mereka, sebenarnya hanya terpaksa saja, karena aq sedang liburan di kota B dan Ibuku memberitahukan pada om ku yang memaksa tinggal dirumahnya. Hari ini entah mengapa aq merasa suntuk sekali sendirian, kemarin sore sebelum om ku pulang kerja, tante Nani ngomel-ngomel dan menunjukkan wajah cemberut tarhadapku.

Saat itu rumah dalam keadaan sepi, om ku sudah berangkat kerja, mbak Sela adik tante Nani sedang pergi kuliah, Bi Inah lagi pergi ke pasar, dan tante Nani katanya mau pergi kondangan. Tadi sebelum pergi nada setengah membentak, tante Nani menyuruhku menjaga rumah. ‘dari pada bt dirumah sendirian, mending nonton bokep aja di kamar’ pikirku.

TV mulai kunyalakan, kuambil cd bokep yang kemarin kupinjam ditempat persewaan dekat rumah, adegan-adegan hot nampak di layar tv. Mendengar erangan-erangan artis bokep yang cantik dan seksi tersebut membuatku terangsang. Dengan lincahnya tanganku melepas celana dan celana dalamku sendiri. Penisku yang sejak tadi tegang mengeras kukocok pelan-pelan. Film bokep yang kuputar itu sangat hot, sehingga gairahku semakin menggelora. Kutanggalkan pakaian yang masih melekat ditubuhku, akhirnya tubuhku tanpa ada penutup sehelai benang pun. Kocokkan tanganku makin lama makin cepat seiring panasnya adegan yang kutonton. Kurasakan ada denyutan dalam penisku yang ingin menyeruak keluar. Aq mau mencapai orgasme, tiba-tiba,

“Faiz.. apa yan kamu lakukan!!!” teriak dari suara yang aq kenal

“Ohhh… tante?! aq sungguh terkejut dan sangat bingung sekali saat itu.

Tak kusangka tante Nani yang katanya mau pergi kondangan bisa kembali secepat itu. Tanpa sadar aq bangkit dan kedekati tante Nani yang cantik dan judes itu, yang masih berdiri dalam keadaan terkejut dengan mata membelalak melihat keadaanku yang bugil dengan batang penisku yang panjang dan besar masih dalam keadaan tegang mengeras itu. Tiba-tiba entah setan dari mana yang mendorongku, secara reflek aq medekap tubuh tante Nani itu. Tubuhnya yang mungil dan tingginya yang hanya sampai sebahu dariku, kubekap erat dan kutarik agak keatas, sehingga tante Nani hanya berdiri dengan ujung jari kakinya saja dengan kepala mendongak keatas, karena terkejut. Dengan cepat kulumat bibir seksinya itu.

“Emmmphhh… pppfffff!!!!” tubuh tante Nani seketika mengejang dan agak menggeliat menerima perlakuan yang tidak pernah dia sangka akan berani aq lakukan itu dan sesaat kemudian tante Nani mulai memberontak dengan hebat, sehingga lumatnaku di bibirnya terlepas.

“Faiz.. jangan kurang ajar kamu ya.. bernai benar kamu ini… ingat, Faiz… aq ini istri om mu!!! cepat lepaskan, nanti aq laporkan kamu ke om mu….” teriak tante Nani dengan suara garang mencoba mengancamku.

Aq tak memperdulikannya, salah tante Nani sendiri sih, orang mau orgasme kok diganggu. Dengan liarnya kujilati belakang telinganya dan tengkuknya, kedua toketnya yang biarpun tidak terllalu besar, tapi pada itu langsung kuremas-remas dengan buasnya, sampai tante Nani menjerit-jerit. Disamping nafsuku yang memang sudah menggila itu, ada juga rasa ingin balas dendam dan mau mengajar adat padanya atas perlakuan dan padnanganya yang sangat menghina padaku.

Dia mencoba berteriak, tapi dengan cepat aq segera melumat bibirnya lagi. Ada kali sepuluh menit aq melakukan itu, sementara tante Nani terus meronta-ronta, dan mengancamku serta mencaci makiku, aq sudah tidak memperdulikannya lagi. Aq terus menyerangnya dengan liar dan mengelus-elus dan meremas-remas sekujur tubuhnya sambil terus melumat bibirnya dengan liar. Dia tidak dapat melepaskan diri dari dekapanku, karena memang tubuhku yang tinggi 175cm dengan tubuh atletis dan berotot, tidak sebanding dengan tubuh tante Nani yang 155cm dan mungil itu.

Akibat seranganku yang menggila itu, lama kelamaan kurasakan tidak ada lagi perlawanan dari tante Nani, entah karena dia sudah lelah atau mungkin dia mulai terangsang juga. Merasa sudah tidak ada perlawanan lagi dari tante Nani, batang penisku yang sangat tegang mengeras itu ku gesek-gesekkan pada perutnya dan kemudian kuraih tangan mungilnya dan kuelus-eluskan ke batang penisku. Tubuhnya terasa mengejang, akan tetapi kedua matanya terpejam, dan tidak ada perlawanannya darinya.

Kemudian ketika dengan perlahan kubuka baju tante Nani, dia dengan lemah masih mencoba menahan tanganku, akan tetapi tanganku yang satu mengunci kedua tanganya dan tanganku yang lain membuka satu demi satu kancing bajunya, dan perlahan-lahan mempertontonkan keindahan tubuhnya di balik kain itu. Setelah berhasil membuka baju dan BH nya, kuturunkan ciumanku menuju ke toket tante Nnai yang padat berisi.

“Faiiizzz… aampuuuunnnnnnn… iiiii… iingaatttt… Izzzzz…!!!!”

Kucium dan kuhisap puting susunya yang berwarna kecoklatan itu. Sesekali kugigit pelan dan kupilin puting susunya, sementara kusingkap roknya dan jari-jari nakalu mulai mengelus memeknya yang masih tertutup celana dalam.

“Iiiihhhhh…. aahhhhh…. ahahhhhh .. hhhh… ssshhhhhhh….. Faaiiiizzzzzz!!!!!” akibat perlakuanku itu, kayaknya tante Nani mulai terangsang juga, itu terasa dari tubunya yang mengejang kaku dan dengusan nafasnya makin memburu. aq pun makin memperhebat seranganku dan tiba-tiba tante Nani bergetar dengan hebatnya dan…..,

“Aaaargghhhhh… fAIIIIZZZZ.. janggannnnnnn… Faaiiizzzzz iii..ngaattttt… Faizzzzz… aaaghhhh….oogghhhhh… ooogghhhhhhh!!!!” akhirnya, disertai tubuhnya yang mengejang dan menggeliat-geliat hebat, serta kedua tanganya mendekap punggungku…. cret.. cretttt.. crettt… cairan kenikmatan tante Nani membasahi celana dalamnya sekalian jemariku.

Setelah masa orgasmenya berlalu, terasa tubuh tante Nani melemas terkulai dalam pelukanku dan kedua matanya masih terpejam rapat, entah perasdaan apa yang sedang bergelora dalam tubuhnya, malu, puas atau putus asa akibat perlakuanku terhadapnya, sehingga dia mencapai orgasme itu. Tarikan nafasnya masih terengah-engah berat. Kami diam sejenak, sementara tubuh tante Nani masih bersandar lemas dalam dekapanku dengan mata terpejam. Jari-jari lentik tante Nani masih menggenggam batang penisku yang masih tegang menbgeras.

Akhirnya dengan perlahan kepala tante Nani mendongak keatas dan terlihat pandangan matanya yang sayu menatapku, sehingga menambah kecantikan wajahnya dan secara lembut terdengar suaranya.

“Aaaahhhh.. Faiizzzz, apa yang perbuat pada tantemuj ini…?”

“Eeehmm.. maaffkan Faiz tante.. Faiz lupa diri… abis tante tadi masuk tiba-tiba selagi Faiz akan meraih klimaks… salah tante sendiri sihh… lagi pula tante cantik sekali sihhh….!!!” sahutku sekenanya.

Kayaknya sekarang tante Nani sudah pasarh dan sambil tanganya masih menggenggam batang penisku katanya lagi….

“Faiizzz.. penis kamu besar sekali yaaa??? Punya om mu nggak sebesar ini…!!!”

“Aaahhh, tantee… apa benar???” memang batang penisku panjangnya 20cm dan besar juga kepala penisnya yang bulat besar, apalagi kalau sangat bernafsu begini.

Jemari lentik tante Nani yang tadinya hanya menggenggam saja, kini mulai memainkan batang ppenisku dengan lembut. Seperti mendapat mainan baru, tangan tante Nani tak mau lepas dari itu.

“Tanteee.. kok di diemin aja,, dikocok dong… biar nikmat…..”

“Faiz, Faizz.. kamu keburu nafsu aja… aaahhhhhh…..” perlahan-lahan kedua tanganku menekan bahu tante Nani, sehingga tubuh Nani berjongkok dan sesaat kemudian kepalanya telah sejajar derngan selankanganku.

Kedua tangan tante Nani segera memeggang batang penisku dan kemudian mulai dijilatinya kepala penisku dengan lidahnya.

Tubuhku terasa bergetar menerima rangsangan dari lidah tante Nani. Dijilatinya seleruh batang penisku, mulai dari ujung sampai pangkal. Tak ada yang terlewat dari sapuan lidahnya.

Dimasukkannya batang penisku ke mulutnya tapi tak semuanya bisa masuk, di kocoknya batang penisku di dalam mulutnya.

Mungkin hanya 3/4 batang penisku yang dapat masuk ke mulut tante Nani. Kurasakan dinding tenggorokkan tante Nani menyentuh kepela penisku. Sungguh sensasi yang luar biasa menjalar ke sekujur tubuhku. Cukup lama tante Nani memainkan batang penisku dengan mulutnya. Kurasakan batang penisku mulai berdenyut-denyut hebat. Dari dalam kurasakan ada sesuatu yang memaksa untuk keluar. bokep indo

Merasa aq akan keluar, tante Nani semakin cepat mengocok batanbg penisku.

“Tanteee.. oghh.. ohh.. taannnn… Faixx mau keluar…. ooouugghhhh…. taannnn….!!!”

Akhirnya.. crett.. crett.. crett.. crettt.. hampir 7 kali pejuhku menyembur dari ujung penisku. Diminumnya pejuhku dengan, dijilatinya semua, sampai tak ada lagi pejuh yang tersisa. Meskipun sudah keluar tetapi batang penisku tetap saja masih berdiri kokoh, meski tak seberapa keras lagi.

Melihat itu, tante Nani menciumi kepala penisku dan menjilatinya hingga bersih.

Kemudian kutarik berdiri tubuh tante Nani dan kudorong ke ranjang, sehingga tante Nani terlentang di atas ranjang. Dengan cepat kulepas rok sekalian celana dalam tante Nani, sehingga sekarang tante Nani terlentang diatas ranjang dengan tubuhnya yang mungil tapi padat itu dalam keadaan bugil. Tante Nani hanya menatapku dengan pandangan yang sayu dan terlihat pasrah.

Aq naik ke ranjang dan kedua kakinya kukangkangkan lebar-lebar dan aq berjongkok diantara kedua pahanya yang terpentang membuka lebar lubang memeknya yang telah licin, siap untuk disodok.

Kupegang batang penisku dan kugesek-gesek sepanjang bibir memeknya, sambil kutekan-tekan pelan. Merasakan gesek-gesekkan lembut memek tante Nani, Batang penisku mulai mengeras lagi. Ku ambil tangan tante Nani danku tempatkan pada batang penisku, segera digenggamnya batang penisku dan diarahkan ke lubang memeknya. Dengan sedikit gerakkan menekan, kepala penisku perlahan-lahan mulai masuk setengah ke lubang memek tante Nani.

Terasa lubang memek tante Nani sagat sempit dan mencengkram batang penisku. Dinding memek tante Nani membungkus rapat batang penisku, kutekan lagi dan tubuh tante Nani menggelinjang.

“Oooogghhhhhh Faiiizzzz… be.. beesaarrr ssekaliiiii… pelaan peellaannnn Faiizzzzz.. aaaghhhhhhhh…!!!!” tante Nani merintih pelan.

Secara perlahan dan hati-hati aq menekan batang penisku semakin dalam

“Terusss… terusss… aaaghhhh… nikmaattt sekaliiii…” terasa jepitan kuat dinding kemaluan tante Nani yang menjepit rapat batang penisku.

Perasaanku terasa melayang-layang dilanda kenikmatan yang sungguh luar biasa ini….

“Taanntteeee… aaaghhhhhhh… nikkmmaattt…. taannnn….!!!”

Dengan kedua kakinya terkangkang lebar dan kedua tanganya berpegangan pada pinggangku, tante Nani memandangku dengan tatapan sayu, terlihat sangat cantik mempesona, sehingga aq yang sedang bertumpu diatasnya perasaanku terasa menggila, melihat dam merasakan wanita cantik dan ayu yang bertubuh mungil tapi padat ini, terlantang pasrah di bawahku.

Dengan perlahan kugerakkan pinggulku menekan kebawah, sehingga batang penisku terbenam makin kedalam kelubang memeknya, Dalam.. dalamm.. terusss.. terus.. daaannnn… kemudian.. kepala penisku terasa mentok, karena beberapa kali tubuh tante Nani mengejang ketika aq mencoba menekan lebih kuat, aq kemudian mulai menarik keluar dan selajutnya mengocok keluar masuk.

Dengan semangat aq mulai mengocok naik turun. Gerakkan naik turun yang terkadang diselingi dengan gerakkan memutar, sungguh merupakan sensasi yang sangat luar biasa. Apalagi posisi kedua paha tante Nani terkangkang lebar, membuat sodokkanku terasa jauh di dalam dasar lubang memeknya. Aq dapat melihat toket tante Nani bergerak-gerak keatas kebawah setiap kali aq menekan masuk penisku dalam-dalam sehingga kedua selangkangan kami berimpit rapat-rapat.

Kemudian kurasaan otot-otot memek tante Nani dengan kuat menghisap batang penisku. Semakin lama kurasa semakin kuat saja memek tante Nani menjepit batang penisku. Kulihat wajah tante Nani nampak makin memerah menahan orgasme keduanya yang akan melandanya sebentar lagi.

“Aduuuuhhhhhh… Faiiizzzz… ooogghhhh… ooohhhhh… hhhh…hhhh… Faiizzzz tantteeee mmaaa.. mmmaauuu keluaaarr lagiiiiihhhh, Faiiizzzz!!!!!” dan seeerrrrr… kurasakan cairan hangat membasahi batang penisku.

Sementara nafsuku sudah sangat memuncak menuntut penyelesaiannya, aq sudah tidak bisa lagi bertindak lembut, tanpa ba bi bu, segera saja kupercepat kocokkanku, mendapat serangan yang agak kasar dan tiba-tiba itu tante Nani menjerit-jerit kesakitan. Meskipun lubang memek tante Nani telah basah dan licin sekali, tapi tetap saja terasa peret untuk ukuran batang penisku yang besar.

Tak ku perdulikan lagi suara tante Nani yang menjerit-jerit kesakitan, yang ada di pikiranku saat itu adalah aq ingin segera menuntaskan ini dan merasakan nikmat luar biasa yang akan datang kepadaku. Kurasakan batang penisku berdenyut-denyut dengan hebatnya, ada sesuatu yang berusaha untuk keluar dari batang penisku. Kucoba untuk menahannya selama mungkin agar tidak segera menyembur, tapi jepitan memek tante Nani terlalu kuat akhirnya meruntuhkan pertahananku.

“Oooogghhhh taaannnnn teeeee aaahhhhhhhh…!!!!” eluhan panjang dengan penuh kenikmatan keluar dari mulutku disertai dengan Crett..crett.. crett.. crettt… semburan pejuhku menyembur dengan kuat, mengisi relung-relung terdalam lubang memek tante Nani, kemudian tubuhku tertelungkup lemas menindih tubuh mungil tante Nani, sementara kubiarkan batang penisku menancap di dalam lubang memek tante Nani untuk merasakan sisa-sisa kenikmatan. Kurasakan memek tante Nani tetap saja berdnyut-denyut, meski tak sekuat tadi.

“Tante, makasih yah, udah mau nemenin Faiz main..!!!” kataku manja.

“Kamu, tuh, Faiz, kalau lagi nafsu jangan main maksa dong, masak tantemu sendiri kamu perkosa juga….!!!”

Sejak kejadian itu sikap tante Nani terhadapku berubah 100%, biarpun sikap kami ini tetap terjaga di hadapan om dan adik tante Nani. Aq dan tante Nani sering bersetubuh kalau rumah lagi sepi. Aq pun makin merasa sayang saja terhadap tante Nani, apalagi tante Nani melayani nafsu sex ku dengan rela dan sepenuh hati. Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerita Dewasa, Cerita Hot Terbaru.

video ngentot jepang

ML Dengan Polwan Cantik Dan Seksinya Melebihi Pacarku

ML Dengan Polwan Cantik Dan Seksinya Melebihi Pacarku

ML Dengan Polwan Cantik Dan Seksinya Melebihi Pacarku – Pada saat itu, aku sedang mengendarai motor di jalan Soekarno-Hatta. Aku tidak memakai helm karena aku terburu-buru pergi ke tempat pacarku. Apesnya, aku dicegat sama polisi. Polisi itu naik mobil, tiba-tiba memotong jalanku, aku kaget hampir saja kutabrak mobil polisi itu. Aku rem motorku, karena terjadi hentakkan, jadi tubuhku hilang keseimbangan lalu aku jatuh dari motorku.

Aku terguling-guling di jalan. Tapi syukurlah hanya lecet biasa. Pada saat aku masih dalam keadaan telungkup, aku lihat pintu mobil polisi itu terbuka. Tapi anehnya, aku sepertinya kok melihat kaki seorang wanita. Kakinya yang putih mulus dan indah itu kini berada tepat di wajahku, kutegakkan kepalaku. Betapa kagetnya aku, mataku seperti melihat “hutan belantara” di antara kedua kaki yang jenjang itu.
POKERQIU
Setelah kuperhatikan baik-baik, ternyata dia seorang polisi wanita, pangkatnya Letnan Dua dan di dada kirinya tertulis namanya, LILIS. Dia sangat cantik dan ohh.., body-nya mirip gitar Spanyol. Aku jadi bengong, dan, “Plaaakkk..!” sebuah tamparan mendarat di pipiku. “Hei, apa yang Kamu lihat..? Ayo sekarang serahkan SIM dan STNK cepet..!” bentaknya. Aku jadi kaget dan segera kuambil dompetku, lalu kuambil SIM dan STNK, lalu kuserahkan padanya. Sementara dia melihat suratku, aku pandangi lagi dia ohh.., betapa cantik polisi cewek ini. Aku duga umurnya paling masih sekitar 25 tahun, seumur dengan kakakku.

Samar-samar di dalam mobil ada cewek satu lagi, dia seumur dengannya tetapi pangkatnya lebih rendah, kalau tidak salah sersan dua. Kakinya putih tetapi tidak semulus polwan yang tadi. Lalu tanpa kusadari, Letnan Lilis mengambil sesuatu dari dalam mobil, dia berjalan menuju hidung mobil, lalu dia membungkukkan badannya untuk menulis sesuatu. Pada posisi nungging, aku lihat lagi body-nya yang wuih selangit deh… Tanpa kusadari, “adik kecilku” membengkak perlahan. Setelah itu dia tegakkan badannya, terus berkata, “Eee.. saudara Sony, Anda Kami tilang karena Anda tidak memakai helm dan ngebut.

Sidang akan dilaksanakan besok lusa. Jangan lupa Anda harus hadir di persidangan besok. Oke..?” “Tapi Bu, besok lusa Saya tidak bisa hadir, soalnya pada hari itu Saya harus mengantar pacar yang akan diwisuda. Jadi Saya minta tolong sama Ibu, bagaimana dech baiknya agar persoalan ini selesai..?” Lalu dia bilang, “Do you have some money..?” “Aduh, maaf sekali Bu, Saya sama sekali tidak membawa uang sepeser pun.” jawabku. “Baiklah, kalau gitu SIM-mu Aku tahan untuk sementara, tapi nanti malam Kamu harus pergi ke rumah Saya. Dan ingat..! Kamu harus datang sendiri. Oke..? Ini alamatku. Jangan lupa lho, Aku tunggu jam 19:00.” Dia pergi sambil mengerdipkan matanya kepadaku. Aku kaget, tetapi happy banget, pokoknya senang dech. Aku sampai di rumahnya sekitar jam 19:00 dan langsung mengetuk pintu pagarnya yang sudah terkunci.
GOAL55
Tidak lama kemudian, Ibu Lilis muncul dari dalam dan sudah tahu aku akan datang malam itu. “Ayo Son.., masuk. Aku sudah lama nunggu lho, sampai basah dan bau keringat pantatku duduk terus dari tadi..” sapanya. “Akkhh.. Ibu bisa saja…” jawabku. “Sorry.., pintunya sudah digembok, soalnya Aku tinggal sendiri, jadi harus hati-hati.” sambutnya. “Oh.., jadi Ibu belum menikah too..? Sayang lho..! Wanita secantik Ibu ini belum menikah..” kataku merayu. “Aaaa.. Kamu merayu ya..?” tanyanya. “Enggak kok Bu, Saya berkata begitu karena memang kenyataannya begitu. Coba Ibu pikir, Ibu sudah mapan hidupnya, cantik luar-dalam, dan sebagainya dech…” jelasku. “Ehhkk.. Aku cantik luar-dalam, apa maksud Kamu, Aku cantik luar-dalam..?” tanyanya lagi. “Waduh.., gimana ya, malu Aku jadinya..?” jawabku.

“Kamu nggak perlu malu-malu mengatakannya, Kamu ingin SIM Kamu kembali nggak..?” ancamnya.”Eee.. sekarang gini aja, Kamu udah punya pacar khan..? Sekarang Saya tanya, kenapa Kamu memilih dia jadi pacar Kamu..?” tanyanya lagi. “Eee.. jujur aja Bu, dia itu orangnya cantik, baik, setia dan cinta sama Saya, that?s all..” “Kalau seumpama Kamu disuruh milih antara Saya dan pacar Kamu, Kamu pilih Saya atau pacar Kamu sekarang..? Bandingkan aja dari segi fisik, Oke.. Saya atau Dia..?” tanyanya memojokkanku. “Eeee… Anu.. anu… eee..,” aku dibuat bingung tidak karuan. “Ayo.. jawab aja..! Kalau Kamu tidak jawab, SIM Kamu tidak kukembalikan lho..!” ancamnya lagi. “Waduhhh.., gimana ya..? Ehmmm.., baiklah, Saya akan jawab sejujurnya. Saya tetap akan memilih pacar Saya sekarang.” jawabku.
POKER338
“Wow.., kalau begitu dia lebih cantik dan semok dong dari Saya..?” jawabnya lirih. “Eeee.. bukan begitu Bu, Saya memilih pacar Saya walaupun Dia sebetulnya kalah cantik dari Ibu, dan segalanya dech..!” jawabku. “Akhh… yang benar, jadi Aku lebih cantik dan semok dari Dia..?” tanyanya lagi. “Jujur saja.., ya.. ya.. ya..” jawabku mantap. “Ohhh.., Aku jadi tersanjung dan terpikat dengan jawabanmu tadi..,” katanya girang, “Wah.. jadi lupa Aku, Kamu nonton TV aja dulu di ruang tengah, Aku mau ambil SIM Kamu di kamar.., Oke..?” pintanya. Lalu aku menuju ke ruang tengah, kuputar TV. Secara tidak sengaja, aku melihat tumpukan VCD. Aku tertarik, lalu kulihat tumpukan VCD itu, lalu, ohhh astaga, ternyata tumpukan VCD itu semuanya film “XXX”, aku terkejut sekali melihat tumpukan film “XXX” itu.

Sebelum aku melihat satu-persatu, terdengar bunyi pintu dibuka. Lalu, ohhh, aku terkejut lagi, Ibu Lilis keluar dari kamarnya hanya menggenakan daster pink transparan, di balik dasternya itu, bentuk payudaranya terlihat jelas, terlebih lagi putting susunya yang menyembul bak gunung Semeru. Begitu ia keluar, mataku nyaris copot karena melotot, melihat tubuh Ibu Lilis. Dia membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas. “Kenapa..? Ayo duduk dulu..! Ini SIM Kamu.. Aku kembalikan..” katanya. Wajahku merah karena malu, karena Ibu Lilis tersenyum saat pandanganku terarah ke buah dadanya. “SIM Kamu, Aku kembalikan, tapi Kamu harus menolong Saya..!” Ibu Lilis merapatkan duduknya di karpet ke tubuhku, aku jadi panas dingin dibuatnya. “Sonnn..?” tegurnya ditengah-tengah keheninganku. “Ada apa Bu..?” tubuhku bergetar ketika tangan Ibu Lilis merangkulku, sementara tangannya yang lain mengusap-usap daerah “XXX”-ku.

“Tolong Ibu Lilis ya..? Dan janji, Kamu harus janji untuk merahasiakan hal ini, kalau tidak aku DOR Kamu..!” pintanya manja. “Tapi… Saya.., anu.., eee..” “Kenapa..? Ooooo.. Kamu takut sama pacar Kamu ya..?” katanya manja. Wajahku langsung saja merah mendengar perkataan Ibu Lilis, “Iya Bu…” kataku lagi. “Sekarang Kamu pilih disidang atau pacar Kamu..?” ancamnya. Dia kemudian duduk di pangkuanku. Bibir kami berdua kemudian saling berpagutan. Ibu Lilis yang agresif karena haus akan kehangatan dan aku yang menurut saja, langsung bereaksi ketika tubuh hangat Ibu Lilis menekan ke dadaku. Aku bisa merasakan puting susu Ibu Lilis yang mengeras. Lidah Ibu Lilis menjelajahi mulutku, mencari lidahku untuk kemudian saling berpagutan bagai ular. Setelah puas, Ibu Lilis kemudian berdiri di depanku yang dari tadi masih melongo, karena tidak percaya pada apa yang sedang terjadi.

Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang polos tanpa sehelai bnenangpun seakan akan menantang untuk diberi kehangatan olehku. “Lepaskan pakaiannmu Sonnn..!” Ibu Lilis berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya. “Ayooo.. cepat dong..! Aku udah gatel nich.. ohhh..” Ibu Lilis mendesah tidak sabar. Aku kemudian berlutut di sampingnya. Aku bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena malu. “Sonnn.. letakkan tanganmu di dadaku, ayo ohhh..!” pintanya lagi. Dengan gemetar aku meletakkan tanganku di dada Ibu Lilis yang turun naik. Tanganku kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Ibu Lilis yang super montok itu. “Oohhh… enakk.., ohhh… remas pelan- pelan, rasakan putingnya menegang..” desahnya. Dengan semangat aku melakukan apa yang dia katakan.
Vegas338
Lama- lama aku jadi tidak tahan, lalu, “Ibu.. boleh Saya hisap susu Ibu..?” Ibu Lilis tersenyum mendengar pertanyaanku, dia berkata sambil menunduk, “Boleh Sayang… lakukan apa yang Kamu suka..” Tubuh Lilis menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulutku yang sekarang mulai garang itu di susunya. “Oohhh… jilat terus Sonnn..! Ohhh…” desah Ibu Lilis sambil tangannya mendekap erat kepalaku ke payudaranya. Aku lama-lama semakin buas menjilati puting susunya, mulutnya tanpa kusadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapanku semakin keras, bahkan tanpa kusadari, aku menggigit-gigit ringan putingnya yang ohhh. “Mmm… nakal Kamu…” Ibu Lilis tersenyum merasakan tingkahku yang semakin “Jozzz” itu. Lalu aku duduk di antara kedua kaki Ibu Lilis yang telah terbuka lebar, sepertinya sudah siap tempur. Ibu Lilis kemudian menyandarkan punggungnya pada dinding di belakangya.

“Ayo, sekarang Kamu rasakan memekku..!” ia membimbing telunjukku memasuki liang senggamanya. “Hangat, lembab, sempit sekali Bu…” kataku sambil mengucek kedalaman liang kenikmatannya. “Sekarang jilat ‘kontol kecil’-ku..!” katanya. Pelan-pelan lidahku mulai menjilat klitoris yang mulai menyembul tinggi sekali itu. “Terus.. ooohhh.. ya.. jilat.. jilat. Terus.. ohhh…” Ibu Lilis menggerinjal-gerinjal keenakan ketika kelentitnya dijilat oleh mulutku yang mulai asyik dengan tugasnya. “Gimana.., enak ya Bu..?” aku tersenyum sambil terus menjilat. “Oohh.. Soonnn…” tubuh Ibu Lilis telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.

Lidahku semakin berani mempermainkan kelentit Ibu Lilis yang makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanannya akan segera jebol. Dan aku akan unggul 1-0, ee… emangnya main bola. Lalu, “Oooaaahhh… Sooonnn..!” Tangan Ibu Lilis mencengkeram pundakku yang kokoh bagaikan tembok raksasa di China, sementara tubuhnya menegang dan otot- otot kewanitaannya mulai menegang, dan muncratlah ‘lahar’Ibu Lilis di mulutku. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah kuberikan. Hmmm… Kamu sungguh lihai Soonnn… Sekarang coba gantian Kamu yang berbaring…” katanya. Aku menurut saja.
POKERQIU
Batang kejantananku segera menegang ketika merasakan tangan lembut Ibu Lilis yang mulai mempermainkan senjata keperkasaanku. “Wah.. wahh… besar sekali. Oh my god… Ohhh…” tangan Ibu Lilis segera mengusap-usap batang keperkasaanku yang telah mengeras tersebut. Segera saja benda besar dan panjang itu mulai berdenyut-denyut dan dimasukkan ke mulut Ibu Lilis. Dia segera menjilati batang kemaluanku itu dengan penuh semangat. Kepala kejantananku itu dihisapnya keras-keras hingga aku jadi merintih keenakan. “Ahhh… enakkeee.. rekkk..!” aku tanpa sadar menyodokkan pinggulku untuk semakin menekan senjata keperkasaanku agar makin ke dalam mulut Ibu Lilis yang telah penuh oleh batang kejantananku.

Gerakanku makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Ibu Lilis. “Ooohhh Bu.. oohhh.. mulut Ibu memang sakti.. ohhh.. I?m coming… ohhh…” Muncratlah laharku di dalam mulut Ibu Lilis yang segera menjilati cairan itu hingga tuntas.. tas.. tas.. plass. “Hmmmm… agak asin rasanya Son punyamu.., tapi enak kok…” Ibu Lilis masih tetap menjilati kemaluanku yang masih tegak bagaikan tugu Monas di Jakarta, menara Piza di Italy, menara Eiffel di Paris. “Sebentar ya.., Aku mau minum dulu..” katanya setelah selesai menjilati batang kejantananku. Ketika Ibu Lilis sedang membelakangiku sambil menenggak air putih dari kulkas. Aku melihat body yang wuih dan itu ohhh, pantat yang bulat. Aku memang suka pantat yang bulat dan menantang.

Aku tidak tahan cuma melihat dari jauh, lalu aku berdiri dan berjalan menghampirinya, lalu mendekapnya dari belakang. “Sonnn.. jangan nakal dong, biar Ibu minum dulu..!” katanya manja. “Aku tidak tahan melihat pantat ibu yang bulat dan menantang itu.” kataku tak sabaran. “Kamu suka pantatku, kalau gitu Kamu tentu mau kalau nanti pantatku mendapat giliran untuk Kamu obok-obok, bagaimana Son..? Mau ngobok- ngobok pantat Ibu..?” tanyanya. Aku terima tantangannya. “Ohhh.., memang benar- benar wuihhh…” aku berkata sambil mengelus-elus pantat Ibu Lilis. Lalu aku jongkok agar dapat jelas melihat, kusentuh lembut pantat itu dengan tanganku. Terus kucium, kuelus lagi, kucium lagi terus kujilat, lalu kubuka belahan pantat itu.
LIGA
Ohhh.., terhampar pemandangan indah dengan bau yang khas, lubang yang sempit, lebih sempit dari yang di depan dan sekitarnya ditumbuhi bulu-bulu yang lumayan lebat. Lalu kujulurkan jari telunjukku ke lubang yang sempit itu. Waktu aku coba memasukkan jariku ke lubang itu, terdengar jeritan kecil Ibu Lilis. “Son.., jangan keras-keras ya, nanti sakit.. lho…” Lalu aku mulai memasukkan step by step. Waktu jariku menembus lubang itu sepertinya tanganku mau disedot masuk ke dalam. “Lubang Ibu nakal juga ya, masa jariku mau dimakan juga..?” “Akhhh… Kamu nakal dech.., ohhh Son.. coba sekarang Kamu jilat ya..?” pintanya. Lalu kutarik jariku dari dalam lubang itu, lalu aku mulai menjilati lubang itu ehhmm.., lumayan juga rasanya, asin-asin gurih. Sementara itu, Ibu Lilis terdengar merintih keenakan.

Lama-lama aku tidak sabar, dan terus kuberdiri dan tanpa basa-basi, aku langsung membalikkan badannya. Terus kulahap gundukan-gundukan daging di dada Ibu Lilis dengan nikmat. Sementara itu, Ibu Lilis mulai mendesah-desah dan menggelinjang. Kepalanya mendongak ke atas dan matanya terpejam. Goyangan- goyangan lidahku yang terus menjilati puting susu Ibu Lilis yang tinggi dan lancip begitu bertubi-tubi tanpa henti. Ibu Lilis menggerinjal-gerinjal dengan keras. “Aaahh… uuuhhh… uuuhhh…” desahan- desahan kenikmatan semakin banyak bermunculan dari mulut Ibu Lilis.

Geliat- geliatan tubuhnya semakin menjadi-jadi karena merasa sensasi yang luar biasa akibat sentuhan-sentuhan mulut dan lidahku pada ujung syaraf sensitif di payudaranya. Urat-urat membiru pun mulai menghiasi dengan jelas seluruh permukaan payudara yang super montok itu. Masih dengan mulutku yang tetap berpetualang di dada Ibu Lilis yang juga masih menggelinjang, aku membopong Ibu Lilis ke kamar. Kujatuhkan tubuh Ibu Lilis di atas kasur spring bed yang sangat empuk. Saking keras jatuhnya, tubuhnya yang aduhai itu sempat terlontar-lontar sedikit sebelum akhirnya tergolek pasrah di atas ranjang itu.
GOAL55
Setelah itu, Ibu Lilis tetelentang di kasur dengan kaki-kakinya yang jenjang terjulur ke lantai. Tubuh bugilnya yang putih dan mulus beserta payudara yang montok dengan puting susu nan tinggi yang teronggok kokoh di dadanya, memang sebuah pemandangan yang amat menawan hati. Lalu aku berlutut di lantai menghadap selangkangan Ibu Lilis. Kurenggangkan kedua kakinya yang menjejak di lantai. Dengan begitu aku dapat memandang langsung ke arah selangkangannya itu. Bulu-bulu kemaluan yang tumbuh di padang rumput tipis yang menghiasi wilayah sensitif itu begitu menggelora nafsu birahiku. Aromanya yang segar dan harum membuat nafsuku itu kian meninggi. Kudekatkan mulutku ke bibir vaginanya dan kujulurkan lidahku untuk mencicipi lezatnya lubang itu.

Tubuh Ibu Lilis terlonjak keras ketika kucucukkan lidahku ke dalam liang senggamanya. Kukorek-korek seluruh permukaan lorong yang gelap itu. Begitu hebat rangsangan yang kubuat pada dinding lorong kenikmatan tersebut, membuat air bah segera datang membanjirinya. “Ooohhh… uuuhhh… aaahhh…” terdengar rintihan Ibu Lilis dari mulutnya yang megap-megap setengah membuka. Kemudian aku berdiri. Dengan tangan bertumpu ke atas kasur, kucoba mengarahkan ujung penisku ke lubang vagina yang lumayan sempit yang tampak licin dan basah milik Ibu Lilis. Berhasil. Perlahan-lahan kuhujamkan batang kemaluanku ke dalam liang senggama itu. Tubuh Ibu Lilis berkejat- kejat dibuatnya merasakan nikmat penetrasi yang sedang kulakukan saat ini. “Aaahhh… ooohhh…” tak ayal jeritan- jeritan mengalir dari mulutnya.

Akhirnya batang keperkasaanku amblas semua ke dalam liang gelap yang berdenyut-denyut milik Ibu Lilis diiringi dengan jeritannya. Kenikmatan ini kian bertambah menjadi- jadi setelah aku melakukan penetrasi lebih dalam dan intensif lagi. Gerakan memompa dari batang kejantananku di dalam kemaluan Ibu Lilis semakin kupercepat. Terdengar suara kecipak-kecipak dan lenguhan kami berdua karena terlalu asyiknya kami bersenggama. Seiring dengan tangan yang kembali meremas- remas perbukitan indah yang menjulang tinggi di dada Ibu Lilis, batang kejantananku terus melakukan serangan- serangan yang tanpa henti di dalam lubang senggamanya yang bertambah kencang denyutan-denyutannya.
POKER338
Vagina memerah yang terus berdenyut-denyut dan amat licin akibat begitu membanjirnya cairan- cairan kenikmatan yang keluar dari dalamnya, terasa menjepit bnatang kejantananku. Demikian sempitnya ruang gerak penisku di dalam lorong gelap itu, menjadikan gesekan-gesekan yang terjadi begitu mengasyikkan. Ini merupakan sensasi sendiri bagiku yang merasakan batang keperkasaanku seperti merasa diurut-urut oleh seluruh permukaan dinding vaginanya. Mulutku pun tak henti-hentinya menyuarakan desahan-desahan kenikmatan tanpa bisa dihalangi lagi. “Oiiihhh… Sooonnn… ohhh…” Ibu Lilis menjerit-jerit tidak karuan, sementara tubuhnya juga melonjak-lonjak dengan keras. Sekuat tenaga kuhujam-hujam penisku dengan lebih ganas lagi ke dalam liang senggamanya.

Rasanya hampir habis tenaga dan nafasku dibuatnya. Tetapi nafsu birahi yang begitu menggelora tampaknya membuatku lupa pada kelelahanku itu. Ini dibuktikan dengan sodokan kejantananku yang berusaha menusuk sedalam-dalamnya. Bahkan berkali-kali ujung batang kejantananku sampai menyentuh pangkal liang tersebut, membuat Ibu Lilis menjerit keenakan. “Soonnn… Soonnn… Aku… mau… keluar…” Ibu Lilis melenguh kencang. Ia merasakan sudah tidak bisa menahan klimaksnya lagi. Akan tetapi, aku belum merasakan klimaks sedikit pun. Langsung kutambah kecepatan genjotan-genjotan batang kejantananku di dalam liang senggamanya. Begitu buasnya sodokan-sodokanku itu, membuat tubuh Ibu Lilis bergoyang-goyang hebat, dia merintih… merintih… dan merintih. Akhirnya saat yang diharapkan itu tercapai.

Aku melenguh panjang merasakan laharku muncrat, menyusul Ibu Lilis yang sudah terlebih dahulu memperoleh orgasmenya. Begitu nikmatnya orgasme yang kurasakan itu sehingga membuat laharku bagaikan air bah menerjang masuk ke dalam liang senggama Ibu Lilis. Kami berdua mengejang kencang saat titik-titik puncak itu tercapai. Tapi kenapa batang kejantananku tidak mau istirahat, dan masih terlihat perkasa. Dengan segera aku berlutut di atas ranjang. Kuminta Ibu Lilis untuk berlutut juga membelakangiku dengan tangan bertumpu di kasur, jadi dalam posisi doggy style. Kemudian Lilis kudorong sedikit ke depan, sehingga pantatnya agak naik ke atas, yang lebih memudahkan batang kejantananku untuk melakukan penetrasi ke dalam lubang senggamanya.
Vegas338
Setelah itu langsung kusodok kemaluan yang sekarang sudah terlihat agak merekah itu dengan batang keperkasaanku dari belakang. Tubuh Ibu Lilis terhenyak hingga hampir terjungkal ke depan akibat kerasnya sodokanku itu, sementara mulutnya menjerit keenakan. Dalam sekejap, senjata-ku itu seluruhnya ditelan oleh vagina itu dan langsung menjepitnya. Jepitan liang senggama Ibu Lilis yang berdenyut-denyut menambah gairah birahiku yang memang sudah menggelora. Dengan cepat, kutarik kejantananku sampai hampir keluar dari dalam liang senggamanya, lalu kutusukkan kembali dengan cepat. Kemudian kutarik dan kusodok lagi, seterusnya berulang- ulang tanpa henti. Doronganku yang keras ditambah dengan sensasi kenikmatan yang luar biasa membuat Ibu Lilis beberapa kali nyaris terjerembab.

Namun itu tidak menjadi masalah sama sekali. Bahkan sebaliknya, membuat permainan kami berdua menjadi kian panas. Lalu, “Aah… ah… ah… ah…” nafasku terengah-engah. Kurasakan sekujur tubuhku mulai kehabisan tenaga. Tenagaku sudah begitu terkuras, tetapi aku belum mau berputus asa. Kucoba mengeluarkan sisa-sisa tenaga yang masih ada semampuku. Dengan sedikit mengejang, kugenjot batang kejantananku kembali ke dalam luabng kenikmatannya sekuat-kuatnya. Ibu Lilis pun tidak mau kalah, dia maju-mundurkan tubuhnya dengan ganasnya. Akhirnya, Ibu Lilis melenguh panjang, muncratlah lahar-nya, disusul beberapa detik kemudian oleh kemaluanku. Lalu secepat kilat kukeluarkan penisku dari dalam lubang kenikmatan Ibu Lilis dan langsung jatuh terkapar di kasur.

Lalu, Ibu Lilis langsung meraih batang kejantananku itu dan dimasukkan ke dalam mulutnya. Ibu Lilis mengocok penisku itu di dalam mulutnya yang memang agak kecil. Namun Ibu Lilis berhasil melumat batang keperkasaanku dengan nikmatnya. Gesekan-gesekan yang terjadi antara kulit kemaluanku yang sensitif dengan mulut Ibu Lilis yang basah dan licin ditambah dengan gigitan-gigitan kecil yang dilakukan oleh giginya yang putih karena pakai “Smile-Up Man”, membuat aku tidak dapat menahan diri lagi. Muncratan-muncratan lahar kenikmatan yang keluar begitu banyaknya dari batang keperkasaanku langsung ditelan seluruhnya, hampir tanpa sisa oleh Ibu Lilis. Sebagian meleleh keluar dari mulutnya dan jatuh membasahi kasur.
POKERQIU
Belum puas sampai disitu, ia masih menjilati sekujur batang kejantananku sampai bersih total seperti sediakala. Bukan main! Lalu kami berdua tergolek di atas tempat tidur dengan tubuh telanjang yang dibasahi oleh keringat dan lahar kami. Kemudian aku tertidur. Tiba-tiba, “Aaauuuwww..,” kepalaku sakit sekali, terus aku terbangun tetapi samar-samar aku melihat 3 orang sudah berada di sekelilingku. Semuanya memakai seragam putih-putih. Satu cowok dan 2 cewek. Setelah itu penglihatanku mulai jelas, dan benar dugaanku, aku sekarang berada di rumah sakit. Tapi bagaimana bisa..? Terus apa yang kulakukan tadi itu gimana..?

milf hunter

Tidak Tahan Menahan Nafsu Ketika Tidur Berdua Dengan Tante

Tidak Tahan Menahan Nafsu Ketika Tidur Berdua Dengan Tante

Tidak Tahan Menahan Nafsu Ketika Tidur Berdua Dengan Tante – Namaku Didi usiaku baru menginjak 17 tahun dan aku sebentar lagi akan duduk dibangku kuLucyh, aku akan menceritakan pengalamanku ketika kehilangan keperjakaanku waktu masih duduk dibangku SMA kelas 2.

Wajahku biasa-biasa aja nggak ada yang istimewa, namun aku memiliki kelebihan mungkin agak luar biasa dibandingkan dengan orang kebanyakan yaitu mempunyai kontol yang lumayan besar lebih kurang 16 cm dengan diameter 4,5 cm. Padahal waktu tidur adek kecil ku itu Cuma 4 cm.
POKERQIU
Cerita sex ini berawal dari adanya hajatan dirumah nenekku yang dari ibu, kebetulan adik ibuku menikah. Semua keluarga dari ibu bermalam dirumah nenek mulai dua hari sebelum pesta dilangsungkan.

Rumah nenekku tidak terlalu besar sedangkan keluarga dari ibuku semua berjumlah 14 orang beserta anak-anaknya yang ikut kerumah nenekku, semua datang sekeluarga hanya tanteku yang bernama Tante Lucy datang sendiri karena suaminya sedang tugas keluar kota dan belum mempunyai anak. Tante Lucy usianya sekitar 36 tahun wajahnya cantik dan tubuhnya sedikit gemuk namun padat terawat maklum orang kaya.
Vegas338
Karena dirumah udah penuh, maka tante mau menginap di losmen dekat rumah nenekku, aku mengantarnya naik motor, kemudian tanteku memilih kamar VIP yang full AC, malam itu aku pulang dan bermalam dirumah nenekku. Pagi harinya aku disuruh mengantarkan makanan ke tante, aku pergi mengantar seorang diri dan kebetulan tante Lucy baru bangun dari tidurnya.

“Masuk Didi..”katanya sambil membukakan pintu kamar nya
“Baik tante”, jawabku sambil masuk dan meletakkan makanan diatas meja dalam kamarnya.
“Tante terlambat bangun nih… habis semaleman tante ngak bisa tidur… kayaknya losmen ini serem deh Didi, jadi tante agak takut jadinya..”, dia bercerita
“Eh… tunggu dulu ya… tante mau mandi dulu trus mau bonceng sama Didi ke Rumah Ibu, tante males mau naik becak”, sambungnya.
“baik tante..”, jawabku.
POKER338
Tante masuk kekamar mandi sedangkan aku duduk di kursi yang tersedia di dalam kamar losmennya. Suara air mengguyur badannya kudengar, dan tiba-tiba otak kotorku berjalan ketika kulihat lobang kunci kamar mandinya.

Aku berjalan pelan-pelan menuju kamar mandinya terus aku mengintip kedalam, kulihat tanteku lagi menyabuni seluruh tubuhnya dan aku terpana melihat tubuhya yang mulus dengan buah dada yang besar dan kulihat lagi bulu vaginanya yang rapi, mungkin tante Lucy rajin merawat dan mencukur bulu vaginanya, aku menelan ludah dan otomatis kontolku langsung menegang.

Agak lama aku mengintip tante mandi sambil nafasku ngos-ngosan ngak tahu kenapa sampai akhirnya tante Lucy selesai aku cepat-cepat duduk kembali dikursi sambil pura pura SMS. Seolah-olah ngak terjadi apa-apa.
GOAL55
“Hayo SMS sama pacarnya ya ?” Tiba-tiba terdengar suara tante Lucy didepan ku
“eh enggak tante…masih belum punya pacar “jawabku gugup, maklum orang berbuat salah pasti pikirannya kalut
“Didi… kamu keluar dulu ya… tante mau ganti baju trus kita berangkat, biar tante mau makan dirumah ibu aja”, kata tanteku.

Aku keluar dari kamarnya dan menunggu diruang loby sampai akhirnya tanteku datang dan kami berdua berangkat kerumah nenek. Malam harinya sekitar jam 9 malam tante Lucy minta diantarkan ke losmen lagi, dan tante Lucy cerita sama ibuku bahwa tante agak ketakutan tidur sendiri di losmen.

Dia meminta aku untuk menemaninya, dan ibuku mengizinkannya, jadilah aku malam itu menginap di losmen menemani tante Lucy. Berhubung tempat tidurnya single bed maka aku tidur dibawah. Tante Lucy tiduran sambil menerima telpon dari mas Agus suaminya, dari omongannya tante cerita lagi ditemani aku karena takut keadaan losmen yang seram ini menurutnya.
LIGA
Sekitar jam 11 malam aku bangun pingin pipis habis hawa AC membuat ku mau pipis, aku pergi kekamar mandi dan mulai pipis… serr… lega rasanya. Setelah aku membasuk kontolku mataku tertuju pada celana dalam berwarna crem yang ada digantungan di kamar mandi.

Iseng aku memegangnya dan kuperiksa celana dalam itu, lalu karena penasaran kucium celana dalam itu pas dibagian yang menutupi lobang vaginanya, kuhirup aromanya dan serr… darahku mengalir deras dan detak jantungku deg-deggan langsung aja aku horny saat itu, kuulang ulang mencium CD itu dan aku tambah horny saja. Kontolku tegak setegak-tegaknya.

Dalam pikiranku berkata, wah berarti tante Lucy saat ini tidur ngak pake CD dan ketika keluar dari kamar mandi mataku otomatis tertuju pada bawah pusar tante yang saat itu terlentang dengan dengkuran yang halus, namun tidak dapat kulihat dengan jelas karena lampu kamar yang redup.
POKERQIU
Malam itu aku ngak bisa tidur, terbayang tubuh tante yang lagi mandi juga terbayang Cdnya juga terbayang yang lain-lainnya dengan kontolku yang tegak ngak tidur-tidur… sialan… umpatku dalam hati. Kulirik jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, namun mataku ngak bisa terpejam, tiba-tiba aku dengar suara:

“Didio… Didi.”
Aku pura-pura ngak mendengar.
“Ran…Didio”, kali ini suaranya agak keras dan kayak orang gemetaran.
“Iya tante Lucy ada apa?”, tanyaku sambil pura-pura lemas.

“Tolong Didi tante pinjam selimutnya, ngak tahu nih tante kedinginan..”, balasnya.
Aku bangun dan berjalan menghampirinya sambil menyerahkan selimut yang aku jadikan alas”, kamu tidur diatas aja Didi disamping tante…”
“Iya tante…”, jawabku, tetapi dadaku tambah deg-degan, maklum otakku mulai ditumbuhi hal-hal porno.
Vegas338
“Sini selimutnya berduain biar kamu ngak kedinginan”, katanya, seperti kerbau dicucuk hidungnya aku nurut aja memepetkan badanku kedekat tante, maklum selimutnya kecil jadi untuk berdua harus mepet.

Tante Lucy miring membelakangiku sedang aku masih terlentang, kudengar nafasnya teratur dengan halus menandakan dia terlelap lagi, aku menghadap tanteku dan tak sengaja kontolku menyentuh pantatnya, ada desiran aneh didarahku dan rasa hangat dikemaluanku,

aku sengaja menyentuhkan kemaluanku di pantatnya dan rasa hangat itu kembali menjalar, semakin kudekatkan dan semakin menempel aku makin merasakan kehangatan itu, aku berhati-hati sekali takut tante Lucy terbangun aku menyingkapkan daster bagian belakang tante keatas,

oww… terlihat jelas buah pinggulnya yang kembar sangat mulus, maklum belum punya anak, dan diantara dua belah pantatnya aku Lucyt ada sebuah gundukan berbulu dengan garis memanjang ditengahnya. Pikiranku makin tak karuan dan kulihat penisku, nampak diujungnya mengeluarkan cairan bening yang lincin langsung kuoleskan keseluruh ujung kepala penisku.
POKER338
Perlahan aku sentuhkan penisku ke gundukan berbulu milik tante Lucy, “ohh…”, aku merintih perlahan merasakan sensasi sentuhan penisku pada vagina tante Lucy, kugerakkan sedikit pantatku untuk menekan vagina tante Lucy, namun aku tidak tahan menahan sesuatu yang hendak meledak keluar dari dalam penisku dan,

croot… croot… croooot… aku keluar… kupejamkan mataku untuk menikmatinya, Kulihat spermaku banyak tumpah dibulu vagina dan paha bagiaan dalam tante Lucy, karena takut tante Lucy terbangun maka aku segera tidur, dengan senyum penuh kepuasan.

“Didi…bangun udah jam 8 pagi”, sayup kudengar ada orang membangunkanku, aku segera membuka mata dan melihat tante sudah selesai mandi. Tante Lucy memakai handuk yang dililitkan didadanya sambil tersenyum tante Lucy menghampiriku dan duduk disebelahku:

“Didi tadi malam kamu mimpi ya..?”
“Eng…”, belum sempat aku menjawab tante Lucy meneruskan bicaranya.
“Berarti sekarang kamu sudah aqil balig, kamu harus mandi wajib, tadi pagi di paha dan pantat tante banyak kena tumpahin sperma kamu”, kata tante Lucy.
GOAL55
“Maaf tante… Didi ngak sengaja”, jawabku spontan karena terkejut, “mati aku… Duh malunya…”, bathinku dalam hati.
“Nah lihat ku… burung kamu bangun mulai tadi…”, kata tante Lucy sambil matanya melihat kebawah perut ku.
Astagaaaaaa… Rupanya semalam aku lupa memasukkan burungku kedalam sangkarnya dan mulai pagi tadi dilihat sama tante.

“Maaf tante…”, kataku dengan malu-malu sambil menarik celanaku dan memasukkan batangku kedalam Cdku, tiba- tiba.
“Jangan dimasukkan dulu Didi…! Didi kan sudah dewasa sekarang… namun Didi belum diketahui Didi itu sempurna apa tidak…”, kata tante Lucy.
“Sempurna gimana tante..??”, tanyaku sambil menggeruntukan dahiku, untuk yang ini aku memang ngak tahu, bukan pura pura ngak tahu.

“Kadang ada orang yang sukanya sesama jenisnya sendiri, trus ada yang impoten akhirnya ditinggal pergi sama istrinya, jadi tante pingin tahu Didi sempurna apa tidak, kamu keluarin lagi deh burungnya!”, perintah tante Lucy, Akupun spontan mengeluarkan lagi penisku dari dalam celanaku yang kebetulan masih kaku.
LIGA
Kulihat Tante menelan ludah sedikit melirik kepenisku, dan tante Lucy berkata “Didi diam aja ya nanti, Didi pejamkan mata aja kalau takut sakit, ini Cuma tes aja koq…”

“Baik tante.”

Aku memejamkan mata, dan aku rasakan tante Lucy naik keatas tubuhku tanpa melepas handik yang dipakainya, dan kurasakan penisku tertempel oleh benda berbulu dan basah sehingga aku merasa sedikit geli dan terkejut .
POKERQIU
“Emm..”, aku berguman sambil terpejam.
“Kenapa Didi…sakit..??”, agak berbisik suara tante Lucy dengan nafas sedikit bernafsu.
“Enggak tante…ngak apa-apa.”

Ada sedikit gerakan yang dilakukan tante Lucy sehingga vaginanya menekan penisku kearah atas trus kebawah dan itu berlangsung beberapa saat, aku merasakan geli yang luar biasa dan aku menggigit bibir bawahku supaya tidak bersuara,

aku membuka sedikit mataku ingin melihat wajah tante, ternyata tante Lucy memejamkan matanya juga sambil menggigit bibirnya juga, gesekan antara vagina tante Lucy dan penisku makin licin sehingga berbunyi “tet… pret… pret… pret…” setiap tante Lucy memaju mundurkan vaginanya diatas penisku.
Vegas338
Kemudian tante Lucy berhenti bergerak, dan dengan nafas agak tak teratur bilang:
“Didi… sekarang tes terakhir ya…”
“iya tante… Didi siap”.

Aku merasakan jari tante memegang penisku bagian tengahnya, sesaat kemudian aku merasakan kepala penisku menyeruak suatu lubang yang agak lebar sehingga gampang masuknya, aku merasakannya sambil memejamkan mata dan menikmatinya.

Ketika baru sepertiga masuk aku merasakan ujung penisku membentur semacam dinding yang berlobang kecil sekali, dan lobang itu kayaknya seperti cincin, kepala penisku terarah kesana dan kurasakan pemilih lobang itu yaitu tante Lucy berusaha untuk memasukkan kepala penisku kelobangnya namun agak kesulitan.

Kurasakan tekanan tante makin kuat terhadap penisku dan sepertinya kulit kepala penisku terkupas oleh cincin itu rasanya nyilu nyilu enak sehingga aku keluar suara.
POKER338
“aakh…”
Tante Lucy menghentikan gerakannya .
“Gimana Didi… Sakit..??”
“Enggak tante ngak apa apa…”

Tiba-tiba kurasakan lobang cincin itu berkedut-kedut dan meremas perbatasan antara kepala penisku dan batangnya, tadi mungkin kepalanya sudah melewati cincin itu, dan sepertinya kepala penisku diempot oleh benda didalam vagina tante.

“Akh… akh…”, tiba-tiba tante Lucy bersuara.

Kembali kurasakan jepitan cincin itu makin kuat dan penisku sepertinya tersiram air hangat didalam vagina tante Lucy, akupun kehilangan kendali merasakan jepitan itu dan tidak dapat menahan sesuatu yang akan keluar dari dalam penisku dan aku terpekik akh…
GOAL55
Crooot…croot..crot… Sekitar 4 kali cairan itu menyemprot kedalam vagina tante Lucy. Penisku masih tertanam didalam vagina tante beberapa saat kuLucyhat tante Lucy masih memejamkan matanya…

“Udah tante tesnya…??”, tanyaku.
“Emm udah… Didi, ternyata kamu laki-laki yang normal”, jawabnya sambil mengangkat pantatnya melepaskan penisku divaginanya, trus tante Lucy berjalan ke kamar mandi.
POKERQIU
Aku melihat kearah penisku, disana ternyata banyak berlepotan cairan berwarna putih, ada yang kental ada yang bening sebagian lagi ada di bulu-buluku yang masih halus, aku berpikir dalam hati. Seandainya tes ini dilakukan setiap hari, mungkin aku tidak akan menolaknya.

download film porno jepang